
"Pagi mah," Sapa Rudi pada Helana,
"Pagi sayang,,Tumben pagi pagi udah rapi, mau kemana? "
"Hari ini Kampus mengadakan kemping,"
"Di mana? "
Ya katanya sih daerahnya agak terpencil, jauh dari keramaian, akses menuju jalan kesana pun agak sulit, kendaraan roda 4 tidak bisa sampai ke lokasi. Makanya berangkat pagi. "
"Di Puncak maksud kamu? "
"Entahlah,, Rudi juga belum pernah kesana"
"Sejak kapan kamu suka kemping"
"Kan Rudi jadi tim medis Ma, dan itu sudah jadi kewajiban Rudi untuk ikut serta dalam acara itu"
"Rina juga ikut? "
"Kayaknya enggak,"
"Ya jelaslah, Mana mau Rina datang ke tempat gituan," jawab Helena
"kalau Ayu?!! "
"Mungkin ikut, dia kan jadi anggotanya"
Mamanya dengar kalau Ayu ikut menjadi kawatir, perasaan tidak senang pun langsung muncul.
"Rudi, mama harap pernikahan kamu di adakan secepatnya. Mama gak mau kamu terus dekat dekat dengan Ayu. Dan memikirkan Ayu. Buka hatimu untuk Rina, dialah yang pantas untuk mu, bukan si Ayu. kamu hanya akan dimanfaatkan oleh Ayu. Kamu lihat sekarang, Ayu sudah akan menikah dengan Satya, orang terkaya di kota ini, pasti ayu menggunakan mantra untuk menarik hati Satya, setelah gagal mendapatkanmu."
"Udahlah Mah, gak usah bawa bawa Ayu"
"Tapi mama gak mau, kalau kamu sampai balikan sama dia! "
"Ya,, kalau itu terjadi berati sebuah anugrah buat Rudi"
"Apa maksudmu"
"Mah,, realitanya saja ma,, Ayu dijodohkan oleh Satya, yang mama bilang orang terkaya di kota ini.Bahkan mereka bentar lagi mau menikah, Sedangkan kita, kekayaan kita sebanyak apa sih mah,, belum ada apa apanya di banding Satya, tapi kalau Ayu sampai memilih Rudi, berarti itu sebuah anugrah buat Rudi. "
"Jadi Ayu di jodohkan?!! "
"Iya, "
"Brati kemungkinan dia bisa balikan sana kamu, ini tak boleh terjadi"
"Tapi Rudi berharap itu terjadi, " kata Rudi sambil mengigit sepotong roti tawar dengan seleksi coklatnya .
"Mama gak akan merestui kamu dan Ayu. Titik!"
"Setelah urusan papamu di luar negri selesai, pernikahanmu dan Rina harus segera berlangsung. "
"Terserah mama deh,Tapi jangan pernah menyalahkan hati Rudi.
__ADS_1
"Rudi pergi dulu mah, "
Rudi berangkat ke kampus, karena jam 8 pagi sudah harus berangkat ke lokasi tujuan.
Di kampus semua mahasiswa sudah berkumpul, sudah pada siap di bus, Rudi mencari Ayu, tapi ternyata Ayu susah duduk di samping ivan. Melihat itu, Rudi agak kecewa, tiba tiba Ica datang.
"Hei Van, kamu minggir minggir, pindah tempat."
"Eh apa maksud mu?!! main ngusir ngusir segala"
"kamu gak lihat nih denahnya,, Ayu duduk di samping Ica. kamu duduk di belakang bersama Sela"
"Mana?!! kemarin denahnya aku disini,"
"Sudah di rubah! Nih kalau gak percaya" Ica memberikan denah tempat duduknya
Ivan membaca denah itu,ternyata ada yang merubahnya, ivan kesal karena tidak bisa dekat dengan Ayu.
"Kurang ajar, siapa sih yang sudah merubahnya. "
Melihat Ica yang duduk di samping Ayu, Rudi sedikit lega.Rudi gak suka kalau melihat kedekatan Ayu dan Ivan, Rudi takut kalau benih benih cinta akan muncul dengan kedekatan mereka yang semakin hari semakin dekat. Walaupun Rudi dan Ayu sudah putus dan hanya menganggap sebaiknya teman, tapi dari hati Rudi yang paling dalam masih tetap mengharap Ayu. Karena rasa cinta Rudi buat Ayu masih tetap besar.
Ivan mundur ke belakang, duduk di samping Sela, sela yang bisa duduk di samping ivan merasa sangat senang, sedangkan Ayu merasa sangat cemburu karena calon suaminya duduk di sebelah musuhnya, yaitu orang yang selama ini sangat terobsesi sana ivan.
"Hei ivan,, " Sapa sela dengan genitnya
"Hei,, " Jawab ivan dengan ragu
Ivan duduk, menyandarkan kepalanya di kursinya.
"Van, kamu tau gak, kalau Ayu itu udah punya calon suami. "
"Kalau kamu deket deket dengan dia terus, kamu bisa kena masalah lo. Kamu harus tau, calon suaminya itu orang yang sangat sadis. "
mendengar kata sadis, Ivan membuka matanya, dan menatap Sela
"Kamu kenal dia? "
"Gak juga sih, cuman rumornya gitu, dia sadis kalau dengan lawan bisnis nya. Dia kan tak pernah ter expos, gak ada yang kenal dia, kalau bukan dari kalangan pembisnis. "
"Oh,, " Jawab Ivan
" Tapi aku kemarin lihat dia, di pestanya tante Helena"
"Dia sangat tampan, walau pake topeng"
"Oh ya,," kata Ivan sambil senyum
"Tapi,, Bukan selera gue sih,, "
"Kenapa?"
"Dia terlalu dingin dengan orang lain. "
Oh,,, Ivan memejamkan matanya kembali, dan mengabaikan ocehan ocehan Rina.
__ADS_1
Ting,,, bunyi pesan masuk di HPnya
Ivan membuka ada pesan dari nana Sayangku yaitu Ayu.
"Seneng ya,, bisa deket deket dengan princes. "
"Maksudmu"
"Bisa duduk dengan Sela, Dia kan penggemar berat kamu "
Tiba tiba Ivan merasa ada yang bersandar di bahu Ivan, yaitu kepala Sela sengaja di sandarkan di bahu Ivan. Ivan tau maksud Sela.
"Sel sel maaf ya,, kepalanya,, kamu bersabar di kursi saja ya" kata Ivan sambil menyandarkan kepala Sela di kursinta
"Tapi,, aku nyaman gini. " kata Sela sambil memeluk tangan Ivan.
Ayu yang melihat kejadian itu dari depan, merasa sangat cemburu dan marah.
"Peluk terus,, sekalian aja di cium, ambil kesempatan dalam kesempitan" pesan Ayu kesekian kalinya
"Aku gak peluk dia, tapi dia yang peluk tangan aku"
"Tapi ngapain kamu diam aja, "
Ivan jadi serba salah, gara gara tempat duduk aja kesalahpahaman terjadi.
Tiba tiba Ivan punya ide cemerlang. Ivan maju duduk di depan, samping pak sopir.
"Mau kemana kamu van? " Tanya sela
"Perutku terasa mual, aku harus ke depan. "
"Kamu mabuk bus?!! "
"mungkin. "
kini Ivan duduk si samping sopir bus, dan Sela duduk sendiri. Dalam hati menggerutu sendiri, karena tidak bisa berdekat dekatan dengan Ivan lagi. kesempatan untuk mendekati Ivan gagal.
Tiba tiba,, hoek hoek,, Ica muntah di kantong plastik karena mabuk kendaraan.
"Kamu mabuk kendaraan ca?" tanya Ayu
"Aku harusnya duduk di depan yu, kalau liat jalan aku gak mabuk. "
Nih,, cium minyak kayu putih dulu,, biar perutnya gak begitu mual.
Ica maju ke depan,ingin duduk di samping supir. Tapi udah di duduki ivan.
"Ngapain kamu, muntah?!! "
"Aku kalau gak duduk di depan muntah van,, "
"Makanya, kamu duduk disini aja. kita tukeran tempat duduk. "
"yaudah sana kita gantian tempat "
__ADS_1
Akhirnya rencana Ivan berhasil. Dan bisa duduk di samping Ayu kembali.
Sementara Rudi naik mobil khusus, buat para tim medis .