
Dipilih di pilih di pilih buahnya bu,, manis manis segar. ramainya suasana pasar.
"Ayu,, kamu mau pilih sayur apa?"
kata bu minah.
"kangkung aja bu,, kelihatnya masih sangat segar."
"Baiklah,tambah kangkungnya 1 ikat sama yang itu dihitung ya pak."
"Baik bu,,"
Pedagang sayur pun mulai menghitungnya.
"Sudah semua, ayo kita pulang. hari sudah mulai siang."
Pletak!!! suara botol bekas di lindas motor dan sisa air dalam botol pun mengotori baju ayu.saking kagetnya sampai belanjaan ayu jatuh.
"woiii!!" Teriak ayu.
Pengendara pun berhenti dan menengok kebelakang.
"Ada apa mbak?"
"Ada apa???? Lihat nih baju saya kotor semua gara gara kamu."
"Oh maaf mbak, saya tidak sengaja.saya ganti rugi aja mbak. karena saya buru buru."
"Udah mas gak usah."
"Lain kali hati hati kalo di jalanan. jangan mentang mentang pake kendaraan semena mena sama pejalan kaki."
"Iya mbak,, sekali lagi saya minta maaf."
kemudian Rudi melanjutkan perjalanan nya.
Rudi Ardian nama dari seorang pengendara itu. seorang mahasiswa kedokteran yang jadi primadona di kampusnya.
"Ada apa ayu, kok berantakan begini belanjaannya,,"
"Itu bu tadi ada orang bermotor melindas botol. alhasil semuanya seperti ini."
"Tapi kamu tidak apa apa kan?"
"Gak bu.. "
"Ya sudah ayo kita pulang hati hati bawanya nanti jatuh lagi. ya bu..
"Jadi kamu belum menemukan Dinda??"
"Belum tuan,"
"Kami semua sudah mencari dimana mana tuan. Tapi belum menemukan non Dinda."
Roy Mahendra seorang pengusaha sukses,pemilik perusahaan terbesar di kota tersebut. Ayah dari Dinda Ayu Mahendra yang selalu membayar mahal anak buahnya untuk mencari keberadaan ayu.tapi hasilnya masih tetap nihil.
"Sudahlah pa,, blok aja atmnya,, nanti kalo kehabisan uang dia juga pulang. gitu aja kok repot."
"Kalau dia kenapa kenapa gimana ma,, selama ini ATM dia juga belum dipake lagi. Makanya papa bingung dimana dia."
"Emang dasarnya anak kamu manja. itu karana sering kamu manjain pa, jadi ya gitu,, susah di atur."
"Kok jadi salahin aku sih ma.."
"Ya iya, kalo papa gak manjain dia terus dia gak bakalan seenaknya sendiri. main pergi pergi saja."
"Udahlah ma, papa gak mau berdebat. papa berangkat kerja dulu."
____________
__ADS_1
"Ayu berangkat ke kampus dulu ya bu,,"
"Ya nak, hati hati di jalan."
"Sudah kesiangan nih, bus belum juga lewat. gimana nih.. bakal kena marah pak heri nanti kalo telat. ya Tuhan,,, tolonglah aku.."
Tiba tiba rudi lewat dengan motornya.
"Hei, kamu yang kemarin di pasar itu kan?"
"Iya kenapa?"
"Oh ya, perkenalkan nama saya Rudi" sambil mengulurkan tangannya.
"Ayu." Membalas uluran tangan Rudi.
"Ngomong ngomong kamu kemana?"
"Mau ke kampus, tapi busnya dari tadi belum lewat."
"Emangnya kamu kuliah di kampus mana?"
"UNIVERSITAS TUNAS JAYA."
"Wah sama donk,, ayo bareng sama aku aja.
Nanti telat."
"Gak papa nih bareng kamu."
"Gak papa,, ayo naik."
_________
Perpustakaan adalah tempat favorit ayu di kampus. Mana sih,, buku yang aku cari kok gak ada. Penjaga Perpustakaan pun mendekati Ayu,
"Ada apa Ayu?"
"Oh buku itu lagi di baca sama masnya yang pojok itu."
"Oh.. makasih ya mbak."
"Iya sama sama"
"Mas, maaf apa masnya masih lama baca buku itu?"
Ivan pun berhenti menoleh sumber suara tersebut. Memperhatikan gadis yang berdiri di sampingnya.dengan penampilan yang sederhana,tapi tetap cantik.
"Emang kenapa?"
"Saya cari buku itu dari tadi mas. kalo gak keberatan pinjamkan pada saya mas." Sambil nyengir kuda.
"Emangnya gak ada buku lain. Ngganggu orang aja."
"Gak ada mas."
"Sebagai gantinya nanti mas saya traktir bakso deh mas. pliiis,, boleh ya mas."
"Siapa nama kamu."
"Saya Dinda Ayu mas, panggil saja Ayu."
"Mas nya siapa? "
"Aku ivan."
"Sepertinya kamu sudah banyak baca tentang buku ini ya Yu."
"Ya belum semua Van, tapi hampir selesai."
__ADS_1
"Kamu boleh baca buku ini tapi di sini saja ya, karena aku juga butuh buku ini."
"Baiklah.."
"Baksonya dua porsi buk,"
"Kamu suka pedas gak Van?"
"Gak suka."
"Kamu hobi makan bakso Yu?"
"Iya Van."
"Bakso favorit aku."
"Bay the way yang lain tongkrong sama temen temennya, kenapa kamu tadi sendirian di kampus."
"Oh,, aku lagi males aja tongkrong."
"Kamu sendiri kenapa gak sama temen temen perempuan kamu."
"Jangan jangan kamu gak punya temen."
goda ivan
"Rese kamu."
"Temen punya lah, tapi gak banyak. siapa sih yang mau berteman sama aku gadis miskin yang gak ada di harapin apa apanya."
"Berteman itu jangan pernah mandang harta yu,,aku mau berteman sama kamu."
"Ya kan biasanya ada uang teman jalan, gak ada uang temen hilang."
hahahah tawa Ayu dan Ivan bersamaan.
"Kalo kamu miskin kok kamu bisa kuliah disini?"
"Aku dapat beasiswa van.
"Oh,, " Ivan mangut mangut.
"Rumah kamu dimana? aku anter kamu pulang."
"Sekalian aku main ke rumah kamu.boleh,,"
Ivan pake sepeda motor buntut.yang jauh dari kategori mewah.
"Kamu malu gak naik motor jelek gini Yu,"
"Gak lah van."
"Beneran?"
"Iya.."
"Ayo naik."
Setelah ngantar Ayu pulang Ivan pulang kerumahnya, tampak sebuah rumah mewah dengan gerbang menjulang tinggi.
Para penjaga pun membukakan gerbang.
Di sisi lain Sela memperhatikan Ivan dari kejauhan.
"Itukan Ivan, ngapain dia masuk rumah mewah itu."
"Apa itu rumahnya?"
"O M G!!!" Sela membungkam mulutnya.
__ADS_1
"Gak gak mungkin,kalo dia kaya ngapain dia kuliah pake motor buntut. mungkin dia kerja di rumah itu."
"Tapi kalo cuma kerja, kenapa dia bisa kuliah di tunas jaya?" pikiran sela penuh dengan pertanyaan pertanyaan.