
"Panggil Aku papa nak, Aku papamu"
"Pa paa,, ??" Tanya Nayla, dengan terbata bata.
Dan dijawab dengan anggukan oleh Mahendra
"Bagaimana kabar kamu nak? "
"Nayla baik baik saja pah, papah harus segera sembuh pah, "
"Iya nak, doa in papah agar segera bisa pulang. Kita kumpul bersama, papah akan menebus dosa papah padamu. "
"Pah, udah jangan bilang seperti itu, yang penting papah harus sembuh "
"Kamu kuliah ambil jurusan Apa nak?!! "
"Bisnis managemen pah,"
"Wah,, bagus sekali,, "
"Ya,walaupun kehidupan saya pas pasan, tapi saya punya cita cita ingin jadi pengusaha sukses. "
"Bahkan dulu sering jadi bahan tertawaan dan ejekan di kampung, karena saya orang miskin, tidak cocok ambil jurusan itu."
"Tapi itu tidak merubah pendirian saya, saya harus jadi orang sukses, agar bisa membahagiakan bapak dan ibuk." Jawab Nayla sambil menunduk.
"Kamu,,,kamu,,,, memang anak papa, karakter kamu, sama seperti papa. Dan pola berfikir kamu juga seperti yang papa inginkan. "
"Papa, sangat bangga pada kamu"
"Percayalah, semua cita cita kamu pasti tercapai. "
"Kamu akan jadi pengusaha sukses!!"
"Maksud papa?!! "
"Kamulah ahli waris papa,kamu dan Ayu adalah ahli waris papa. " Kata Mahendra senang, kemudian bersedih ketika ingat ayu.
Sementara ivan yang dari tadi mendengar percakapan antara Nayla dan Mahendra, menjadi bingung.
__ADS_1
"Apa maksud semua ini pah?!! " Tanya ivan tak mengerti
"Van, kenalan ini adalah Nayla, kembaran Ayu. "
"Nayla Rahayu namanya" Kata Mahendra
"Kembaran Ayu? "
"Iya,, mereka terpisah saat masih bayi, setelah mereka lahir. "
"Tapi saya tak mengerti dengan semua ini?!! Kenapa bisa mereka terpisah, dan sekarang saat Ayu sudah meninggal dia datang kesini. Apa maksudnya?!! "
"Ceritanya panjang, Besok aku ceritakan semuanya ke kamu. "
"Nay, dia Ivan, suami adik kamu, Dinda Ayu. " Nayla melihat Ivan dengan tatapan cuek.
"Pantesan tadi peluk peluk Nayla, kalau tidak di depan papa yang lagi sakit, udah aku tonjok kamu. "
"Loh salah aku apa?!! Aku kan gak tau kalau kamu kembaran istriku. "
"Masak kamu gak bisa bedakan mana yang istri beneran dan yang palsu?!! "
"Kesucian Ku hilang gara gara pelukanmu tau gak!"
"Aku sama sekali tidak menodai kamu!"
"Perlu kamu tau ya mas, saya ini belum pernah tersentuh sama laki laki, dan kamu orang pertama kali yang berani peluk peluk aku.Di depan ibu ku lagi. "
"Mau taruh mana muka aku?!! "
"Lah,, itu muka,,, masih nempel di situ. "
"Lagian kalau tak pernah tersentuh laki laki, kamu juga tak pernah jabat tangan donk. "
"Kalau jabat tangan beda lagi mas, jangankan jabat tangan, nonjok laki laki pun sering. "
"Apa mas juga mau coba?!! " Kata Nayla sambil mengepalkan tangannya ambil posisi mau nonjok ivan .
"Melihat hal itu, membuat Ivan bergidik ngeri.
__ADS_1
Aduh,,, amit amit,,, istriku kok punya kembaran kayak gitu ya,, kelakuannya kayak preman. "
Kata ivan dalam hati sambil mengusap ngusap lengannya
"Udah udah,, kalian ini baru kenal kok udah berantem sih,, Kata Minah
"Nay, maafkan adik iparmu, Dia yang akan membantu kamu mengurus perusahaan papah."
"Hah,,, bersama dia pah?!!!"
Aku harus bersama sama dia di kantor?!!"
Tanya Nayla sambil menunjuk Ivan kemudian menunjuk hidungnya sendiri.
"Kenapa?!!! " Tanya ivan
"Males aku sama kamu."
"Aku juga males dengerin mulut bawel mu. " Kata ivan memalingkan wajahnya
"Sudah sudah,, kalian jangan ribut, "
"Berjanjilah Nay,Van, kalian harus menjadi patner yang solid. " Kata Mahendra dengan nada memohon dan masih lemah
"Iya pah, " Kata Nayla dan ivan bersamaan
"Kalau begitu Ivan pamit dulu ya pah, masih ada yang harus segera Ivan selesaikan "
"Iya van, kamu hati hati"
"Iya pah, mari bu minah saya duluan" kata ivan sambil membungkuk
Iya nak ivan,, hati hati di jalan."
Ivan pergi menuju pintu keluar. Sementara di dalam ruangan masih banyak yang harus di ketahui oleh Nayla.
Baik Nayla dan Mahendra saling bercerita sehingga menimbulkan kedekatan antara ayah dan anak, yang selama ini terpisah.
Di luar ivan menggerutu dalam hati,
__ADS_1
" Andai kamu tidak mirip dengan Ayu, pasti aku tak mau berpatner dengan mu. perempuan preman dengan mulut beo."
"Ayu,, aku kangen sekali padamu,, " sambil melihat foto Ayu di hapenya.