Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 16


__ADS_3

Ivan mencari Ayu, menelusuri jalan jalan dan tempat tempat yang sering di datangi Ayu. Tapi hasilnya tetap nihil,setelah Ivan hampir putus asa, di sebuah taman, tampak sosok wanita sedang menangis sekarang diri, dia duduk di kursi taman sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Ivan merasa wanita itu seperti Ayu. Kemudian Ivan mencoba untuk mendekati wanita tersebut, dan ternyata dugaan itu benar. Ayu sedang menangis seorang diri di taman, Ivan mendekatinya, dan menyentuh pundaknya dengan halus. Ayu menoleh ternyata Ivan di sebelahnya. Ayu ingin menyembunyikan kesedihannya, tapi tetap tak bisa. Air matanya malah semakin deras, sampai matanya bengkak.


"Menangislah,,, jika air mata itu mengurangi rasa sedih di hatimu, rasa sakit di hatimu, maka menagislah." Ivan memberikan pundak buat sandaran kepala Ayu.


Ayu bersandar di bahu Ivan, dan


Ivan menenangkan Ayu dengan mengelus elus rambutnya.


Setelah Ayu merasa tenang hatinya, Ayu mulai bercerita kepada Ivan tentang apa yang terjadi.


"Rudi akan menikah van," kata Ayu sambil menyeka air matanya


"menikah? "


Ya, tante hilda bilang kalo Rudi bentar lagi mau menikah, dan tante Hilda juga tidak merestui hubungan gue dengan Rudi.


"Apa karena perbedaan status yang membuat tante Hilda tak merestui kalian? "


Ayu menggangguk.


"Tante Hilda menghina dirimu?" Ivan bertanya dengan gaya menyidik.


Bukan soal status yang gue pikirin, tapi soal hati. Gue baru saja mulai merasakan indahnya jatuh cinta Van, tapi takdir berkata lain, mamanya tidak merestui hubungan ini, bahkan menginginkan agar gue menjauhi Rudi. Terakhir tante bilang kalo rudi akan menikah dengan Rina, orang yang selalu menghina gue memusuhi gue. Dia yang akan menjadi milik Rudi. sakit banget hati gue van,,, nyesek banget rasanya, " Ayu kembali menangis.


Ivan kembali menenangkan Ayu,

__ADS_1


"Yang sabar ya Yu,, " sambil menepuk nepuk pundak Ayu. Memang berat rasanya kalo harus berpisah dengan orang yang kita sayang, gue juga ngrasain hal yang sama, gue mencintai loe, tapi gue harus merelakan loe dengan orang lain, karena gue di jodohkan dengan orang yang sama sekali gue gak kenal. Sebenarnya gue pengen banget hidup bersama loe, di saat loe di pisahakn oleh keluarga Rudi, antara kabar baik dan buruk, gue ada kesempatan untuk bisa dapetin loe, tanpa merusak hubungan loe dan sahabat gue, tapi sayangnya gue udah di jodohkan jadi tetep gak bisa bersama loe, dan kabr buruknya gue juga gak tega liat loe sakit hati sampe seperti ini,, mafin gue Yu, gue sahabat yang egois, sahabat yang sangat buruk. Ivan berkata dalam hati, dimana hatinya sedang perang batin, antara setan dan malaikat saling berkata. Hati Ivan juga ikut bersedih, menerima semua kenyataan yangbdi alami.


"Jadi ini yang membuat kamu sedih dan tidak pulang? " Ayu terdiam tak menjawab pertanyaan Ivan.


"Jadi sekarang rencana loe apa? "


"Gue belum tau, "


"Loe juga gak mau pulang? dari tadi Rudi mencari loe. Panik dia "


"Gue lagi gak mau ketemu dia dulu. Anterin gue ke apartemen"


"Apartemen?! "


"Apartemen temen gue. jawab Ayu bohong"


Ivan menatap Ayu dengan intens, Ayu pun ta maksud Ivan, akhirnya Ayu membuka rahasia yang selama ini dia jaga rapat rapat. Ivan sahabat gue, mungkin dia bisa bantu gue kalo dia dah tau semuanya.


"Apartemen gue,," jawab Ayu tertunduk.


Sebenarnya gue bukan dapat bea siswa, tapi keluarga gue memang orang kaya, maafin gue selama ini udah bohongin loe. Ayu merasa takut kalo Ivan bakal marah dan membenci Ayu, tapi justru sebaliknya reaksi Ivan biasa aja.


"Elu gak marah van? "


"Ngapain marah"

__ADS_1


"Gue udah bohongin loe, "


"Gue udah tau lama, kalo loe orang kaya. "


"Udah tau lama???! " Ayu merasa binggung


"Iya, udah lama gue tau, cuman penyamaran loe itu, bukan urusan gue, jadi gue diam aja. "


Sebenarnya ada alasan kenapa gue menyamar gini van, Gue mau menguak pembunuh nyokap gue, walau kejadian itu udah sangat lama dan kasusnya pun udah di tutup, tapi sebelum gue menemukan pelaku pembunuhan itu, gue akan tetap seperti ini.Makanya gue kuliah ambil jurusan hukum, sedangkan bokap gue menginginkan gue ambil jurusan management. Gue sampe debat sama bokap dan gue kabur dari rumah, walau jurusan gue hukum, tapi gue tetep belajar management agar gue menguasai keduanya. Walau gue pada pendirian gue, tapi gue tetap sayang bokap gue, hanya dia satu satunya orang yang masih ku punya. Sementara nyokap tiri gue yang gila harta itu, gue gak peduli sama sekali dengannya. Terkadang hal hal sepele pun di besar besarkan dan di adukan ke bokap gue, sehingga bokap gue marah marah ke gue karena aksi dramanya. Jadi di rumah gue semakin gak betah dan gue kabur, tapi bu minah tak tega melihat gue kabur sendirian, karena sejak kecil yang ngasuh gue bu minah, makanya dia ikut kabur, walaupun tidak di gaji dia tetep mau pergi bersama gue.


Ivan terus mendengarkan curhatan Ayu. Berat banget masalah yang loe hadapi Yu, batin Ivan dalam hati.


"Gue bakalan bantu loe apapun itu, kalo loe mau. "


"Makasih van,, elo emang sahabat gue. maafin gue, baru bisa percaya pada loe sekarang." Ayu memeluk Ivan, dan Ivan membalas pelukan ayu.


"Iya sama sama,, udah sangat larut sekarang gue antar loe pulang. nanti Rudi gue kabarin kalo loe udah pulang, biar gak kawatir dia. terserah lo mau pulang ke apartemen apa ke kontrakan gue anterin loe"


"Ke apartement aja" jawab Ayu



Visual bu minah


"Tapi kamu harus ijin dulu sana bu minah agar dia gak kawatir" pesan Ivan pada ayu

__ADS_1


__ADS_2