
Rudi masuk ke dalam, dia melihat Ivan dan Rina yang berada dalam satu meja. Rudi memilih untuk menjauh dari meja mereka. Rudi duduk di meja ujung, yang ternyata bersebelahan dengan Nayla.
Pada Saat Nayla minum, Nayla membuka maskernya, dan kebetulan Rudi menengok ke samping arah Nayla.
"Ayu?!! " Kata Rudi spontan
Nayla menoleh ke sumber suara, ternyata Rudi yang memanggil.
"Ssssssstttt" jawab nayla sambil menempatkan telunjuk di bibirnya.
Rudi langsung pindah tempat duduk, dia gabung bersama Nayla.
"Kamu ngapain sendiri di sini?! "
"Ssssstt jangan keras keras. Tuh,, Nayla menunjuk ke arah Ivan dan Rina.
"Ngapain kamu memantau mereka? "
"Gak papa, cuman aku gak mau si kutu kupret itu di apa apain sama mak Lampir itu. "
Di sini Rudi semakin heran dengan Ayu, dia yakin ada yang aneh pada diri Ayu.
"Gak biasa biasanya Ayu mengatai Ivan dengan sebutan kutu kupret, dan manggil Rina mak Lampir. "
"Lagian sejak kapan Ayu melindungi Ivan, bukankah seharusnya perempuan yang di lindungi cowok?!!"
"Bahkan Ayu yang sekarang lebih energik, dan agak bar bar." Batin Rudi dalam hati sambil terus memperhatikan Ayu
Ayu menoleh ke arah Rudi, ternyata Rudi masih melamun memandang dirinya.
Ayu melambai lambaikan tangannya di hadapan Rudi, tapi tidak ada respon dari Rudi.
Kemudian Ayu menjentikkan jarinya di depan muka Rudi, Rudi tersadar dari lamunannya.
"Hellooww!! kamu melamun?! " Tanya Ayu
__ADS_1
"Eng Enggak," jawab Rudi terbata bata
"Sepertinya kita pernah ketemu deh,,dimana ya,,?🤔🤔 kata Nayla mikir
"Oh iya, kamu mahasiswa Tunas Jaya kan?"
"Siapa namamu?! " Kata Nayla sambil memakan cemilannya
"Kamu gak ingat aku yu?!! "
"Nayla geleng geleng kepala"
"Jadi,kecelakaan itu membuat kamu amnesia??"
Nayla tak menjawab pertanyaan Rudi.
"Aku Rudi, sahabatmu, Mantanmu. "
"Dan aku juga masih sangat mencintaimu" kata Rudi menjelaskan pada Nayla
"Kamu gak ingat dengan aku sama sekali yu? "
"Udahlah Rudi, gak usah di bahas lagi, yang lalu biarlah berlalu. "
"Oh ya, denger dengar kamu udah mau nikah dengan nenek Lampir itu? "
"Kapan?"
"Yu, terus terang aku belum bisa melupakan mu, Aku juga gak tau kapan pernikahan itu di lakukan. "
"Seandainya pernikahan itu di terjadinya, hatiku tetap untuk mu, dan Rina hanya memiliki ragaku, tapi hatiku hanya untukmu. " Kata Rudi sambil menggenggam tangan Ayu.
Ayu hanya diam, menatap keseriusan Rudi.
"Yu, aku minta maaf, atas semua kejadian waktu itu, sungguh itu di luar kendaliku.Aku dijebak sama Rina. sungguh Aku tidak punya niat sedikitpun untuk menduakan kamu. "
__ADS_1
"Rudi, sudahlah,,, jangan kau sesali apa sudah terjadi. jika nasi sudah jadi bubur, tapi buatlah bubur itu menjadi bubur ayam yang lezat. Sehingga kau tidak akan terlarut dalam penyesalan yang mendalam. " Kata Ayu sambil tersenyum nyengir,dan mengacungkan kedua jarinya, membentuk huruf V. karena sok sokan memberi petuah pada orang yang lebih tua.
Ayu meringis, terlihat ada Ginsul giginya, sehingga membuat dia tampak lebih manis.
Rudi tercengang melihat gigi ginsul Ayu. Karena sejauh ini ayu tidak punya ginsul gigi.
Ini membuat Rudi semakin curiga pada Ayu.
Rudi menarik Ayu untuk keluar, dia ingin memastikan siapa dia sebenarnya.
Kini Rudi sangat yakin, bahwa yang di hadapannya saat ini bukan Ayu yang dia kenal, melainkan Ayu palsu.
"Ayo ikut aku sebentar! kata Rudi sambil menarik tangan Ayu. "
"Eh mau kemana?!! " Tanya Ayu sedikit berteriak.
"Keluar sebentar! " Sambil terus menarik tangan Ayu
"Lepas! Lepaskan aku! " Kata Ayu berusaha melepas cengkraman tangan Rudi.
Keributan itu terdengar sampai ke meja Ivan. Ivan dan Rina menengok ke sumber suara teriakan itu, disana terlihat ayu sedang di bawa oleh pria.
Tapi Rina tidak mengenali kalau mereka Ayu dan Rudi, tetapi Ivan sudah hafal dengan baju yang di pakai Ayu.
"Ngapain mereka ribut ribut gitu?! " Kata Ivan dalam hati
Rina yang melihat Ivan sedang melihat kearah belakang, ini kesempatan emas Rina buat menaruh sesuatu di minuman Ivan. Dengan cepat Rina menuangkan serbuk ke dalam minuman Ivan dan mengaduknya.
Ivan berdiri, dan mau mengejar Ayu, tapi di cegah oleh Rina.
"Mau kemana?! Emang kamu kenal sama mereka?! "
Terpaksa Ivan duduk lagi, karena tak mau Rina tau kalau Ivan bersama Ayu.
"Minumlah,, atau aku suapin makanannya?! "
__ADS_1
" Tidak! Aku bisa sendiri" Jawab Ivan.
Akhirnya Ivan meminum minuman yang sudah di campur serbuk oleh Rina.