Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 87


__ADS_3

"Pak satya,Ada perubahan jadwal untuk meeting hari ini. " Kata Adit


"kenapa? "


"Kurang tau pak, hanya pak Baskoro mengencel acara hari ini, dan beliau minta di undur. "


"Yaudah gak papa, tapi apa besok ada jadwal meeting? "


"Ada pak, jadwal kita besok sangat padat. "


"Terus gimana kalau gitu?! "


"Gini aja, besok kamu yang hendel perusahaan, dan aku akan meeting dengan pak Baskoro. Jangan lupa Sela dikasih tau.


"Baik pak, "


Ivan menyandarakan punggungnya di kursi kebesarannya, dia juga mulai membaca biografi tentang Baskoro.


Tiba tiba sela masuk ke ruangan Ivan tanpa permisi, main nyelonong aja.


"Van, kenapa di cencel? "


"Ya gak tau, dia sendiri yang censel. "


"So, sekarang kamu kosong kan?yuk jalan jalan"


"Aku lagi males keluar, "


"Yaudah kita makan aja, Udah jam makan siang nih"


Ivan melihat jam tangannya, dan ternyata sudah jam 12.00 siang. Memang sudah saatnya makan siang, jadi Ivan tak bisa beralasan lagi untuk menolaknya.


Gak ada pilihan lain, Ivan mengikuti permintaan sela. Tapi keberuntungan sedang berpihak padanya, Nayla menelfon Ivan.


"Halo Ada apa Beo? tanya Ivan lewat selulernya. Beo julukan yang di berikan pada Nayla, kembaran Ayu.


"Eh, cebong, lu dimana? "


"Di kantor, napa? "


"Yah,,, kirain di kampus, "


"Emang ada apa?"


" Mau aku ajak makan siang, tapi kamu di kantor yaudah. Aku sendiri aja"


"kebetulan aku lagi mau makan siang nih. Kamu kesini yak, bawain aku sate depan kampus itu. "


"Yah,,,, elu mah ngrepotin,,, masak suruh bawain sate depan kampus. Emang disana gak ada apa?!! "


"Gak ada yang se enak depan kampus. "


"cepetan ya, aku udah kelaparan" Kata Ivan bohong


"Bukankah di resto banyak sate? ngapain kamu pesan sate murahan, depan kampus?!" Tanya Sela. Dan terdengar oleh Nayla dari telfon selulernya. Kini Nayla baru paham, kenapa Ivan pura pura pesan di bawakan sate, dengan tujuan agar Nayla segera datang, karena hanya Nayla yang bisa membuat Sela ilfeel dan membuat Sela pergi dari hadapan Ivan.

__ADS_1


"Oke, aku segera kesana. Awas jangan sampai pingsan loh!! Kata Nayla melanjutkan sandiwaranya


"Iya sayang,,,, " Jawab Ivan bersandiwara kemudian menutup telfonnya.


"Dasar kecebong bisa bisanya panggil aku sayang,, sandiwaramu keterlaluan." Kata Nayla dalam hati. Di sisi lain, terlihat Sela sangat marah, mendengar Ivan bilang sayang pada Nayla


Maaf sel, aku udah pesen sate Nayla nih,, aku lagi pengen makan sate depan kampus. Gimana apa kamu mau makan sendiri atau mau sekalian aku pesanan Nayla.


"Gak usah,, aku gak mau makan sate depan kampus. Gak steril."


"Beneran gak mau?!! " Tanya Ivan memastikan.


"Gak!!!" Jawab Sela sambil melangkah pergi dari ruangan Ivan. membuat Ivan tersenyum puas, karena telah berhasil mengelabuhi Sela.


__________


Nayla membawa sate ke kantor Ivan, Dia lewat depan meja Sela, pura pura tidak kenal dan tersenyum,kemudian bertanya Sela, yang sebagai sekretaris nya Ivan.


"Maaf mbak,, apa pak ikannya ada?! " Tanya Nayla pura pura tak kenal. Padahal biasanya kalau mau masuk kantor Ivan tinggal nyelonong masuk aja.


Sela yang di sapa Nayla, membuatnya semakin geram.


"Pakaian gak ada" Jawab Sela jutek


"oh,,, pak Ivan lagi pergi ya,,, "


"Ya!! "


"Oke mbak,,, terimakasih... "


"Halo pak,, pesanan anda sudah datang. Tapi karena anda tidak ada tiga tempat, maka dengan terpaksa pesanan ini saya bawa pulang kembali. " Kata Nayla


"Hay, Beo!!! Ngapain lu?! kesambet lu?!! "


"Tapi pak,,tadi sekretaris bapak bilang anda tidak ada di kantor. "


"Cepetan masuk" Perintah ivan


Nayla menutup telfonnya kemudian tersenyum pada Sela,, dan melanjutkan langkahnya masuk ke ruangan Ivan,


"Mari mbak,,, " kata Nayla sambil tersenyum mengejek.


Sela merasa tak terima , dia mengebrak mejanya karena emosi. Setiap dia punya rencana selalu Nayla yang menghancurkan.


Di dalam Ruangan, Ivan dan Nayla sedang makan sate, Kebetulan Nayla sedang makan sate ayam sedangkan Ivan sate kambing.


"Eh cebong,, lu jangan seeing sering makan kambing, ntar darah tinggi lu kumat. "


"Iya,, darah tinggi gua kumat kalau ada elu. "


"Yee,,,, nyalahin aku,,, salah gua dimana cobak?!"


"Biasalah,,, orang salah selalu gak ngakuin kesalahannya" kata Ivan sambil terus mengunyah satenya.


ketika ivan sedang mengecek notifikasi yang masuk, Ivan memegang satenya dan belum sempat di makan, tiba tiba Nayla memakan sate yang di pegang Ivan dari samping.

__ADS_1


Saat itu juga, Sela masuk karena merasa penasaran dengan apa yang mereka lakukan di dalam. Ternyata benar, Ivan dan sela sedang suap suapan pikir Sela, dan hal itu membuat sela semakin terbakar api cemburu.


Tapi bukan Sela kalau tidak punya seribu ide, sela pura pura sakit kepala dan meminta agar Ivan mengantarnya pulang.


"van,, makannya udah belum,, anterin aku berobat donk. Kepalaku sakit banget " kata sela dengan akting sakitnya


Ivan yang sudah paham dengan akting Sela,langsung mengiyakan Sela


"Oh ya,, bentar aku habisin dulu ya,, "


"Atau kamu juga mau makan nih,, masih ada satu bungkus lagi"


"Enggak ah,, lagi gak pengen sate"


"Oh ya, yu,, kamu habis ini mau kemana?!! "


Tanya Ivan sambil mengefipkan mata sebelah, sebagai kode buat Nayla.


"Aku mau pulang,, emang kenapa?! "


"Nah,, kebetulan sek, nih ayu mau pulang, biar sekalian di antar berobat sana Ayu. "


"Gak, aku gak mau bareng dia! "


"Oke tunggu sebentar. "


"Dit, bisa ke ruanganku sebentar?! " kata Ivan lewat telfonya


beberapa lama kemudian Adit masuk ke ruangan Ivan,


"Ada yang bisa saya bantu pak?! "


oh ya dit, tolong anterin seka berobat, dia sedang sakit. Takutnya kalau gak segera di obati tambah parah "


"Baik Pak,, " jawab Adit kemudian pamit pergi.


"Ayo sel,saya anterin. " kata Adit sambil menggandeng sela, yang sedang berakting sakit seperti mau pingsan.


"Tapi van,, "


"Udah cepetan sana segera berobat, jangan sampai kamu sakit. Ingat besok kita ada meeting penting."


Sela yang tidak jadi di antar Ivan, menjadi tambah kesel. dia pergi dengan menghentak hentakkan kakinya. Itu membuat Ivan juga Nayla menahan tawa.


Sampai di luar, Sela mendorong Adit,


"Apain sih kamu!! Cari kesempatan ya!! "


"lah,, kan mau nolongin kamu,, ntar kalau kamu pingsan gimana"


"Udah aku bisa sendiri" jawab Seka sambil melangkah pergi


"Gak jadi berobat Sel?!?


" Udah sembuh!! "

__ADS_1


Adit yang melihat perubahan sela menjadi bingung sendiri,,sambil garuk garuk kepala. Sementara sela langsung pergi dari kantor itu karena masih emosi dengan apa yang dia alami,.


__ADS_2