
" Pagi pah,, Bagaimana kabar hari ini? " Sapa Ayu dan Ivan menemui Papahnya di kamarnya.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Dinda. Bagaimana dengan mu? "
"Sangat baik pah, "
"Wah,, Roman romannya anak papah lagi bahagia nih." Dinda yang di goda papahnya senyum senyum malu.
Oh ya Om,, untuk masalah kemarin Satya minta maaf, karena menikahi Dinda tanpa menunggu kedatangan Om Mahendra. " Kata Satya
"Kok panggil Om,, kan kamu udah jadi menantu saya, panggil saya papah. "
"I Iya Pah" Jawab Satya kaku
"Nah,, gitu kan enak,, sekarang aku punya anak laki laki." Senyum Mahendra merekah
"Iya Satya, Papah tau kondisinya yang sangat mendesak. Terimakasih sudah melindungi Dinda. "
"Sudah jadi tugas Satya melindungi Dinda Pah,
Kalau sampai terjadi apa apa pada Dinda Satya tidak akan memaafkan diri Satya pah, Satya sangat mencintai Dinda. " Jawab Satya sambil menggenggam tangan Dinda.
"Tidak salah aku jodohkan kalian, Kamu memang anak yang bertanggung jawab.
Bagaimana perkembangan perusahaan yang kamu pegang?"
Sudah banyak kemajuan Pah,
"Syukurlah"
Oh ya pah, mama kemana?!! Tanya Dinda
"Mamamu sudah ke kantor. "
"Ooowh.... "
"Kenapa?! Tumben kamu nanya kan mama kamu? Ada apa?"
"Gak papa, cuma nanya aja. "
"Pah, papah sudah benar benar bugar? "
"Ya,, mungkin besok papah sudah mulai bisa ke kantor. "
"Beneran pah,, mang sudah bisa jalan?"
"kalau cuma jalan Sudah, tapi belum berani lari lari"
"Papah ini, baru juga sembuh, udah mau lari lari. " Kata Dinda manyun, Mahendra melihat Dinda manyun ketawa terbahak bahak.
"Pah, Dinda sudah mengumpulkan semua bukti bukti dari Ibrahim"
"Kamu sudah bertemu Ibrahim? "
"Sudah pah, sekarang dia aku pindahkan ke tempat aman"
"Ternyata selama ini dia di jadikan kambing hitam pah, dan dia di cari bukan untuk dijebloskan ke penjara, tapi untuk di singkirkan, untuk menghilangkan barang bukti. "
__ADS_1
"Dijadikan kambing hitam? "
"Iya pah, semua sudah di rencakan oleh Raka. "
"Jadi semua kekacauan itu Raka yang buat?!!"
Kurang ajar!! Ternyata dia mau bermain main dengan ku! " Kini Emosi Mahendra memuncak
Pah tenang dulu, tenang tenang oke,,, ?? Kata Satya mendinginkan Mahendra.
"Pah, tolong dengarkan Satya bentar. "
"Papah harus tenang, jangan sampai emosi papah memuncak, dan kesehatan papah jadi drob lagi. Yang kita hadapi itu orang licik pah, maka kita juga harus bermain cerdik. "
"Dinda, tolong ambilkan laptop papah di ruang kerja"
"Baik pah, "
Dinda mengambil Laptop Mahendra diruang kerjanya.
Mahendra mulai membuka laptop dan melihat perkembangan perusahaannya belakangan ini. Ternyata masih aman.
"Alex memang bisa di percaya. Dia tetap kerja baik walaupun tanpa aku. "
Satya, Dinda, kapan rencana kalian mau nikah secara sah negara? "
Besok pah, tapi kita hanya datang ke KUA saja, untuk acara resepsi kita lakukan setelah semuanya beres." kata Satya
Baiklah, aku akan bilang ke alex untuk menyiapkan semuanya. " Jawab Mahendra
"Makasih pah,, " Dinda memeluk papahnya.
"Kalian mau kemana? datang juga baru saja, kok udah mau Pergi lagi."
"Kita mau feting baju pah, untuk acara besok. "
"Baiklah,, kalian hati hati"
"Baik pah,, kami berangkat dulu" dinda mencium pipi papahnya
Mereka menuju butik terbesar di kota itu. Mereka hanya mengendarai motor buntut nya ivan. Sama sekali tidak terlihat kalau sebenarnya mereka konglomerat terkaya di kota itu.Ivan hanya memakai kaos oblong, celana panjang, begitu pula dengan Ayu,hanya memakai celana panjang dan kaos oblong. Setelah sampai di butik itu,ivan melepas helm nya, dan melepaskan helm Ayu.Rambut Ayu Tampak berantakan karena terkena angin. Ivan merapikan Rambut Ayu.
"Udah,udah cantik." Goda Ivan
"Kan aku emang cantik dari dulu"
"Ah masak,,, Kata siapa"
"Kata suamiku, "
"Oh,, mbak ini sudah punya suami to?"
"Sudah mas,,, "
"Suaminya mana mbak,, kok sendirian?!! "
"Lagi ngojek mas,, "
__ADS_1
"*#:$:-@:#+_-$'av%℅©¥£℅™©# " Ivan menelan ludahnya di katakan tukang ojek oleh Ayu.
"Kenapa?!!! "
" Kamu bilang aku tukang ojek?!! "
"Enggak,,," Ayu senyum senyum sendiri.
"Tadi kamu bilang kalau suami mu tukang ojek," Ivan mencoba menggelitik pinggang Ayu,
"Ampun ampun geli,, " Ayu ketawa sambil terus mengindari Ivan.
Hei mas, kalau mau pacaran jangan disini! kalian pikir nih dunia milik kalian berdua?!!
Teriak sala satu karyawan butik itu.
Ayu dan Ivan langsung menoleh sumber suara.
"Siapa yang pacaran mbak?! " Jawab Ivan
"la itu kalian berdua, gak nyadar pa, dari tadi di liatin banyak orang? "
"Aduh,, rupanya mbak ini iri ya liat kita" Saut Ayu tak mau kalah
"Idiiih,,, ngapain juga iri,,saya gak level sama pacar kamu. "
"Dia bukan pacar saya, tapi suami saya. "
"Aduch,,, suami kismin aja belagu, " Ejek karyawati itu
"Ye,,, biarin,, suami suami aku, ngapain mbaknya yang sewot. "
"Siapa yang sewot,, kan aku cuma kasih tau kalian aja,, jangan pacaran di depan toko ini. "
"Kan aku udah bilang, kita suami istri. "
"Terserahlah, kalian ngomong suami istri, mau pacaran, yang penting jangan di depan toko saya!"
"Ooh,, yang punya toko mbaknya,,, kirain cuma karyawan nya. " kata Ivan
"Saya karyawan toko ini, tapi pemilik toko ini mempercayakan pada saya! Jadi saya harap kalian segera pergi dari sini. "
"Kalau saya mau ke toko anda, apa anda juga akan tetap mengusirnya?!! " Tanya Ivan kesal
"hahaha Orang seperti kalian mana mampu beli pakaian di toko kami???"
Ayu dan Ivan saling pandang, karena di remehkan oleh karyawati itu. kemudian mereka langsung ketawa terbahak bahak.
"Kenapa kalian malah ketawa?!! "
"Gak papa mbak, cuma kasih saran ah mbak, kalau memandang orang jangan di lihat dari cesingnya, casing bisa menipu mbak. "
"Udah jangan banyak omong, cepat kalian pergi dari toko ini. security,,, suruh mereka pergi dari depan toko ini!"kemudian Karyawati itu masuk ke tokonya.
Security pun datang hendak mengusirnya, kemudian Ivan menjelaskan maksud kedatangannya. Akhirnya security mempersilahkan mereka masuk.
Anda tidak jadi mengusir kami?!" Tanya Ayu
__ADS_1
"Tidak mbak, maaf atas insiden tadi mbak, silahkan masuk mas, mbak,, saya antar. " ucap security itu dengan sopan.
"Terimakasih pak, " Kawan Ivan dan Ayu bersamaan