
Ayu kembali ke meja kerjanya tampak beberapa karyawan memandang Ayu dengan tatapan aneh. Ayu bingung melihat teman temanya menatap ayu.
Bahkan Sani yang temanya sendiri pun menatap Ayu.
"Kamu kenapa sih, menatapku kayak gitu" Tanya Ayu
"Kenapa rambutmu berantakan gitu? "
"Tadi aku nyenggol berkas yang belum di klip, jadi berserakan jadi aku di suruh cariin berkas berkas itu sampai ketemu. "
"Sampai rambut berantakan gitu? "
Ya namanya juga berserakan, jadi carinya di bawah bawah meja dan kursi. kalau gak berserakan namanya tinggal ambil, bukan cari. " jawab Ayu mengelak
"Oh,, pantesan lama baget. "
"Tuh kancing baju kamu, kenapa kebuka"
Deg!!! "saking gerahnya tadi aku buka nih kancing atas, Kamu mikirnya yang aneh aneh deh.. " sambil mengancingkan bajunya. kata Ayu jadi kesal merasa di introgasi oleh Sani
"Oh,,, gerah." Sani manggut manggut
"Hati hati loh, di ruangan pak Ivan juga banyak nyamuk. Tuh pada gigit dada loe, " kata sani bisik bisik sambil melirik dada Ayu.
Ayu kaget mendengar kata kata sani. Sani memberikan cerminnya pada Ayu. Ayu ke toilet membawa cermin yang di berikan Sani.
Di dalam toilet, betapa kagetnya ayu melihat dadanya penuh dengan tanda merah.
"Aaaaaa...!!!!" Ayu berteriak di dalam toilet.
"Tok tok tok Ada apa mbak teriak teriak?" Cleaning servis mengetok pintu toilet, memastikan orang yang berteriak baik baik saja.
"Tidak Apa apa mbak, tadi cuma ada kecoa lewat. " bohong Ayu,karena baru sadar kalo ada orang yang terganggu dengan teriakannya.
"Sekarang udah aman kan mbak, kecoa nya udah pergi? "
"Udah mbak. "
Hufh.. Ayu menarik nafas dalam dalam,
"Ivan,,, kamu malu maluin aku. Awas kamu ya!"
Kemudian Ayu merapikan rambut dan bajunya, setelah semua rapi,Ayu kembali ke meja kerjanya.
Sampai di meja kerjanya, Sani menyambutnya masih dengan ledekan ledakan konyolnya.
"Udah bercermin tadi? Gimana rasanya di gigit nyamuk ber AC? "
"Hah?!!" Ayu terperanjat, dan menoleh Sani
__ADS_1
"Maksud kamu? "
"Ya itu,,, nyamuk Ber AC, biasanya kan nyamuk tempatnya di suhu yang panas, kalo nyamuk di ruangan ber AC kan nyamuk langka speciesnya. " Bisik Sani
Sani tertawa melihat Ayu terdiam, tak mengubris omongan Sani, Sani pun tau kalo Ayu sebenarnya malu.
"Tenang,, Aku gak bakal cerita sama siapa siapa, rahasia kamu aman... oke?" Sani mengatupkan jari dan jempolnya berbentuk tanda oke.
"Hemm." Jawab Ayu
"Kok gitu sih jawabnya,," Gak asik tau
"Terus aku harus jawab WOW gitu,,, kalo kamu bilang ke orang lain mungkin juga kamu yang rugi, yaitu kehilangan kerjaan kamu. " Ayu melirik Sani, dan balik pura pura ancam Sani
"Jangan dong Yu,, Aku masih butuh kerjaan ini pliise." Sani memohon.
"Janji? "
"Iya aku janji"
"Oke, aku tanya satu pertanyaan lagi. Menurutmu kelurga mahendra baik apa jahat"
"Baik banget" Yang jahat itu saudara saudara istrinya.
"Kok bisa ngomong gitu? "
"Maksud kamu apa? "
"Gak papa? anggap aja kamu tadi salah dengar"
"Sekarang kamu ikut aku. " Ayu berdiri dan menuju sebuah ruangan
"Kemana? "
"Yu, mau kemana sih," Sani masih terus mengikuti Ayu. Sampai lah di sebuah pintu rahasia, Ayu membukanya dan ternyata itu adalah sebuah lift . Mereka masuk lift dan sampilah di sebuah ruangan yang sangat besar. Ruangan milik Ivan.
"Yu, maksud kamu apa? Aku mohon jangan adukan aku dengan pak Ivan Yu, "
Ayu masih terdiam, tidak menjawab permohonan Sani. Di ruangan itu ada Ivan yang sedang menikmati secangkir kopi.Ivan melihat Ayu lewat pintu rahasia dengan Sani, Ivan bingung dengan apa yang terjadi. Sampai di ruangan, Ayu duduk di kursi kebesaran seorang bos.
"Sani, silahkan duduk." Ayu mempersilahkan Sani duduk di kursi depannya. Sani masih bingung dengan apa yang terjadi,Kenapa Ayu begitu berani duduk di kursi itu, bahkan dia masuk lewat pintu rahasia. Siapa Ayu sebenarnya. Batin Sani dalam hati.
Ivan datang mendekati Ayu,
"Ada apa sayang? " Tanya Ivan. Ini pertama kalinya Ivan memangil sebutan sayang, di depan Sani juga. Sani pun kaget mendengar sebutan itu yang di lontarkan Ivan pada Ayu.
Ayu hanya diam, dan memberikan kode pada Ivan untuk diam dan menyimaknya.
"Perkenalkan Sani, Aku Dinda Ayu Mahendra, putri tunggal Mahendra. Dan ini Ivan, kekasih aku. Jadi sekarang kamu di ruangan aku, sekarang katakanlah semua yang kamu tau tentang perusahaan ini. Rahasia kamu saya yang jamin. " Ayu memperkenalkan diri dan mengintrogasi Sani.
__ADS_1
"Eh.. eh... sebenarnya.." Sani tak mampu untuk melanjutkan kata katanya.
"Katakanlah, tidak usah takut"
"Sebenarnya ada keluarga istri pak Mahendra yang selalu datang kesini. Tapi untuk tujuan apa saya tidak tau, yang saya tau di kelurahan pak Mahendra, jadi wajar kalo datang ke perusahaan ini, cuma dia terlalu galak, tidak ramah. Kalo ada yang tidak menurut dengan nya, dia langsung memecatnya. Seperti kasus pak ibrahim waktu itu,
Dia di pecat karena tidak mau mengikuti kemauannya. "
"Ibrahim? Siapa dia " Tanya Ivan
"Manager keuangan yang dulu. " Jawab Ayu
Kamu tau nama saudara mama saya itu? Tanya Ayu
"Kalo gak salah nama panggilannya Maya"
"Maya? Kamu kenal sayang?" Tanya Ivan
"Tidak."
"Brati ada orang luar yang memanfaatkan semua ini. " Jawab ivan
"Kurasa juga begitu. Kamu sani, Aku tugaskan kamu jadi mata mata di perusahaan ini. Kalo ada hal yang kira kira mencurigakan kamu lapor ke aku. Untuk masalah gaji aku naikan 5 kali lipat. "
"Benarkah? " Antusias Sani
"Ya. Tapi ingat jangan bocorkan semua tentang identitas aku ke siapapun. "
"Baik Bos. "
Kalo di tempat kerja kamu jangan panggilan aku bos, Aku tak mau orang lain mencurigai.
"Baik. "
Ivan menggenggam tangan ayu,sebagai bentuk dukungannya.
"Oya San, bentar lagi kita akan merayakan kesuksesan perusahaan ini karena sekarang perusahaan sudah kembali normal bahkan semakin naik peringkatnya, perusahaan akan mengadakan wisata bersama, kamu segera cari pacar ya, biar ada kenangannya. " Ejek Ayu pada Sani.
"Hemm,, Belum ada yang cocok di hati bos." Jawab Sani asal.
"Lusa kita cari pak Ibrahim di bali yank, Katanya pak Ibrahim sekarang ada di bali. Hanya dia yang tau tentang semua ini. " kata Ayu
Siap tuan putri, sambil mencubit dagunya Ayu yang lancip.
Yang mau ngikutin Ayu dan Ivan di bali ya,, kira kira mereka sambil liburan gak ya,,, Ikutin terus episode selanjutnya ya, Maaf banget, Author hanya bisa kasih satu episode tiap harinya. Karena sibuk banget.
Mohon dukungannya ya,, jangan lupa Vote like dan comment.
Comment yang positif akan menambah wawasan author dalam menciptakan sebuah karya yang lebih berkualitas.
__ADS_1