Penutup Noda

Penutup Noda
Mengerjai


__ADS_3

Malam yang semakin terasa dingin karena ulah Nuza yang semakin jahil untuk mengerjai istrinya.


"Waktunya beraksi." Kata Nuza sambil bergumam.


Dengan idenya yang konyol, Nuza membuang bantal gulingnya ke sembarang tempat. Kemudian, dirinya berbaring didekat istrinya yang sedang meringkuk.


Tidak peduli jika harus mendapatkan serangan dari sang istri, yang terpenting dirinya dapat tidur dengan nyenyak.


'Akhirnya, aku bisa meluruskan badanku ini. Lihat saja, kamu akan malu sendiri saat kamu bangun dengan posisi memelukku bak guling yang ternyaman.' Batin Nuza sambil menatap langit-langit, lalu memejamkan kedua matanya.


Lambat laun karena rasa ngantuk yang sudah menguasai matanya, akhirnya Nuza mampu memejamkannya dan dapat tidur dengan nyenyak.


Ditambah lagi dengan turunnya hujan yang cukup deras, membuat salah satunya membutuhkan kehangatan dalam tidur.


Karena yang dirasakan oleh Kenaya hanya sebuah guling, tidak membuatnya ragu untuk memeluknya dengan erat dan semakin erat karena kedinginan.


Nuza yang sudah terlelap dari tidurnya, tiba-tiba dibangunkan dengan keadaan sang istri yang sedang tidur pulsa sambil memeluk tubuhnya.


Semakin hangat yang dirasakan oleh Kenaya maupun Nuza, keduanya tidur dengan lelap. Merasa bosan tidur yang terlalu lama, membuat Kenaya sadar dari tidurnya.

__ADS_1


Mata yang sedikit sulit untuk disempurnakan pandangannya, pelan-pelan Kenaya membuka kedua matanya membulat dengan sempurna.


Seketika, kedua matanya bertemu dengan milik suaminya dengan posisi dirinya berada diatas dada bidang milik suaminya.


"Aaaaaaa!" teriak Kenaya dengan sangat kencang. Nuza langsung membungkam mulut milik istrinya.


"Diam-lah, jangan berteriak." Ucap Nuza masih membungkam mulut istrinya, Naya mengangguk.


Kemudian dengan sergap, langsung menyingkir dari atas tubuh suaminya dan segera menutup seluruh tubuhnya, terkecuali bagian kepala.


"Percuma kamu tutup tutupi, aku sudah melihat semuanya." Ucap Nuza dengan sengaja untuk memancing emosi istrinya.


"Sudahlah, terima saja semua yang sudah terjadi. Lagi pula, kamu yang meminta dan kamu juga sangat menikmatinya."


PLAK!


"Aw!" pekik Nuza ketika tangan istrinya sudah mendarat di pipi sebelah.


Sambil meringis kesakitan dan terasa panas, Nuza langsung menjatuhkan tubuh istrinya dan mengunci kedua tangannya cukup kuat.

__ADS_1


Naya kewalahan untuk memberontak, tenaga Nuza semakin kuat bak lilitan ular.


"Lepaskan! jangan sentuh aku." Kata Naya yang berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya.


"Siapa juga yang menyentuh tubuhmu, aku hanya menakuti kamu saja. Cih! kamu bukan seleraku, cepat bangun dan bersihkan tubuhmu." Ucap Nuza dan melepaskan tubuh istrinya yang baru saja tertahan karena ulah darinya.


Naya langsung membenarkan rambut serta pakaiannya.


"Awas saja, kalau kamu berani-beraninya menyentuhku." Ancam Naya dengan tatapan penuh kesal, lantaran sudah dikerjain oleh suaminya sendiri.


Nuza tertawa puas, saat dirinya berhasil mengelabui istrinya.


"Sudah aku katakan, aku tidak tertarik dengan tubuhmu. Jadi, jangan takut untuk aku sentuh." Ucap Nuza dengan memainkan alisnya naik turun, membuat Naya bergidik ngeri melihatnya.


Karena tidak ingin berurusan dengan suaminya, Naya segera bergegas masuk ke kamar mandi demi menghindar dari sang suami.


Nuza yang berhasil membuat istrinya kesal, langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Akhirnya aku berhasil juga, mengerjainya. Memangnya enak, aku kerjain." Gumamnya sambil menatap langit-langit kamar.

__ADS_1


Tidak ada kerjaan apapun untuk Nuza, alih-alih menyibukkan diri dengan ponselnya, berharap dapat menghilangkan kejenuhannya.


__ADS_2