Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 65


__ADS_3

" Gak mungkin. Gak mungkin!"


" Cari lagi pak. Tolong cari istri saya sampai dapat."


Ayuuuu!!!!! Teriak Ivan.


Ivan sengaja ingin melompat ke jurang itu, untuk mencari Ayu. Tapi polisi dan Adit menahannya,katena sangat berbahaya.


"Pak, jangan mendekat pak. Biarkan tim SAR yang mencarinya."


"Tapi saya ingin mencari istri saya!!"


"Iya Pak kami mengerti, tapi bapak tunggu saha disini, tolong doakan kami agar cepat menemukan istri bapak."


Ivan menangis sejadi jadinya.Dia tak peduli lagi siapa dirinya, dia tak peduli lagi imagenya sebagai lelaki akan hancur karena menangis. Dia sudah tak peduli dengan apapun, hanya satu yang dia pedulikan, Ayu harus di temukan dengan selamat. Baru beberapa hari menikah banyak sekali rintangannya,dan Sekarang harus berpisah dengannya.


" Kami dimana sayang?!! " Kata Ivan sambil menangis. Sementara Adit menenangkan Ivan, walaupun hatinya juga sangat berduka menerima kenyataan itu.


"Aku yang hanya anak buahnya saha sangat sedih gini, apalagi pak Ivan sebagai suaminya, yang menikah juga baru kematian." kata Adit Dalam benaknya


Setelah sekian lama pencarian dilakukan, tapi Ayu tetap tidak di temukan. malam yang semakin larut, dan pencarian itu di lakukan sampai dini hari.


siangnya masih dilanjutkan pencarian lagi. Tapi hasilnya nihil. Ayu tetap tidak di temukan. Para tim pencari memprediksi kalau Ayu jatuh dari jurang dan terbawa arus.


Sementara Mahendra yang di kasih kabar duka itu langsung terkena serangan jantung. Dan dilarikan ke rumah sakit.


Kedua orang tua Ivan datang ke TKP, mereka ingin memastikan keadaannya. Terlihat Ivan masih di sana dengan pakaian yang lusuh, muka yang pucat karena memang dari malam dia tidak pulang. Orang tua Ivan mengajak Ivan untu pulang, khawatir kalau Ivan jatuh sakit.


Ivan, bagaimana dengan Istrimu? Apa sudah di temukan? " Tanya Hartono


"Belum pah, " Jawab Ivan datar


"Yang sabar ya nak,, ini semua sudah takdir. Kamu yang kuat, kita berdoa semoga Ayu bisa di temukan. " Kata mery memberi suport pada anaknya

__ADS_1


"Aku tak mau kehilangan Ayu mah, Aku sangat menyayanginya." Jawab Ivan , sambil mengeluarkan air matanya


"Aku nak, kita semua sayang pada Ayu, mama papa semuanya juga gak mau kehilangan Ayu. Tapi kita hanya manusia biasa, tidak bisa berlari dari takdir. "


Ivan yang biasanya tegar, kini seperti bunga yang layu. Ibunya memberikan sandaran buat Ivan.


"Kita pulang dulu nak, biarkan tim yang mencari Ayu. " kata mery


"Gak mau ma, aku mau tetap disini. "


"Tapi van, lihat kondisimu sudah seperti ini.kamu juga Dari kemarin belum makan sama sekali. Nanti kamu juga ikut sakit"


"Aku tak peduli lagi mah, Kini hidupku seperti tidak berarti lagi. "


"Kamu jangan bilang seperti itu. Kamu masih punya mama dan papa. Kamu segalanya bagi mama dan papa. Kita tak mau kehilangan kamu juga. "


"Jadi tolonglah, jangan berpikiran yang seperti itu. "


Kali ini Ivan menurut dengan kedua orang tuanya. Ivan pulang ke rumah, sementara Adit dapat telfon dari alex kalau Mahendra terkena serangan jantung.


"Ya Tuhan,,, kenapa cobaan ini bertubi tubi?"


"Kontrak kerja batal, istri kecelakaan bahkan bisa Ayu belum di temukan, kini mertuanya kena serangan jantung."


"Bagaimana aku harus bilang ke pak Ivan tentang semua ini? "


"Aku gak tega pak Ivan semakin terpuruk. "


Batin Adit dalam hati sambil menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Melihat Adit yang seperti kebingungan, setelah menerima telfon, Hartono bertanya pada Adit.


"Kamu kenapa kok seperti orang kebingungan gitu? " Tanya Hartono

__ADS_1


"Em em itu Tuan, Em,,,, Tuan mahendra,,, "


Adit sangat sulit untuk mengeluarkan ucapannya.


"Mahendra kenapa?!! " Hartono tidak sabar dengan jawaban Adit


"Tuan Mahendra,, kena serangan jantung Tuan."


Jawab Adit sambil menunduk


"Apa?!! " Tanya mereka bersamaan.


"Sekarang Tuan Mahendra sudah dilarikan ke rumah sakit. "


"Oh Tuhan,,, cobaan apa lagi ini?!! " Jawab Ivan semakin lesu


Hartono mengatakan Ivan dengan mengelus elus pundaknya


"Kamu pulang saja, istirahat dulu, biar papa dan mama yang ke rumah sakit. "


"Tapi pah, "


"Sudahlah, gak papa, Mahendra pasti mengerti kok. "


"Nanti kalau perkembangannya papa kabari kamu. "


Hartono dan mery pergi ke rumah sakit, sementara Adit mengantarkan Ivan ke rumahnya.


"Fer, kamu pantau terus perkembangan pencarian istri aku. " Kata Ivan hendak masuk ke mobil.


Ivan berpesan pada feri, yang tadi baru datang bersama orang tuannya.


"Baik Tuan Muda. " jawab Feri.

__ADS_1


__ADS_2