
"Beneran tuh Ivan dapat warisan, wuih,, tajir melintir donk sekarang. "
"Eloe gak takut Rud, ada saingan baru?!! "
"Maksud loh?!! "
"Ya,, itu,, saingan untuk dapetin si Ayu. Sekarang kan Ivan udah jadi tajir, Pastinya Ayu akan semakin dekat dengannya donk,, "
"Ayu bukan perempuan Matre. Jaga ucapanmu!"
"Yah,,, sok Naif loh. Buktinya tadi dia berangkat bareng Ivan. "
"Biasanya kan emang mereka berangkat berdua." Bantah Rudi
Yaudah kalau loe gak percaya, saran gue ya,,, jadi orang jangan terlalu naif. Hari gini gak ada cewek yang gak suka cowok kaya. Dan satu lagi, cinta gak memandang persahabatan. " Teman Rudi mengompori Rudi kemudian pada pergi sambil menepuk pundak Rudi.
Rudi hanya terdiam dan melihat pundaknya ditepuk teman temannya.
"Apa mungkin Ayu seperti itu?!! "
Bukankah mereka emang sering berdua, Tapi benar juga kata temen aku, seringnya berdua membuat rasa cinta itu semakin tumbuh. "
Rudi bertanya dalam hati, kini pikiran rudi menjadi semakin kacau gara gara dikompori temen temennya
"Sebenarnya sudah bukan hak aku ikut campur urusan Ayu, dia sudah bukan siapa siapa aku lagi. Tapi, dengar dia dekat dengan pria lain, kenapa hati aku masih sakit.
"Andai waktu bisa di putar,,,, Ku pastikan aku tak sesakit ini. "
Ivan membeli bubur ayam di kantin, Karena merasa sangat lapar dan memang belum sarapan.
"Bubur Ayamnya satu pak." Kata Ivan
"Baik mas, komplit ya?"
"Iya,, "
"Ini mas, buburnya,, silahkan. " Tukang bubur itu menyajikan buburnya dan melihat ternyata ivan yang memesan.
"Mas Ivan,,," Kata penjual bubur itu.
Ivan yang di sapa hanya bengong, dan bingung kok penjual buburnya bisa tau namanya.
"Mas Ivan masih ingat dengan saya?!! "
__ADS_1
Ivan mengingat ingat bapak itu. Karena memang dia merasa pernah melihatnya.
"Saya sepertinya pernah lihat bapak, tapi di mana ya,, saya lupa pak."
"Saya yang jual bubur di depan rumah sakit itu mas."
"Oh,, ya saya ingat pak, "
"Tapi saya lupa nama bapak. "
"Nama saya Dadang mas, Saya ucapkan terimakasih mas Ivan dan mbak Ayu,,,karena saya sudah di perbolehkan jualan disini. Saya sangat senang, bisa jualan disini, pendapatan saya meningkatkan,dan sekarang kebutuhan kami bisa tercukupi."
"Syukurlah kalau begitu,, "
"sama sama pak,, "
Ivan selesai makan, dan bertanya total yang harus dibayar.
"Ini semua berapa pak?" Tanya Ivan
"Gak usah mas,"
"Loh kok gak usah gimana?! "
"Loh gak bisa gitu pak, bapak kan juga butuh modal buat dagangannya, masak mau di gratiskan. "
"Beneran mas, saya ikhlas, sebagai wujud terimakasih saya, tiap hari saya gratiskan buat mas Ivan dan mbak Ayu. Karena saya disini juga di gratiskan sewa tempatnya. Jadi saya mohon mas Ivan Terima niat baik saya, walaupun hanya bubur ayam.
Bagi saya, itu masih belum cukup untuk membalas kebaikan mas Ivan dan mbak Ayu. "
"Oke,, gini aja pak,,ini uangnya tetap bapak Terima, kalau misal ada orang yang membutuhkan, tinggal gratiskan saja, sebagai ganti milik saya."
"Oh ya mas, baik baik,, "
"Mas Ivan memang orang-orang sangat baik. Tak heran kalau istrinya juga sangat baik. "
"Istri?!!!! "
"Siapa yang punya istri?!! " Tanya Sela yang kebetulan lewat
Pak dadang terdiam dan memandang Ivan, menunggu kode dari Ivan.
"Kok pada diam?!! "
__ADS_1
"Kamu punya istri van?!! "
"Ya iyalah,,, semua pria pasti pengen punya istri yang baik. Betul gak Pak Dadang?" Kata Ivan
"Iyalah mas,, mana ada yang menginginkan punya pasangan hidup. semua pasti mengharapkan itu. Kalau orang baik, jodohnya pasti baik, gitu mbak,,, "
"Owh,,, " Jawab Sela
"Van, bay the way kamu tampil keren banget hari ini. " Puji Sela
"Makasih,, "
"Van, mau gak nanti pulang kuliah kita jalan bareng" Goda Sela sambil merangkul tangan Ivan dengan manja
Ivan melepaskan tangan Sela, karena merasa risih dan takut kalau ada yang salah paham.
"Maaf aku gak bisa. Aku harus kerja. " Ivan menolak dengan sopan.
"Emang kamu kerja dimana? "
"Di perusahaan MATHOYA"
"Wow keren banget, perusahaan itu kan lagi berkembang pesat. "
"Eh di sana masih ada lowongan gak? " Tanya Sela, dia ingin bekerja bersama Ivan, biar bisa berduaan dengan Ivan, dan mengambil hatinya.
"Ada sih,, sebagian staf marketing."
"Baiklah,, Besok saya lamar kesana. "
"Kamu kan kaya?! kenapa masih mau bekerja.?" Tanya Ivan
"Yah,, aku kan juga pengen jadi cewek mandiri, " jawab Sela bohong
Di Perusahaan Mathoya, Sela melamar pekerjaan. Memang sangat banyak lowongan pekerjaan disana, Sela pun harus rela mengantri dengan orang orang banyak. sebenarnya dia sangat enggan mengantri hanya untuk melamar pekerjaan, Karena orang tuanya oun punya perusahaan sendiri, jadi dia tak perlu repot repot antri untuk melamar pekerjaan. Tapi semua ini dilakukan hanya demi Ivan. Agar bisa berdekatan dengan Ivan. Saat tau kalau ternyata Ivan adalah Direktur di perusahaan itu, hati Sela semakin berbunga bunga. Kini niat Sela semakin bulat untuk mendapatkan Ivan.
Ketika pas giliran sela di panggil, Sela melamar sebagai sekertaris.Dan kebetulan memang ada lowongan buat sekertaris, karena sekertaris yang lama sudah risegn.
"Ivan, sekarang kamu tak bisa lepas dari aku. " Sela tersenyum puas
"Bodo amat dengan perusahaan papa, yang penting aku bisa berduaan dengan ivan. Kalau dia sudah jadi milikku, pasti dia mau mengurus perusahaan papa juga. "
"Papa pasti bangga." Kata Sela kegirangan.
__ADS_1