
Meeting akan segera dimulai. Para pembisnis sudah pada siap di ruangan itu.mereka menunggu Baskoro, yang akan bekerja sama dengan mereka.
sementara Baskoro sudah di depan pintu, Sekar tiba tiba merasa kebelet mau ke toilet. Sekar berhenti dan meminta izin mau ke kamar mandi
"kamu kenapa? " Tanya Baskoro
"Aku mau ke toilet bentar, kamu masuk aja dulu"
"Ke toilet lagi, tadi katanya ke toilet, sekarang mau ke toilet lagi"
"Gak tau, tiba tiba aku nerves sendiri"
"Kamu masuk aja sendiri ya, "
"Tapi ingat jangan bikin keributan lagi"
" Iya iya aku tau"
Baskoro masuk ke ruangan itu, dan membahas kerjasamanya dengan satya dan beberapa orang lainnya.
Melihat Sela yang ada disebelah satya, Baskoro agak sedikit jengkel, karena kejadian tadi.
Tapi dengan kecerdasan Satya membuat Baskoro percaya lagi dengan kerjasama itu, dan menandatangani kontrak dengan satya.
"Terima Kasih atas kerja samanya pak Baskoro, semoga dengan kerjasama ini membuat kita lebih kuat" kata satya sambil mengulurkan tangannya.
"Sama sama pak Satya, aku harap juga begitu"
Ujar Baskoro meraih tangan satya
Acara sudah selesai, dan mereka pun keluar dari ruangan itu. Baskoro keluar duluan di susul dengan satya di belakangnya.
Baskoro menghampiri Sekar yang sedang duduk sendiri sambil menikmati secangkir kopi.
"Ayo sayang kita pulang".
"Sudah selesai? " Tanya Sekar sambil berdiri. pertanyaan yah tak memerlukan jawaban.
Merekapun pergi keluar gedung itu.
"Mau langsung ke kantor apa pulang? "Tanya Sekar
"kita jalan jalan dulu aja yuk." Saut baskoro
"Kamu kembali ke kantor aja dulu"
"kamu telpon orang kantor, Suruh jemput"
"Baik bos" sekertaris menjawabnya
__ADS_1
Baskoro melepas jas, dan menggulung kemejanya.
Mereka hendak masuk ke mobil dan satya melihat Baskoro dengan istrinya dari kejauhan. Hatinya sangat tercengang.
"Ayu?!!! "
"Bukankah itu istrinya Baskoro?!! "
"Tapi kok mirip banget dengan Ayu?!! "
"Jangan jangan itu bener bener Ayu"
Hati Satya semakin bergejolak melihat semua itu, antara kaget senang dan kepo
Satya menghampiri Baskoro, untuk memastikan istrinya itu bener bener Ayu atau bukan.
"Mau langsung pulang pak Bas?" Tanya Satya basa basi sambil melirik istrinya
"Jangan panggil aku pak, kan di luar, sudah bukan forum resmi lagi. Panggil saja Aku Baskoro. lagian kita juga masih seumuran. "
"Oh iya, perkenalkan ini istri aku, Sekar namanya" Baskoro memperkenalkan istrinya kepada satya.
"Sekar" sambil mengulurkan tangannya
"Satya. " satya meraih tangan sekar, dengan keadaan bingung.
" Kenapa Ayu berpenampilan berbeda,bahkan Dia tidak mengenaliku. Ayu yang aku kenal berpenampilan sederhana, tapi ini berpenampilan sangat mewah. Kemudian kenapa Baskoro bilang kalau dia istrinya?!! "
Begitu banyaknya pertanyaan yang terlontar di benak satya.Sampai dia tidak sadar kalau sedang di perhatikan oleh Sekar dan Baskoro.
"Hallow,,, Mas,, " kata Sekar sambil melambaikan tangannya di depan mata satua karena dia sedang melamun.
Satya sadar dari lamunannya, dan menjadi gugup juga malu
"E eh iya,, maaf." Aku pikir kamu Ayu
"Ayu?!! Siapa Ayu?! " Tanya Baskoro
"Ah udah,, gak usah dibahas lagi. "
oke, Hati hati di jalan, aku juga mau pulang. kata Satya
"Kami duluan ya,, "tutur Sekar sambiil naik mobil.
"Iya,, hati hati" satya melambaikan tangannya kemudian mengepal kan tangannya.dalam hati sangat sakit melihat sejar bersama Baskoro.
Ketika hati sedang rindu istrinya, Tiba-tiba muncul orang lain yang menyerupai wajah istrinya.
"Kenapa hati ini sangat sakit melihat mereka berdua"
__ADS_1
" siapa sebenarnya Sekar. "
Aku melihat Nayla yang wajahnya mirip dengan Ayu aku biasa aja, aku melihat Nayla bersama Rudi aku juga biasa aja. Tapi aku melihat Sekar dan Baskoro kok hati ini sangat sedih,rasanya sakit sekali. "
tak terasa air matanya menetes.
"Kamu kenapa van?! "
"Kamu nangis?!" Tanya Sela yang baru datang menemui ivan.
"Ini tadi ada kendaraan lewat, mata aku kelilipan" elaknya sambil menghapus air mata, dan pura pura mengucek matanya.
"Mana coba aku liat" sela pegang wajah Ivan karena mau periksa matanya.
"Udah gak usah,udah keluar debunya."
Mereka masuk mobil dan menuju kantor lagi. Di dalam mobil Ivan menyandarkan kepalanya di jok,sambil memejamkan matanya.Dia hanya diam, tanpa bicara apa apa.karena memikirkan apa yang barusan dia lihat, dan hatinya menjadi kacau.padahal seharusnya ini hari bahagia karena keberhasilan kerjanya,tapi aktualnya malah membuat Ivan terpuruk hatinya, karena a teringat lagi dengan mendiang istrinya. Ivan pura pura tidur karena tak ingin sela banyak bertanya.
Sang sopir hanya melihat Ivan dari spionnya, tanpa berani bertanya. sementara sela sibuk dengan handphonenya sehingga tak menghiraukan Ivan yang ada disebelahnya
"Ayu,,, aku kangen kamu sayang,,, "
Tiba tiba...
DER!!!!!! Nayla si bocah tengil memecahkan kantong plastik tepat telinga Ivan, membuat Ivan kaget dan terbangun dari lamunannya. yah,,,ternyata Ivan yang sedang melamun mengingat kejadian waktu kunjungan kerja dan bertemu dengan Sekar, istri dari Baskoro.
Ivan marah marah sambil gosok gosok telinga karena sakit dengar suara keras di dekat telinganya.
"Kalau gendang telinga ini pecah gimana woi!!"
"Tenang,,Ntar aku ganti beliin gendang" jawab Nayla dengan santainya
"Abis dari tadi kamu di panggil panggil diem aja"
"Siang siang bolong gini melamun, awas loh, ntar kesambet. "
"kamu hantunya yang bikin orang kesambet!! " masih dengan nada kesal.
"Emang ada yang jual gendang?!!" Ivan mengintimidasi
"Ada lah,,, di toko alat musik banyak"
"Itu gendang buat dangdutan, bukan buat telinga" Ivan menjewer Nayla sebagai balasan perbuatan Nayla yang kurang ajar
"Aduh aduh sakit,,, "sambil memegang telinganya.
"Ini juga gendang. " menunjukkan kepintarannya sambil menendang kaki Ivan kemudian melarikan diri.
"Au!!!" Ivan kesakitan kakinya di tendang oleh nayla
__ADS_1
"Woi jangan kabur! Awas kamu bocah tengil."Ivan ikut lari kecil kecil mengejar Nayla dengan agak pincang karena merasakan kakinya yang sedikit nyeri.