
2 Hari lagi adalah ulang tahun Helena, Mamanya Rudi, keluarga mereka telah menyiapkan persiapan pesta yang mewah. Tak tanggung tanggung para juru masak kelas master pastinya yang menyediakan semua menu yang ada.
Para tamu undangan juga dari kalangan elite.
Rudi menemui mamanya, untuk menanyakan kado apa yang mamanya inginkan.
"Ma, mama mau kado apa dari Rudi ma?
"Mama saat ini sedang gak pengen barang, tentunya kamu tau yang mama inginkan saat ini. Menikahlah dengan Rina,itulah kado dari kamu yang Mama inginkan "
Rudi terdiam,,
"Kamu gak mau penuhi permintaan Mama? "
"Baik Ma, demi Mama , Rudi lakukan apapun untuk Mama"
"Na,, gitu dong. "
"Tapi Ma, jangan paksa Rudi untuk bisa mencintai Rina seutuhnya. Mungkin pernikahan bisa di paksakan, namun cinta tak bisa di paksakan. "
"Terserah kamu deh, yang penting Mama mau kamu nikah sama Rina. Titik! "
Rina mendengar pembicaraan Rudi dan Mamanya,Tapi bagi rina semua itu tidak penting. Yang penting bisa menikah dengan Rudi.
Rina menghampiri Mamanya dan Rudi.
"Hai tante, " Sambut Rina
"Eeehh,, Rina,, Apa kabar sayang,, " tanya Helena sambil mencium pipi Rina
"Baik tante, tapi ada sedikit masalah sih sebenarnya tante" Sambil melirik Rudi
"Ada masalah apa? katakanlah,, tante pasti bantu kamu"
Rudi menarik tangan Rina, dan mengajak nya bicara 4 mata.
"Aku kan udah bilang sama kamu kalo aku akan menikah denganmu, tapi kenapa kamu mau cerita ke mama tentang masalah kemarin? kalau sampai terjadi apa apa sama mama aku, ku pastikan aku tidak akan menikah denganmu,dan tidak akan pernah kenal kamu lagi." Rudi mengancam Rina
Rina kembali bergabung dengan Helena "kenapa sayang,, kok kayaknya serius banget. "
"Gak papa tante, tadi Rudi bilang kalau mau kasih surprise ke tante " Bisik Rina. "
"Oh ya Rin, Tante bisa minta tolong gak? "
"Apa tante? "
"Tolong anterin tante kasihkan kui ini ke tetangga ujung sana, sambil mengundang mereka untuk datang ke acara tante."
"Boleh tante. Sekarang aja yuk"
__ADS_1
_________
Sampai di rumah yang di tuju, sebuah rumah megah, dengan interior yang sangat mewah.
Mereka mendatangi security untuk meminta izin masuk, dan menyampaikan tujuannya. Security pun membukakan gerbang untuk mereka.
Sampai di dalam mereka menekan bel rumah.
Ting tong,
"Siapa itu van, tanya mamanya "
"Gak tau mah, biar ivan yang buka "
Ivan membuka pintu utama, dengan kaos oblongnya,Karena memang ivan lebih suka pake yang sederhana, bahkan dengan memakai sendal jepit swalow.
Ivan kaget ternyata Rina dan Helena yang datang. Begitupun Rina, kaget karena ada Rudi di rumah mewah itu.
"Kamu???!! " Kata Mereka bersamaan
"kamu ngapain di sini van, sambil menatap penampilan Ivan dari ujung rambut sampai kaki. "
Emm,.em..em..Ivan tidak bisa menjawabnya,
"Kamu kerja disini rupanya, mana majikan kamu. Panggilin donk. " kata Rina
"Nyaaah,, nyonya,,, ada tamu. "Teriak ivan
"Ma, ada tamu. Tapi tolong jangan di ajak masuk. "
"Dia teman Ivan mah, tapi taunya Ivan pembantu disini. "
"Apa?!! Anak satu satunya mama di bilang pembantu?!! "
"Udahlah ma,, biarkan saja. pokoknya jangan suruh masuk, nanti liat foto Ivan"
Mama Ivan keluar menemui Helena dan Rina.
"Siang, jeng,, " Kata Helena
"Siang , Silahkan duduk silahkan duduk." Mery mempersilahkan duduk di kursi depan rumah, Helena dan Rina.
" Ada apa ya jeng? "
"Ini jeng, Saya mau mengundang Jeng mery datang ke acara ulang tahun saya, " Sambil memberikan satu kotak kue.
Oh iya jeng, Saya pasti datang . Kok repot repot bawain kue segala sih...
"Gak repot kok jeng, "
__ADS_1
"Terimakasih jeng, "
Sama sama, Oh ya jeng, Sekalian suami dan putranya di ajak ya jeng, kalau tidak sibuk. "
"Oh iya, nanti saya sampaikan. "
Ketika mery dan Helena lagi asyik ngobrol ngobrol, Rina pamit untuk ke toilet. Alasan Rina karena ingin mengetahui isi dalamnya rumah.
Rina terpukau melihat isi dalam rumah itu,
"Wow mewah banget, ini baru namanya Sultan. Wah kalo putranya laki laki, aku mau menikah dengan putra pemilik rumah ini aja. Rina melihat ada sebuah foto keluarga yang sangat besar, foto Hartono Mery, dan Ivan. Ketika Rina mau mendekati foto itu, Ivan melihatnya dan mendekati Rina.
"Kamu mau kemana? "
"Emh,, Toilet mana? "
"Toilet nya sana. " Menunjukkan sebuah toilet
Rina pergi ke toilet, dengan mengerutu.
Gara gara Ivan, aku jadi gak liat foto itu. Siapa sih putra Hartono? Tadi aku lihat dari jauh sih tampan banget. Cuman aku kan belum hafal wajahnya, kalau udah hafal sih,, sekali dayung 2 pulau terlampaui. Khayalan Rina tingkat dewa
"Kamu dari mana sayang, kok lama banget." Tanya Helena
"Dari toilet "
"Ini putri jeng ya,, cantik sekali "
"Bukan jeng, tapi calon istri putra saya, "
"Owh,,, calon mantu? "
"Iya tante,, Saya Rina". Rina memperkenalkan diri
"Kalau begitu saya permisi dulu ya jeng, " Kata Helena
"Oh ya,, silahkan. Terimakasih kuenya jeng. "
"Sana sama jeng,, Saya pamit dulu jeng. "
"Iya, hati hati di jalan"
"Tante, tau gak tadi yang bukakan pintu itu siapa?
"Pembantu jeng mery kan? "
"Tadi itu yang selalu deket dengan Ayu tante"
"Ya,, emang seharusnya begitu, harus tau posisi kastanya. Emang pantas kalo Ayu sana dia, sama sama miskin. "
__ADS_1
Ha ha ha Tawa mereka bersamaan.