
"Sayang, kita mau bulan madu dimana? Eropa,America, Australia?"
"Terserah kamu aja mas"
"Gimana kalau kita ke Eropa,"
"Boleh,, Boleh.Aku mau. Kita keliling Eropa! "
"Tapi gimana dengan mama? kan lagi masa pemulihan. "
"Tenang, Urusan mama biar aku yang tangani. "
"Beneran?! "
"Iya,, sekarang kita istirahat dulu aja. besok kira berangkat. "
"Iya mas"
"Pagi mah, pah" sapa Ivan dan Ayu saat akan sarapan bersama
"Pagi Sayang,loh,, kok udah bangun? " Tanya Mery pada Ivan dan Ayu sambil menengok jam tangannya. Sementara Hartono hanya tersenyum sendiri mendengar pertanyaan istrinya sambil menyeruput minumannya.
Ivan dan Ayu merasa bingung dengan pertanyaan ibunya, mereka saling pandang.
"Kan kalian pengantin baru, kenapa udah bangun jam segini. "
"Emang ada aturannya ya mah, pengantin baru harus bangun jam berapa gitu"
"Ya enggak juga sih,, tapi kan jam segini buat pengantin baru masih terlalu pagi."
"Ah mama ini,, ada ada aja. " Jawab Ivan.
"Kalian rencananya mau bulan madu ke mana?"
Tanya Hartono
"Ke Eropa pah,"
"Eropa?!! Wah,,, tempat yang romantis."
"Pah, kita ikut yuk,, mama juga udah kangen ke Eropa. "
__ADS_1
"Enggak boleh!! " Bantah Ivan
"Nanti Mama ganggu kita lagi. "
Ayu yang dengar perkataan Ivan langsung menoleh Ivan sambil mengigit rotinya.
Ivan melihat Ayu yang terdiam sambil menggigit Rotinya, menyentuh paha ayu untuk menyadarkan Ayu, dan memberi kode semua baik baik aja.
"Mama janji deh gak bakal ganggu kalian, tapi izinkan mana ikut ya,, plis,,, " mery memohon
"Mah,, kita pergi ke Amerika aja, biar mereka menghabiskan waktu berdua dulu. Kapan kapan kalau kita udah punya cucu kita ke Eropa bersama sama" Sambung Hartono menengahi mereka
"Tuh,, dengerin kata papah mah,, kalau udah punya cucu. Sekarang biar Ivan bikin cucunya dulu. "
Ayu yang mendengar perkataan Ivan merasa malu dan mencubit Ivan.
"Auw!!" pekik Ivan saat di cubit
Hartono dan mery tertawa bersama melihat tingkah Ayu dan Ivan
_______
Ayu dan Ivan sudah sampai di bandara di antar oleh Feri. Mereka sudah siap menuju ke Eropa.
"Sudah Tuan, " Jawab Feri.
Penerbangan menuju Eropa makan waktu beberapa jam. Mereka memesan tiket VVIP bisnis clas.
Tiba di Eropa, mereka menuju hotel yang sangat mewah. Hotel berbintang yang sangat mahal. Tak tangung tanggung pelayanannya pun sangat luar biasa. Para pengunjung di layani bak Raja dan Ratu.
Tiba di kamar hotel, Saat Ayu memberesi semua perlengkapan yang di bawa,
"Aku mandi dulu yah" Kata Ivan
Terdengar suara gemercik di dalam kamar mandi,
"Yank,, sayang,, Tolong Handuk donk"
"Yah,, kebiasaan deh,, kalau mandi lupa handuk" Kata Ayu
Ayu memberikan Handuk pada Ivan. Ayu jadi keingat kejadian waktu itu, saat ayu juga kelupaan bawa handuk. Ayu jadi senyum senyum sendiri
__ADS_1
Ivan keluar dari kamar mandi. Handuk terlikit diperutnya, dan rambutnya basah berantakan karena dikeringkan dengan handuk. Sangat tampan sekali.Kulit yang putih bersih, body yang sixpack, sungguh sangat sempurna di mata wanita. Melihat Ayu masih senyum senyum sendiri Ivan meledek Ayu
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri?! " "Kagum lihat cowok ganteng ya?" Kata Ivan sambil berpose lebay
"Ye,,, Ge Er banget."
"La itu senyum senyum sendiri ngapain coba"
"Aku keingat waktu itu saat aku lupa bawa handuk mas."
"Emmm,,, oh jadi itu yang bikin Istriku senyum senyum,, " Sambung Ivan sambil mendekati Ayu dengan senyum senyum devil.
Ayu yang melihat gerak gerik Ivan langsung melempar bantal ke Ivan, dan melarikan diri ke kamar mandi.
"Yank,, yank,, katanya ke ingat waktu itu,, ayo kita ulangi lagi yank, kan kamu yang minta waktu itu"
"Aku gak denger!" Saut Ayu dari kamar mandi berpura pura
Ayu menjalankan ritual mandinya untuk beberapa lama, setelah semuanya selesai Ayu keluar dengan handuk yang melilit di tubuh yang, melilit hanya dari dada sampai paha saja.
Aroma wangi tercium oleh Ivan yang masih duduk dengan handuknya dengan memainkan henfonnya. Ada sebuah kabar dari teman temannya yang membuat Ivan belum sempat ganti pakaian.
Ivan mengakhiri chating dengan temannya saat tercium aroma harum dari tubuh Ayu saat keluar dari kamar mandi
Sementara Ayu yang melihat Ivan masih pake handuk dan memegang henfon bertanya.
"Kok belum ganti baju malah main henfon. "
"Tadi temen aku chating aku, jadi belum sempet pake baju. "
"Emang Ada apa?! "
"Udahlah,, gak usah di bahas. Gak penting juga"
Kata Ivan sambil mendekati Ayu dan memeluk dari belakang.
Ivan mencium leher Ayu, yang sangat wangi
"Kamu wangi sekali sayang,, " sambil terus menciumi leher Ayu dan anggota tubuh lain.
Ayu hanya bisa pasrah dengan perlakuan tangan Ivan yang mulai menarik handuknya. Tangannya mulai menjelajah kemana mana. Sudah lelah dengan percumbuan berdiri, Ivan membopong Ayu menuju ranjang. Membaringkan di ranjangnya, dan melanjutkan permainannya,
__ADS_1
Ivan terus menjelajahi disetiap inchi tubuhnya, Ayu mengeliat geli merasakan semuanya,
Permainan pun berakhir dengan imbang, kini mereka letih setelah permainan itu selesai. Mereka tertidur pulas, seperti bayi yang belum pake baju.