Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 53


__ADS_3

Mereka masuk menemui Mery, mamanya Ivan. Mery masih terbaring di kasurnya dengan kondisi masih lemah.Mert melihat Ivan dan ayu datang menjenguk sangat senang, ternyata anaknya masih perhatian pada mamanya walaupun sekarang sudah berkeluarga.


"Ivan,Ayu,kalian datang naj? "


"Bagaimana keadaannya mah?! "


"Sudah agak mendingan van" mery menegang kepalanya yang tiba tiba terasa pusing


"Mah masih ada yang sakit? papa panggil doker ya?" kata Hartono


"Gak papa pah, mama cuma sedikit pusing saja. mungkin gara gara terbentur tadi. "


"Memang gimana critanya sih ma, kok bisa sampai jatuh dari tangga" Tanya Ivan


"Tadi mama, pas mau turun terpeleset, dan mama kehilangan keseimbangan jadi terguling deh. "


"Memang licin tangganya, kok bisa terpeleset? "


"Enggak juga, ya namanya musibah van, "


*kita pulang aja yuk pah, mana gak papa kok" rengek mery


"Besok Kita tanya dokter aja dulu mah, sekarang mana istirahat "


"Tapi mama maunya tidur di rumah aja"


"Ma, ikutin aja saran papah, biar Ivan yang jaga mamah kasihan papah sudah kecapekan."


"Tapi van,, " saut papahnya


"Udah pah, gak papa. papah pulang aja biar diantar feri,papa jangan sampai kecapekan, nanti ikutan sakit lagi. sekalian antar Ayu pulang ke apartemen dulu ya Fer, "


"Baik bos"


"Aku ikut kamu jagain mana aja mas, "


"Udah kamu pulang aja, besok pagi kesini lagi"


"Baik mas, aku pulang dulu ya, "


"Iya, hati hati " Ivan mengecup keningnya


"Ayu pulang dulu ya nah, mana lekas sembuh " Ayu mencium pipi Mery


"Iya sayang,, kamu baik baik di rumah"


"Papah pulang dulu ya mah, besok papah kesini lagi"


"Iya pah, "


"saya permisi dulu nyonya" kata Feri


"Ya, Hati hati Fer, pastikan suami dan menanti ku selamat"


"Baik nyonya "


Meraka pergi meninggalkan ruangan itu, kini tinggal Ivan dan mamanya.


"Mama mau makan apa? biar Ivan carikan"


"Mama udah kenyang, kamu istirahat saja, kamu juga pasti capek"

__ADS_1


"Ivan temani mama tidur di sofa ya, kalo butuh apa apa panggil Ivan. "


"Iya sayang, kamu istirahat lah, biar badan kamu juga fit"


"Iya mah" Ivan merebahkan badannya ke sofa, dan langsung terlelap.Begitu juga dengan mery, setelah beberapa menit kemudian, mery merasa matanya sangat berat, karena efek obat yang diberikan,karena mengandung obat tidur.


Malam telah berganti pagi, Ayu langsung menuju rumah sakit, dengan naik angkot,karena sudah menjadi kebiasaannya bepergian naik angkot.


Sampai di rumah sakit, langsung masuk ruangan dimana mertuanya dirawat.


"Pagi mas, pagi mah, " Sapa Ayu sambil mencium tangan Ivan.


"Pagi sayang, pagi amat sudah sampai " Tanya Ivan.


"Pagi sayang, " jawab Mery, kemudian di cium pipinya oleh Ayu


"Iya mas, aku bawakan pakaian ganti untukmu."


"Oh ya mas, mah, kalian mau pada sarapan apa, biar aku carikan. "


"Bubur ayam mau?! "


"Emang ada?! "


"Ada di seberang jalan,aku belikan sekarang ya,"


"Tunggu!! Aku ikut" kata Ivan


"Loh kan, mas belum ganti pakaiannya,"


"Gak papa, nanti aja gantinya"


Ivan menoleh mananya yang memang sendirian,


"Udah gak papa, kalian pergi aja, mama gak papa kok, lagian kalian kan cuma beli bubur ayam, gak bakal lama. "


"Beneran, mama sendirian gak papa"


"Iya, gak papa. cepetan sana beli, ntar keburu habis"


"Kita tinggal dulu ya mah, " Ivan dan Ayu keluar untuk beli bubur ayam.


Bukan restoran mewah yang mereka tuhu, tapi pedagang kaki lima yang ada di seberang jalan. Seorang bapak bapak penjual bubur ayam dengan sabar menunggu pelanggan yang akan datang,Karena memang masih terlalu dini hari dengan membaca alquran.


"Pak bubur ayamnya 3," Kata Ayu


"Baik mbak, mau dimakan sini apa bungkus? " Tanya pedagang bubur


"Gimana mas, mau bungkus apa makan sini" Tanya Ayu.


"Makan sini aja gimana? " jawab Ivan


"Tapi mana kasian nunggu kelamaan"


"Bentar aku telpon dulu, "


tuling tuling tuling henfon Mery berbunyi. Tertera nama putraku


"Halo Ivan, ada apa? " Tanya Mery


"Mah, mama kelamaan gak, kalau nunggu aku makan bubur disini. "

__ADS_1


"Enggak, kamu makan dulu aja gak papa. Lagian Feri sana papah sudah datang kok"


"Oh gitu ya,, yaudah kita makan disini dulu ya mah, ntar Ivan bungkusin 3."


Iya,, Ingat yang buat papa gak usah di kasih kacang, ntar asam uratnya kumat .


"Iya mah,, " Ivan menutup telfonnya


"Kita makan disini aja pak, nanti yang di bungkus 3,tapi yang satu gak usah pake kacang ya pak "


"Baik mas, " jawab pedagang.


Saat mereka Makan, ternyata Bubur ayamnya terasa enak.


"Pak, bubur ayamnya enak banget, "


"Makasih mas, alhamdulillah kalau masnya suka"


"Kenapa gak buka ruko aja pak? "


"Aduh mas, yang buat sewa uang dari mana? Ini aja jualan sekarang buat makan besok gitu seterusnya," Jawab pedagang dengan tersenyum


"Tapi beneran loh pak, emang enak banget bubur ayamnya, lagian bapak juga jualanya sangat bersih. Pasti laris banget kalo buka ruko pak "


Kalau keberhasilan insyaallah saya selalu menjaga kebersihan mas, karena itu sangat penting dan prioritas untuk pedagang makanan adalah kebersihan, tapi kalau menyewa ruko saya tidak mampu mas, jangankan simpanan uang, bisa makan layak aja kita udah bersyukur. mas"


Bapak tinggal dimana? "


"Di belakang kantor itu mas" sambil menunjuk dengan jempolnya tanda dia sangat mengerti adab


"Bapak asli orang sini?! " Tanya ayu


"Tidak mbak, saya hanya kontrak,"


"Bapak punya Anak berapa? "


"3 mas, yang satu sudah SMP, sang 2 masih kec kecil. "


"Jadi istri bapak yang jagain anak ya pak? "


"Iya mbak, "


"pak, bagaimana kalau bapak jualan di kampus aku aja. Soal sewa gak usah dipikirin, nanti saya yang bayar,"


Tapi saya tidak kenal kalian, kenapa kalian mau membantuku?


Di dunia ini harus saling tolong menolong pak, perkenalkan nana saya Ayu, dan ini Ivan suami saya.


Jadi beneran mbak Ayu?


"Iya Pak,Beneran, dan ini ada uang sedikit buat tambah modal "


"Alhamdulillah ya Allah,, Terimakasih mas mbak,,," pedagang itu sujud syukur sambil menangis karena bahagia


"Bagaimana cara saya membalas kebaikan kalian mas mbak,, "


"Cukup diakan mamah saya aja pak, Semoga senang di alam sana, dan mertua saya semoga cepat sembuh. "


Amin amin, saya pasti akan dia kan orang tua mbak ayu dan mas Ivan


Orang baik seperti kalian pasti selalu dalam lindungan Nya

__ADS_1


__ADS_2