
Mendengar kabar kalau Rani hamil, Helena sangat bahagia, akhirnya dia bisa menimang cucu dari menantu kesayangannya. Bahkan saking bahagianya, Helena menyuruh Rani untuk tinggal di rumah Helena, agar kesehatan ya tetap terpantau. Sementara Rudi sangat muak dengan semua permainan Rani.
Sampai di rumah, Helena menyambutnya dengan hangat.
"Ayo sayang pelan pelan jalanya yah,, "
"Rudi, Rani di pegangin donk jalanya, kok kamu gak perhatian banget sih" Helena ngomel ngomel pada anaknya, karena merasa kalau Rudi sangat cuek dengan Rani. Dengan terpaksa Rudi menggandeng Rani, karena gak ingin mamanya terus mengomel.
"Bawa dia ke kamarmu donk sayang,, masak ke kamar tamu sih?! "
"Tapi mah,,, "
"Gak ada tapi tapian, dia itu sedang mengandung anak mu loh" Belum sempat Rudi meneruskan omongannya, ibunya udah memotong pembicaraannya
Rudi membawa Rani ke kamarnya, sesampai di kamar Rudi meminta untuk tidur terpisah
"Kamu tidur di ranjang aja, aku tidur di sofa"
"Kok kamu gitu sih,,, "
"Kan ini juga anak kamu,, " Kata Rani sambil mengelus perutnya.
"Jangan ungkit ungkit kejadian kemarin, aku akan tetap tanggung jawab apabila itu benar benar anak ku. "
"Dan aku gak akan tidur satu ranjang dengan mu selama pernikahan kota belum sah"
"Bagaimana kalau tante Helena sampai tau kalau kita pisah ranjang, pasti sedih ya,, " Ancam Rani pada Rudi
__ADS_1
"Mama gak bakal tau kalau kamu gak bicara"
"Tapi kalau kamu sampai berani bicara, maka aku gak segan segan untuk meninggalkanmu sehingga bayi itu akan lahir tanpa ayah" Rudi mengancam bali Rani. Kemudian pergi keluar kamar.
Mendengar ancaman dari Rudi, membuat Rani menjadi kesal. Lantas dia mengamuk dalam kamar, karena ternyata ancamannya tidak membuahkan hasil.
____________________________
"Maaf bos, nyonya Sekar tidak bisa kami temukan. Perginya terlalu cepat"
"kami kehilangan jejak bos"
"Sepertinya keada orang lain yang membawa pergi Nyonya Sekar"
"Dasar bodoh!!"
"Percuma aku bayar kalian mahal mahal, cuma ngejar seorang perempuan aja gak pecus! " Baskoro marah marah kepada anak buahnya
"Jangan kembali kalau belum bisa membawanya kembali"
Kemudian baskoro menyuruh anak buahnya untuk pergi.
"Gimana kalau sampai kakek tau tentang semua ini.Pasti kakek akan sangat marah sekali" Kata Baskoro sambil menjambak rambutnya karena frustasi.Baskoro kesal dengan semua yang terjadi saat ini, membuat dirinya tidak punya gairah untuk melakukan aktifitasnya.
Julia menelfon baskoro untuk mengajaknya ketemuan. Ternyata julia sudah menunggu Baskoro disebuah cafe. Dengan terpaksa akhirnya baskoro menemui permintaan julia, karena kalau tidak terpenuhi maka julia akan marah padanya.
Sesampai di cafe, muka baskoro masih terlihat asam,dan lesu, tidak seperti biasanya yang terlihat sangat energik.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang? "Tanya julia pada baskoro tapi tidak di jawab olehnya.
"Pasti gara gara istri kamu itu kan?!! " tebak julia sambil tersenyum sinis"
"Ngapain sih di pikir dalem dalem, mending kita happy aja"
"Sekar pergi kan masih ada aku?!"Rayu julia pada baskoro
" Masalahnya kamu gak ngerti kondisinya"
"Kalau kakek sampe tau kalau sekar kabur,,, habis aku! " Nada baskoro agak meninggi
"kok kamu malah marah sama aku? "
"Iya, Seandainya dulu kamu mau aku ajak nikah, pastinya situasinya gak kayak gini. "
"Kalau sampai kakek mencabut semua gak warisnya gimana?! "
"kamu mau gak aku kasih uang bulanan?!!
" Ya maaf,, sayang,, kalau uang bulanan sih tetep gak boleh telat yah,,, "
"Aku gak mau menikah sama kamu karna aku belum mau punya anak, sedangkan kakekmu segera pengen punya cucu "
"Walaupun kamu nikah dengan orang lain, tapi cintamu tetap untuk ku"
Pelayan menyajikan pesanan yang di minta oleh julia dan baskoro. Kali ini baskoro meminta wine untuk menghilangkan rasa kesalnya di hati.
__ADS_1
Baskoro minum alkohol terlalu banyak sehingga membuat dia mabuk. Tanpa dia sadari ternyata sang kakek sudah mengawasinya dari kejauhan.
Apa yang akan di lakukan Rani selanjutnya di rumah Rudi, dan apa yang akan di lakukan oleh kakek Baskoro?? Ikuti episode selanjutnya,jangan lupa like dan comment ya gaes.. 😉