Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 77


__ADS_3

klunting,,, bunyi henfon Ivan tanda ada pesan masuk. Ivan mbukanya, Ternyata dari rina yang menagih janji.


"Aku sudah menunggu di cafe, kamu dimana? " bunyi pesan Rina


Ivan hanya membaca dengan muka jutek dengan bibir menyungging sebelah. Kemudian ivan menelfon Nayla, untuk ikut bersamanya.


"Kamu ikut aku! Aku jemput kamu sekarang."


Kata ivan langsung mematikan telfonnya. tanpa menunggu jawaban dari nayla.


"Apaan sih ni orang,main paksa paksa segala."


"Gak tau apa, aku sudah ngantuk berat"


Kemudian merebahkan badannya, dan tidur lagi


Ivan sampai di Mention Mahendra, Para penjaga membukakan pintu mobil Ivan, dan memberi ucapan selamat datang. Ivan langsung masuk ke Mension, karena seringnya keluar masuk Mension itu, Sehingga sudah seperti rumah sendiri.


Ternyata Mahendra sedang di ruang tivi,Ivan melihat Mahendra sedang duduk nonton tivi sendiri sambil menikmati kopi. Sebenarnya Ivan kasihan melihat Mahendra yang kesepian, tidak ada teman ngobrolnya, tapi gimana lagi, kali ini Ivan tidak bisa berlama lama,karena ada urusan dengan Rina,


"Malam pah, " Sapa Ivan kemudian bersalaman dengan Mahendra


"Hey van,Tumben malam malam, sini duduk duduk, " Kata Mahendra mempersilakan Ivan duduk di sampingnya.


"Em,Ivan mau jemput Nayla pah. " Kata Ivan sedikit Panik.


"Ada apa? kok kayaknya ada hal penting gitu. "


"Em iya pah, ada urusan sedikit di luar"


"Naylanya mana pah? "


"Di kamar mungkin. Coba kamu cek kamarnya "


Ivan langsung masuk kamar Nayla, kali ini Nayla sudah memiliki kamar sendiri, jadi tidak perlu tidur di kamar Ayu


Di dalam kamar, Nayla Sedang tidur hanya memakai tengtop dan celana pendek saja.


"Ya ampun, bukankah tadi sudah aku telfon, kenapa masih tidur."


Ivan mendekat, melihat Nayla yang masih tidur dengan tangtopnya. terlihat sedikit gunung kembarnya yang menjulang indah.

__ADS_1


Laki laki mana yang tak meronta tinta jiwanya melihat pemandangan indah seperti itu, bahkan dia juga sudah lama tak merasakan sentuhan wanita.


Ivan mendekat dan membangunkan Nayla,


"Woi bangun!!" Kata Ivan


Sontak Nayla bangun dan kaget ternyata ada cowok di sampingnya


"Kamu!!!!" Ngapain kamu masuk kamar orang"


"Kan aku dah bilang tadi,Aku jemput kamu. malah kamu enak enakan tidur. "


"Ayoooo cepetan, sana ganti pakaian. "


Ternyata Nayla malah melanjutkan tidurnya, dengan memeluk guling, dan tidur memunggungi Ivan. Tanpa ada rasa malu dia hanya pake tengtop dan sort.


"Ini bocah, tidur cuma pake gituan, apa gak malu apa, kalau ada yang melihat. " kata ivan


"Hey!!! Bangun. cepetan!!" Kata Ivan sambil menarik Nayla agar bangun


"Aku lagi gak pengen keluar, aku ngantuk"


"Aku mau dinner, kamu harus ikut"


"yaudah dinner, dinner aja, ngapain ngajak ngajak aku?! " Kata Nayla jengkel


"Masalahnya, aku dinner sama Rina. Aku punya firasat jelek. makanya aku ajak kamu"


"Hah!!!Sama Rina si nenek lampir itu?!! "


"Makanya,, ayok kamu ikut."


"Lagian ngapain kamu dinner sana dia?!! mang gak ada teman lain apa?!! "


"Woi!! aku lakukan juga terpaksa. itu syarat dari dia, tadi pas aku cari kamu"


"cepetan sana ganti baju"


"Oke tunggu sebentar"


Nayla memakai pakaian di depan Ivan, dia tinggal memakai baju dan rok aja, tanpa melepas pakaian yang tadi di pakai

__ADS_1


Melihat kelakuan Nayla, Ivan sampa geleng geleng kepala.


"Ini bocah emang udah gak punya rasa malu kalinya,," kata Ivan dalam hati


"kamu berpakaian di depan aku gak malu?!! "


"Ngapain malu, toh aku juga gak bugil. "


"Hah?!!"


Kamu juga, tidur hanya pakai pakaian kayak gitu?!!


"Ntar kalau ada orang masuk atau laki laki masuk gimana?!!"


"Gak ada laki laki yang nyelonong masuk kecuali kamu! "


"Lagian kamu juga, masuk kamar cewek gak ketok dulu, main nyelonong aja. "


"Kamu gak malu, di depan aku pakai kayak gitu?!! "


"Malu sih, tapi udah terlanjur! "


"Emang kamu bisa putar waktu? " Jawab Nayla asal sambil memoles wajahnya.


"Emang kepribadian kalian beda, kalau ayu lebih suka celana panjang, tapi kali Nayla lebih suka rok mini. Ayu sangat lembut, dan Nayla kayak preman." Batin Ivan sambil sedekap menunggu Nayla berdandan.


Suara telfon masuk berbunyi, ternyata dari Rina, dan Ivan pun mengangkatnya


" kamu mau ingkar janji?! "


"Gak, aku udah di perjalanan kok. "


"Kok lama banget?!! "


"Tadi macet. Bentar lagi sampe"


"Okey,, aku tunggu"


Ivan menutup telfonnya, dan langsung meluncur ke lokasi bersama Nayla.


Ivan berpakaian rapi lengkap dengan jasnya, sedangkan Nayla hanya memakai hem dan rok mini. Dengan rambut di kuncir tinggi,seperti ekor kuda. Tapi terlihat sangat cantik, seperti anak ABG yang mau jalan dengan temen temennya.

__ADS_1


__ADS_2