Penutup Noda

Penutup Noda
Ucapan Selamat #End


__ADS_3

Masih di rumah keluarga Galeyandra, Edwin yang hendak mencari keberadaan Mbak Mala, berpapasan dengan ibunya di tangga.


"Mama, ada apa?" tanya Edwin dan berhenti.


"Bagaimana keadaan Aluv, Nak?"


"Keadaannya baik-baik saja kok, Ma. Aluv hamil." Jawabnya sekaligus berterus terang dan berkata jujur dengan hasil dari pemeriksaan.


Bunda Holena benar-benar seperti tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh putranya sendiri.


"Aluv hamil? kamu sedang tidak bercanda dan mengerjai Mama kan, Win?"


Karena masih tidak percaya, Bunda Holena kembali bertanya dan memastikan kebenarannya.


Edwin mengangguk pelan. "Benar, Ma." Jawabnya dengan singkat dan menatap ibunya dengan serius. "Aku sedang tidak berbohong dan Bercanda, Ma." Kata Edwin meyakinkan ibunya.


"Jadi, Aluv hamil anak kamu?" tanya Bunda Holena yang masih belum juga percaya dengan pengakuan dari putranya.


"Ya, Ma. Aluv hamil anakku. Selama ini Aluv selalu di rumah, keluar saja sama Mama. Lalu, anak siapa lagi kalau bukan anakku." Jawab Edwin.

__ADS_1


Saat itu juga, Bunda Holena tersenyum bahagia saat mendengar pengakuan dari putranya. Segera Beliau langsung memeluknya sambil mengusap punggungnya.


"Selamat ya, Nak. Akhirnya kamu akan mempunyai anak darah daging kamu sendiri, Radien benar-benar membawa berkah untuk kamu." Ucap Bunda Holena yang tak lupa dengan cucu pertamanya.


"Ya, Ma. Aku mau lihat Radien dulu, Aluv minta untuk membawanya ke kamar." Kata Edwin, Bunda Holena mengangguk.


"Ya sudah sana, Mama sudah tidak sabar untuk menemui Aluv, menantu kesayangan Mama." Ucap Bunda Holena dan segera masuk ke kamar putranya.


Tiba-tiba, Bunda Holena ingatannya kembali di masa lalu. Yang mana putranya dinyatakan man*dul, alias tidak bisa mempunyai keturunan. Tentu saja, pikirannya mulai menerka untuk mengetahui kebenaran atas kesehatan putranya.


"Bukankah Edwin dinyatakan man*dul? lantas, kenapa Aluv bisa hamil? benarkah yang sedang di kandung Aluv adalah memang benih dari putraku? jika ya, berarti Sora adalah pelakunya. Aku harus melapor pada suamiku untuk mengusut tuntas dalang dari semua ini." Gumam Bunda Holena penuh tanda tanya dan juga penasaran.


Aluv yang mendengar ketukan pintu, ia segera membukakannya.


"Mama, ada apa, Ma?"


"Tidak apa-apa, sayang. Mama boleh masuk, 'kan?"


"Boleh kok, Mam. Maaf, Aluv lupa untuk mempersilakan Mama untuk masuk. Silakan masuk, Ma." Kata Aluv merasa malu, Bunda Holena tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Ketika Bunda Holena sudah berada didalam kamarnya, Aluv merasa canggung dan bingung.


"Aluv," panggil ibu mertua.


"Ya, Ma." Jawab Aluv yang langsung menoleh pada ibu mertuanya.


"Mama dengar dari Edwin, katanya kamu sedang hamil, benarkah?" tanya ibu mertua memastikan.


Seketika, Aluv kaget mendengarnya.


"I-i-ya, Ma." Jawab Aluv sedikit gugup.


Gugup bukan karena takut tentang kehamilannya, tetapi takut jika kehadiran benih yang ada didalam kandungannya belum siap untuk diterima oleh keluarga Galeyandra. Pasalnya, Radien masih sangat kecil untuk mempunyai seorang adik, pikir Aluv dengan rasa cemasnya.


Bunda Holena tersenyum, kemudian memeluk menantunya.


"Selamat ya, sayang. Mama sangat bahagia mendengarnya, kabar yang kamu berikan sangatlah berharga dan sudah kami nanti-nantikan sejauh hari. Bahkan, bertahun tahun lamanya. Kini Edwin anak Mama ternyata bukan seperti hasil yang di tunjukkan pada kami. Edwin tidak man*dul dan ternyata dapat memiliki keturunan. Mama benar-benar sangat bahagia, hadirnya Radien benar-benar membawa kebahagiaan.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2