Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Adanya titik terang


__ADS_3

Di Kampus seperti biasa,saat istirahat Rudi dan teman teman nongkrong di kantin. Entah apa yang mereka bahas, tentunya selalu membuat mereka seru, ketawa ketawa dan saling bercanda. Terkadang terlontar bullyan bullyan antar teman.Namun beda dengan Rudi, kali ini Dia tidak merespon candaan teman temanya, Dia lebih memilih diam dan memikirkan nasif masa depannya dengan Rina. Rudi yang merasa sangat bersalah karena telah mengkhianati cinta mereka, namun di sisi lain Rudi juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan dengan Rina. Rudi tak mungkin lari dari tanggung jawabnya, namun dia juga tak ingin berpisah dengan Nayla. Rudi sedang memikirkan bagaimana caranya dia akan bicara dengan Nayla,


Bagaimana cara dia memutuskan hubungan dengan Nayla.


"Rasanya tidak mungkin aku harus jujur dengan Nayla tentang apa yang telah aku lakukan dengan Rina, tapi kalau aku tidak bicara lantas bagaimana cara aku bisa memutuskan hubungan ini, bagaimana mungkin aku bisa berpisah dengan orang sangat aku cintai, "


"Bagaimana mungkin aku harus hidup dengan orang yang tidak akurat cintai sama sekali, "


"Bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi? "


"Kenapa aku sampai bisa melakukan hal terbodoh dan memalukan itu. "


"Oh Tuhan,,, aku sangat mencintai Nayla, aku tak ingin berpisah dengan dia. "


Tiba tiba terdengar salah satu temannya, yang sedang membicarakan tentang pencurian di salah satu kompleknya.


β€ŒDia membicarakan kalau maling itu ketangkap berkat CCTV di depan rumahnya. mendengar hal itu, membuat Rudi teringat akan CCTV yang ada di apartemennya.


Dia baru ingat kalau di setiap ruangan apartemennya ada CCTV nya.Tanpa pikir panjang dia langsung pulang ke apartemennya,untuk mencari rekaman cctv nya. Melihat Rudi yang langsung pergi, semua teman temannya terheran, karena tidak biasanya dia seperti itu.


"Ada apa dengan Rudi?" tanya Adit, salah satu teman Rudi.


teman temannya hanya menjawabnya dengan gerakan tangan ke atas dan kepala menggeleng.


"Gak biasanya dech,, Aku curiga jangan jangan ada sesuatu. "


"Gimana kalau kita ikutin. " kata salah seorang dari temannya


ketika mereka mau pergi menyusul Rudi, tiba tiba Nayla datang dan menanyakan keberadaan Rudi.


"kalian lihat Rudi gak? "


"Barusan dia pergi"


"Itu dia orangnya. "sambil menunjuk Rudi yang sudah melakukan dengan motornya


"Mau Kemana dia?! " batin Nayla


Di dalam apartemen Rudi segera membuka laptopnya, dan menemukan rekaman CCTV di setiap ruangan itu.


Betapa terkejutnya ketika dia berhasil melihat jejak rekamannya.


Rudi sangat marah sekali, ternyata dia telah di bohongi oleh wanita ****** itu.


"Kurang ajar!! " sambil mengepalkan tangannya di meja


Rudi keluar menuju terasnya, menghirup udara banyak banyak, guna menenangkan pikirannya yang seakan mau meledak.


setelah beberapa lama kemudian, pikirannya sudah mulai rileks, dan bisa berfikir jernih.


"Oke aku ikuti permainan mu Rina,sampai sejauh mana kamu bisa membohongiku dengan permainan busuk mu itu. "

__ADS_1


Rudi pun kembali ke kampusnya, dengan keadaan sudah biasa, tidak lagi murung seperti tadi.


"Kamu dari mana tadi kok kayaknya buru buru banget" Tanya Adit


"Tadi ada urusan dikit, " jawab Rudi


"Oh ya, ada yang lihat Nayla gak?"


"Tadi cari kamu sih pas kamu pergi. sekarang gak tau kemana "


Rudi mencari Nayla dan ternyata dia sedang berdua dengan ica.


Rudi mendekati Nayla, dia melihat mata Nayla berkaca kaca.


"Kamu kenapa Nay? " Tanya Rudi


"Aku ke kelas dulu yak, ada jam nih, " Saut ica karena gak ingin mengganggu mereka, yang sebentar lagi akan perang Mahabarata. πŸ˜…πŸ˜…


Nayla masih terdiam sambil mengontrol gejolak emosinya.


Rudi duduk di samping Nayla, dia mau mengusap pipinya, namun di tempat oleh Nayla. membuat Rudi bingung apa yang terjadi dengannya.


"Ada apa? "


"Apa kamu baik baik saja? "


"Ya aku baik baik baik saja!"


"Tapi kenapa kamu menangis? "


"Bilang dong ada apa? "


"Jangan bikin aku jadi bingung"


Nayla memperlihatkan foto di HP nya, tampak Rudi yang sedang tidur dengan Rina. Rudi yang telanjang dada, dan Rina yang sedang dipeluk Rudi, karena rekayasanya membuat foto itu seperti natural mereka habis memadu kasih.


"Seharusnya aku yang tanya kepadamu, ada apa? "


"Apa sekarang kamu sudah mulai jatuh cinta dengannya, apa kamu memang sangat tergoda dengannya "


Aku juga sadar, siapa lah aku sekarang. aku bukan siapa siapa lagi buat kamu, aku hanya sebatas mantan buatmu.Dan dia adalah calon istri mu, jadi aku Terima kenyataan ini walaupun sangat sakit ".


"Aku pikir kamu akan menepati janjimu, kalau semua itu hanya formalitas saja namun ternyata aku salah. "


"Dapat darimana foto itu?! "


"Tidak penting aku dapat dari mana, "


"Yang terpenting aku sudah sifat aslimu. "


Rudi menghela nafas panjang, dan

__ADS_1


berkata, kali ini tidak menyangkal ocehan Nayla yang panjang kali lebar. karena menurut nya kalaupun dia menjelaskan Nayla tidak akan percaya karena emosinya masih memuncak.


Oke,,, silahkan ku percaya pada foto itu Nay, gak papa itu kamu. mungkin dengan foto itu kamu sudah bisa menebak dengan benar bagaimana cintaku denganmu.


"Namun satu hal yang perlu kamu tau, sekarang aku juga tau bagaimana rasa cintamu padaku, sangat dangkal" serangan balik Rudi mulai muncul walaupun dia bicara dengan nada normal.


mendengar pernyataan itu dari Rudi, nayla menoleh ke arah Rudi


"Apa maksud kamu?! "


"Cintaku yang dangkal!! Cintaku palsu! "


"Mau tau kenapa aku bilang cintamu dangkal?" tanya Rudi masih dengan nada lembut


Nayla hanya diam tidak menjawabnya


"Karena hanya dengan foto macam itu kamu lebih percaya orang lain dari pada aku.tanpa konfirmasi dulu kebenarannya. Kalau kamu mencintai ku, kamu pasti percaya sama aku bukan orang lain."


Mendengar ceramah dari Rudi, Nayla mulai berfikir jernih. dia baru sadar kalau Rina adalah orang yang licik, bisa jadi itu foto editan rekayasa dia saja untuk menghancurkan hubungannya dengan Rudi. karena selama ini memang ambisi Rina untuk memisahkan mereka berdua


"Maafkan aku, aku tak berfikir sejauh itu. aku terlalu naif dengan apa yang aku lihat saja.katena aku belum sanggup kehilangan kamu, "


Rudi meraih kepala Nayla untuk bersandar di bahunya,


kalau kamu sudah tenang, aku akan cerita yang sesungguhnya, tapi kalau hatimu belum stabil aku tidak akan cerita


"Apa maksudmu?! "


"Aku tanya dulu ke kamu, apa kamu percaya kepadaku? "


Nayla menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya aku di jebak oleh Rina,entah apa tujuan dia sampai dia rela melakukan hal serendah itu." Rudi memperlihatkan rekamannya ketika Rina menaruh obat di minuman Rudi. dan ketika Rudi di papah masuk kedalam kamarnya saat Rudi sudah tak sadarkan diri.


Melihat hal itu, Nayla rasanya ingin meninju Rina.


"Kurang ajar! "


"Biar ku beri pelajaran dia?! " kata Nayla hendak beranjak dari kursinya. namun di tahan oleh Rudi.


"lepaskan aku, "


"akan ku beri pelajaran dia. " nayla yang darahnya sudah mendidih ingin menghajar Rina.


Namun Rudi berhasil menghalanginya,


"Kamu tenang dulu, menangkap ikan tak akan bisa kalau kita berisik.jadi ikuti aja alur permainan nya, aku ingin tau sejauh mana dia akan bermain licik ini. "


"dan aku penasaran ada apa sebenarnya tujuannya, dan apa yang dia sembunyikan dari keluargaku "


Nayla mengerti, dan mengikuti instruksi dari Rudi.

__ADS_1


Kamu


__ADS_2