
#Flashback On.
Pulang kerja Sani seperti biasa menghadang angkot yang lewat.Kemudian Adit lewat, dan menghampiri Sani.
"Hei san, Kok belum pulang, nunggu siapa?" Tanya Adit dari dalam mobil
"Masih nunggu angkot pak, " Jawab Sani
"Ayok Masuk,bareng aku aja, "
"Tapi kan kita beda arah pak, "
"Udah gak papa, aku anter kamu"
"Beneran pak?? "
"Iya,, ngapain aku bohong. Udah cepetan masuk, sebelum aku berubah pikiran "
"Iya iya Pak,kapan lagi dapat tumpangan gratis " Sani bergegas masuk mobil.
Di dalam mobil Sani dan Adit saling Diam, Mereka saling canggung untuk memulai obrolan, terkadang antara Sani maupun Adit saling curi pandang,.
Ketika Adit sedang fokus menyetir,Sani memandang Adit karena terpesona dengan ketampanannya, Adit yang merasa di padang Sani, akhirnya menoleh ke Sani. Membuat Sani jadi malu dan salah tingkah, untuk menutupi rasa malunya Sani pura pura merapikan rambutnya ke belakang telinganya, kemudian memandang ke jendela. Melihat hal itu Adit tersenyum sendiri, dan rasa pedenya pun akhirnya keluar.
"Kalau mau memandang aku gak usah curi curi pandang kalik, " Kata Adit sambil senyum
"Siapa yang memandang bapak, "
"Tadi ngapain, liatin aku seperti itu, gak pernah liat cowok cakep yah"
"Pak Adit jadi orang pedenya super ya? "
"Oh tentu! Harus itu" jawab Adit sambil fokus menyetir
Tiba tiba ada orang yang nyebrang jalan, membuat Adit harus mengerem mendadak. Sani pun kepalanya terbentur karena sedang melihat Adit yang lagi nyetir
Auw!!! pekik Sani,
"Gimana sih pak, kok ngerem mendadak gitu, "
"Makanya kamu lihat nya ke depan, bukan ke arah aku. Tuh lihat ada orang menyebrang dengan tiba tiba."
Sani masih mengusap ngusap keningnya yang terbentur, membuat Adit merasa iba.
"Kamu gak papa? "
"Gak papa pak, "
"Beneran? "
"Coba lihat, " Adit menyibak kan poni Sani memeriksa keningnya.
__ADS_1
"Gak papa pak, " Maksud Sani ingin menepis tangan Adit, malah tangan Sani yang kepegang Adit. Mereka saling bertatapan beberapa saat, kemudian Sani tersadar dan mengalihkan pandangan.Sani yang merasa di perhatikan Adit sangat malu, terlihat dari raut wajahnya yang memerah, seperti kepiting rebus.
"Em maaf maaf, " Kata Adit
Gak papa kok pak,
Tiiiin Tiiin Tiiiiiin,,, suara klakson mobil mobil di belakang mobil Adit, karena mobil Adit berhenti di jalan, dan menyebabkan macet. Adit langsung menancap gas, dan melanjutkan perjalanannya.
"Rumah kamu dimana? Masih jauh dari sini? "
"Lumayan Deket kok pak, nanti ada pertigaan belok kanan. "
"Oh,, "
"Kamu udah memiliki keluarga? " Sani menoleh dan membelalakkan matanya.
"Maksud aku udah punya suami?! "
"Belum pak, "
"Kenapa belum nikah? "
"Bapak sendiri kenapa belum nikah? " Sani membalikkan pertanyaan Adit. Adit yang di balikkan pertanyaannya bingung mau jawabnya.
"Emmmm apa ya,,, Belum ketemu Jodohnya"
"Emang cewek yang bapak suka yang seperti apa?
"Seperti apa ya,," Adit mikir mikir
"Enggak juga,, "
"Terus? "
"Ya,, mungkin aku terlalu sibuk kerja, jadi tidak punya waktu untuk ngedate sama cewek "
"Bapak terlalu sibuk kerja,kalau gak punya pacar buat apa?!! "
.
"Ya,, buat istri aku,kalo udah punya istri"
"Kamu sendiri kenapa belum nikah nikah, mang gak takut ntar di katakan prawan tua?! "
"Masalah itu mah aku udah kebal pak pak, "
"Udah jadi makanan sehari hari "
"Masak sih? "
"He emh, " Sani mengangguk
__ADS_1
"kamu nanti malam ada waktu enggak? "
"Ada, emang ada apa pak? "
"0Aku ajak kamu dinner. "
Sani yang di ajak dinner hanya diam, dia merasa tidak pede pergi dinner dengan Adit, karena Sani juga tidak punya pakaian yang mewah.
"kamu kenapa diam? Kamu gak mau atau sudah punya janji dengan orang lain? "
"Bukannya gak mau pak, tapi saya merasa gak pantas aja"
"Kenapa gak pantas? "
"Emh,, emh,, karena saya tidak pernah makan di restoran mahal pak. "
"oh,, jadi itu alasannya,,, "
"Kalau kita makannya di pinggir jalan mau?! "
"Sani mengangkat kepalanya dan tersenyum. Iya Pak aku mau, Tapi bapak yang traktir kan?! "
Iya,, tenang aja,, aku yang traktir dech.Tapi beneran lo ya nanti malam jam 7.
"Iya Pak, "
"Sebelah mana rumah kamu? "
"Itu pak cat putih, "
mobil sampai di depan rumah sani, para tetangga pun pada heran ada, mobil mewah di depan rumah sani.Saat tetangga berbisik bisik, sani keluar dari mobil itu, dan betapa terkejutnya, karena sani keluar dari mobil mewah
" Hah Sani?!! " Kata tetangga Sani
"itu dengan siap jok di antar mobil mewah "
"Sani jadi simpanan om om kali ya?! "
*Iya mungkin aja benar" Jawab tetangga yang satunya
"Aku antar kamu sampai disini aja ya? "
"Pak Adit gak mampir duku"
"Enggak ah, kapan kapan aja"
"Jangan lupa nanti malam jam 7 ya, aku jemput kamu disini. "
Iya pak, makasih ya, udah di antar sampai rumah.
"Sama sans., Aku pulang dulu " Adit melanjutkan kendaraannya
__ADS_1
"hati hati pak, " kata Sani sambil melambaikan tangannya
Kini perasaan mereka sedang bermekaran dan sudah tidak sabar menanti malam hari tiba