
Ivan dan Nayla sampai di cafe yang dituju. Di sana Rina sudah menunggu Ivan.
Nayla dan Ivan sengaja masuk cafe dengan berpencar. Mereka masuk tidak bersamaan.
Cafe cinta, sebuah cafe yabg sangat mewah juga mahal, karena sangat lengkap.Terdapat ruangan khusus bagi para pengunjung yang mau menyewa dengan harga VIP. Ada juga ruangan dansa dan disko dengan DJ yang sangat profesional.
Ivan dan Nayla berpencar mencari keberadaan Rina. Tak lupa Nayla memakai masker, biar tidak di kenal oleh Rina.
Rina melihat Ivan yang sedang mencarinya, dan memanggilnya
"Van!! " kata Rina sambil melambai lambai tangannya.
Ivan menoleh, dan mendekat ke meja Rina.
Ivan mengambil posisi duduk di samping Rina, tapi agak berjauhan. Sengaja Ivan tidak mengambil posisi di depan Rina, karena biar gak melihat wajah Rina secara langsung di depan matanya
"Lama banget, sampainya? "
"Iya, tadi macet"
"Tumben malam malam macet, kamu gak sedang cari alasan kan?!! "
"Ya, mungkin terjadi sesuatu kali," Jawab Ivan asal
"Mbak! " kata Rina melambaikan tangannya pada pelayan. Pelayan pun mendekat
"Selamat malam tuan, nona, bisa saya bantu"
"kali mau pesan makanan"
"Bak nona, silahkan, "Sambil menyodorkan daftar menu
__ADS_1
"Van, kamu mau pesan apa?!! "
"Terserah.Aku ikut aja"
"okey,, saya pesan ini, ini dan ini. " Kata Rina sambil menunjukkan menu makan malamnya
"Baik nona, silahkan di tinggu sebentar, kami segera menyiapkan menunya, " Kata pelayan sambil membungkukkan badannya kemudian pergi
"Van, kamu ganteng banget malam ini'
"Makasih" Jawab Ivan santai $Sambil mengotak atik henponnya dengan kaki kiri menopang kaki kanan
"Ngapain kamu ajak dinner aku?!"
"Kamu sudah izin sama Rudi belum? "
"Ntar dia cemburu lagi dan nuduh aku yang enggak enggak. "
Rina berpakaian serba ketat, bahkan sangat terlihat jelas bentuk lekuk tubuhnya.
"Ternyata Ivan dari tadi mengirim pesan pada Rudi. Dia meminta Rudi untuk menemuinya di cafe yang sudah di share. Ivan juga bilang kalo dia sedang dinner dengan Rina, atas permintaan Rina.
Sedangkan Nayla dari meja ujung memperhatikan gerak gerik Rina dan mulai merekamnya.
Rina menyentuh tangan Ivan yang ada di meja, sontak Ivan langsung menarik tangannya sendiri.
"Kenapa kamu jaim banget sih,," Kata Rina sambil bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Ivan. Rina berdiri di belakang Ivan, dan merangkul ivan dari belakang.Dengan pose yang nakal, dan menempelkan buah dadanya di lengan Ivan.
Mendapat perlakukan seperti itu membuat Ivan risih, Bukannya nafsu, justru sebaliknya, Ivan merasa jijik dengan kelakuan Rina yang sudah seperti wanita penghibur.
"sorry! kita di sini cuma sebatas makan, dan kamu jangan aneh aneh. Atau aku pulang sekarang juga." Kata Ivan mengancam
__ADS_1
Rina membisikkan sesuatu di telinga Ivan.
"Satya Ivan Hartono"
Seorang putra Konglomerat Yang sudah sukses di usia mudanya, tapi selalu menutupi indentitasnya
Mendengar bisikan itu, Ivan cintai kaget dan menoleh ke arah Rina.
Rina tersenyum simpul, dan kembali ke tempat duduknya, sambil mengelus pipi Ivan.
" Kenapa kaget ya?!"
Aku sudah tau semuanya kok"
"Dari mana kamu tau itu?! "
"Itu semua tidak penting. Yang terpenting Aku tau siapa kamu sebenarnya. "
"Yang Ku kuatir kan, gimana kalau sampe orang orang tau tentang siapa kamu. "
"Oh M G,,,,, pasti akan jadi berita viral ya"
"Terus mau kamu apa?! "
Tiba tiba Makanan sudah datang,
"Tuh makanannya sudah datang, Makan dulu aja, di bahasa nanti lagi." Jawab Rian sambil tersenyum
Ivan dan Rina makan bersama. Tapi kaki ini selera makan Ivan jadi hilang. Rina menggoda Ivan dengan mencoba menyuapi Ivan.
Awalnya Ivan tak mau, tapi karena sudah memegang kartu As nya Ivan, sehingga ivan tidak bisa berkutik.
__ADS_1
"Ayolah, Satya sayang,,,buka mulutnya, hah hak,,,, " Rina memaksa ingin menyuapi Ivan