
Kenapa kau bela Dia? Apa kau mengenalnya? Tanya sela sewot, karena iri ada cowok tampan membela Ayu.
Dia calon istriku. Jawab satya merapatkan rangkulannya pada Ayu.
What???!! Calon istri?!!! kata Rina dan sela kaget.
Cewek miskin kayak dia, kamu jadikan calon istri?!!! Gak salah? "
"Kenapa???!! Ada masalah?!! "
"Ya gak juga sih, cuman ada yang aneh aja, tampan tampan tapi seleranya rendah." Jawab Rina dengan wajah mengejek, sambil memalingkan pandangannya
"Oh ya,,, Lebih rendah mana cewek miskin, dengan cewek yang menjebak orang mabuk demi nafsunya?!! Bukan hanya lebih rendah, tapi murahan!! " Kata ivan dengan nada menghina
"Eh,, maksud kamu apa?!!"
Terjadi sedikit keributan di tempat itu, kebetulan mery lewat dan mendekati keributan itu.
"Maaf, Ada apa ini ya,, kok ribut ribut?! " Tanya mery, kemudian melihat kalau yang di depannya adalah putranya.
"Ada Apa satya?!! "
"Satya?!! " Para tamu menoleh ke arah satya, orang yang selama ini di cari banyak orang karena penasaran dengan wajahnya.
Putra konglomerat,yang tidak pernah terexpost. bahkan banyak yang mencari di berbagai sosial media, tapi tetap tidak di temukan. Kini yang selama ini mereka cari, ada di depan mata dengan topeng, bahkan mengumumkan calon istrinya.
"Oh,,, jadi ini yang namanya satya. Tampan sekali, walaupun bertopeng tetap tampan. " bisik bisik tamu undangan
Satya membuka baju Ayu yang basah, karena yang basah luarnya saja, baju bagian transparannya, dan melemparkan pada Rina.
"Cuci baju itu, jangan sampai rusak, baju itu lebih mahal dari harga dirimu!! " tutur Satya dengan amarah.
Kini Ayu tinggal memakai gaun sepan saja,karena furingnya di lepas. Dan Satya pergi menemui helena, untuk memberikan ucapan selamat dan memberikan kado.
"Selamat ulang tahun nyonya Helena, "
"Terimakasih...tapi anda siapa? kok bersana Ayu."
"Oh ya, perkenalkan saya satya Hartono.Dan ini Ayu, calon Istri saya. "
Satya?!! Jadi anda satya?!! Dan Ayu ini, calon istri anda. Anda sedang tidak bercanda kan??
Saya salah dengarkan??
"Tidak, Anda tidak salah dengar, dan saya juga tidak sedang bercanda.Saya juga berterima kasih pada Anda.Berkat Anda saya menemukan berlian yang sangat berharga. "
Apa maksud Anda?!!
"Berkat Anda tidak merestui hubungan Ayu dan putra Anda, itu sama saja Anda telah membuang berlian, dan malah memilih serpihan kaca. "
"Anda tenang saja, Tidak mungkin saya salah pilih tuan Satya,Kalau anda sangat menyukai Ayu, silahkan, Tapi jangan menyesal, jika suatu saat tau siapa dia yang sesungguhnya. "
Dengan senang hati nyonya Helena, dan penyesalan itu tidak akan pernah terjadi buat saya.
__ADS_1
Oh ya ini kami bawakan kado spesial buat Anda, Semoga Anda menyukainya.
Ivan memberikan kotak kecil pada helena, setelah di buka ternyata sebuah kalung berlian yang harganya sangat fantastis.
"Bukankah tadi Anda ingin memberikan hadiah kalung bagi pemenang dansa?!!! Itu bisa Anda berikan bagi pemenangnya, jadi anda tidak akan rugi 50 juta." Senyum Satya dan Ayu sambil meninggalkan Helena yang masih mematung melihat kalung berlian yang begitu indah.
Di sisi lain, ada Tamu undangan yang tau tentang berlian, dia membisikan sesuatu.
Memang benar Anda tidak rugi 50 juta, tapi Anda akan rugi 300juta.
"Maksud Anda, Ini seharga 300 juta?!!"
Tamu undangan itu mengangguk sambil berkata, "Lebih".
Helena tercengang mendengar harga kalung itu, kalung yang dia dapat hanya dari sebuah kado.
Helena ingat tentang Ayu yang pernah memloroti harta Rudi, segera Helena menemui Mery, untuk memberi tahu siapa Ayu sebenarnya.
"Jeng Mery, apa benar Ayu calon mantu Anda??"
"Iya, kenapa?!!"
" Perlu Anda ketahui, Ayu itu tidak sebaik yang Anda kira."
"Maksud jeng Helena?! "
"Ayu hanya ingin hartanya Satya, Percaya deh"
"Beneran jeng, dulu Ayu pas jadi pacar Rudi, anak saya, dia datang kesini membawa kui macarons, bayangkan saja orang miskin kaya dia, kerja hanya keryawan biasa, masak bisa beli kue yang harganya puluhan juta. Uang dari mana coba, kalo tidak minta pada anakku. "
Mery, mendengarkan cerita Helena hanya senyum senyum sendiri. Dia membayangkan kalau selama ini putranya juga serih diremehkan banyak orang karena penampilannya.
"Kalian berdua memang cocok, sama-sama tidak pernah menyombongkan diri, sekalipun sebenernya ada yang disombongkan." Batin Merupakan dalam hati.
"Jeng,,jeng mery,, dikasih tau kok malah senyum senyum sendiri sih,,, "
"Kue puluhan juta belum ada apa apanya bagi dia." bisik Mery pada Helena.
"Maksud jeng mery?!! "
"Suatu saat jeng Helena akan tau jawabannya"
Kata Mery sambil pergi meninggalkan Helena karena mendapat telfon dari satya.
"Bentar ya jeng, saya angkat telfon dulu. "
"Halo ma,, Satya dan pulang duluan ya,,, "
"Iya sayang,, "
"Satya gak pulang ke rumah, tapi pulang ke apartemen"
"Iya sayang. Awas kalian di aparteman jangan macam macam! "
__ADS_1
"Enggak mah,, "
"Beneran?!! awas aja kalau sampai ayu di apa apain"
"Iya mama sayang,, Satya gak bakal apa apain, paling cuma pegang dikit. "
"Pegang apa?!! "
"Tangan nya mama, kalau turun tangga gak di pegang gimana kalo jatuh. Mama jangan mikir yang macam macam deh,, "
"Oh,,, ya,,, tapi jangan pegang pegang yang aneh aneh ya,, walaupun kalian sudah lamran, tapi kalian belum nikah. ingat itu!! "
"Mah,, gimana kalau nikahnya di percepat aja, malam ini juga boleh,, memangnya mama gak pengen cucu?!!!"
"APA?!!!!" tut tut tut. Satya memutuskan panggilannya, karena tau kalau mamnya pasti akan tambah ngomel ngomel.
"Satyaaaaaaaa!!!!! " Teriak mery geram. Di seberang Satya mematikan hape nya sambil ketawa, karena mengerjai mamahnya. Ayu yang melihat itu hanya melirik kesal.
"Kamu ngapain melirik gitu, bidadariku,, hemm... "
"Gak papa, cuma kesel aja sama kamu. "
"Kesel kenapa? "
"Ngapain sih kamu meladeni tante Helena, ngasih kalung yang sangat mahal juga. Maksudnya apa coba."
Satya tersenyum mendengar keluhan Ayu.
Tak selamanya orang diam itu lemah, tak selamnya orang lemah itu di injak,Aku hanya kasih mereka pelajaran, supaya tidak lagi memandang orang dari fisiknya, dari casingnya saja. Karena tidak semua yang casingnya jelek, dalam nya juga jelek, tapi justru sebaliknya, yang casingnya sangat menarik, bisa jadi dalamnya busuk.
Jadikan diri kita menjadi manusia yang berkualitas dengan etitut kita, karena kualitas seseorang dapat di lihat dari cara kita berinteraksi dengan orang lain. "
Ayu mendengarkan penjelasan satya yang panjang lebar, kemudian memeluknya.
"Maafkan aku,Aku kira kamu sudah berubah menjadi orang yang sombong"
"Jadi pulang, apa mau nginap di sini" Tanya ivan menggoda
"Pulang Apartemen aja.Kamu mau menginap di apartemen ku?!! "
"Gak lah,, nanti khilaf"
Terus?!
"Ya aku pulang ke apatemen aku. "
"Emang dimana apartemen kamu?!! "
" Nanti kamu juga tau,, silahkan masuk tuan putri,, Ivan membuka pintu mobil untuk Ayu
"Loh,, tadi berangkat pake motor kan?! Dimana motor kamu? "
"sssstt,,, jangan keras keras,, banyak peparazi di sekeliling kita. Cepat naik"
__ADS_1