Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 41


__ADS_3

Ivan terus menelusuri hutan untuk mencari Ayu, Ivan bertemu dengan beberapa mahasiswa lain, yang mencari kayu bakar, tapi Ayu tidak bersama rombongan itu.


"Ayu mana?? kok tidak bersama kalian?! "


"Tadi sih bersama kami, cuman kami berpencar agar bisa menemukan kayu bakar dengan cepat dan banyak. " Jawab mahasiswi


"Apa??!! Berpencar??!" kekhawatiran Ivan jadi tambah dengar Ayu berpencar dari rombongan.


"Yaudah kalian kembali ke tenda aja, biar saya yang cari. " Mereka kembali ke tenda, dan mengumpulkan kayu bakar yang sudah di dapatkan.


Di tempat camping, Iqbal melihat tenda Ivan yang dilakban.


"Oh jadi ini yang di maksud rusak oleh Ivan, sobek apa cuma bocor sih, kok sampai di lakban segala."


Iqbal melihat dari dalam tenda Ivan, gak sobek, tapi kok di lakban, saat melihat tenda dari dalam, Iqbal melihat beberapa perlengkapan Ivan, dengan logo "S". Mulai dari tikar, selimut dan tas kecil.


"Logo "S" , sepertinya aku pernah denger dengan logo itu,, Logo apa ya?" pikir Ivan dalam hati


Iqbal ingat, kalo logo "S" adalah logo dari nama Satya, Dimana hanya Satya yang memiliki logo tersebut, dan barang dengan logo itu sangat mahal.


Oh my god,,, Satya?!! Jadi Ivan adalah Satya?!! Tapi kan Satya sangat kaya raya, sementara Ivan orang biasa. pikiran Iqbal saling bertanya. Kini jiwa keponya pun muncul, walau dia seorang cowok, tapi rasa keponya kini melebihi cewek.


"maafin aku van,, jiwa kepo aku memberontak, aku cuma ingin tau siapa kamu, bukan untuk mencuri." kata iqbal bicara sendiri.


Iqbal masuk ke tenda Ivan, Dan mencari sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk. Setelah beberapa menit, akhirnya Iqbal melihat sebuah nama dari tenda tersebut. Nama yang bertuliskan, Satya Ivan Hartono.


Benar dugaan ku, Ivan adalah Satya, orang yang selama ini sangat misterius, tapi karirnya sangat cemerlang Pantas saja dia sangat pintar, ternyata dia pengusaha sukses.


Iqbal keluar tenda, dan bertanya pada orang orang yang baru saja dari hutan.


"Kalian lihat Ivan?!" Tanya iqbal


"Tadi kami lihat, dia mencari Ayu di hutan. "


"Emang Ayu kemana? "


"Cari kayu bakar, tapi kami kehilangan jejaknya, kami tadi berpencar"


"Oke, tolong bilang panitia, aku mau cari Ivan. "


"Baik kak"


"Van, van, Ivan!!!" Teriak Iqbal di tengah hutan


Ivan mendengar ada orang berteriak teriak memanggilnya. Ivan pun menjawab,


"Aku disini!!! " Iqbal mendengar jawaban Ivan, mereka bertemu di tengah hutan


"Kamu ngapain disini"Tanya Ivan

__ADS_1


"Aku cari kamu, Katanya kamu lagi cari Ayu. Apa udah ada tanda tanda keberadaannya? "


"Belum " Jawab Ivan dengan nada lesu


"Yang sabar ya, aku bantu kamu cari calon istrimu"


Ivan kaget mendengar kata kata Iqbal, sontak dia langsung memandang Iqbal.


"Udah lah,, aku udah tau siapa kamu"


"Tau dari mana? "


"Gak penting tau dari mana, tenang aja aku akan jaga rahasia kamu. " sambil menepuk pundak Ivan dan jalan mendahului Ivan.


Ivan menyusul iqbal


"Makasih ya udah mau bantu aku"


"Sama sama, tapi ngomong ngomong kenapa kamu harus melakukan penyamaran segala?! "


"Ini bukan penyamaran, cuman aku gak ingin terlihat lebih dimata orang. "


" kenapa? "


"Karena aku ingin orang menilai aku apa adanya, bukan ada apanya."


"Terus kamu mending terlihat sederhana dari pada kaya raya. "


"Aku salut banget sama kamu,banyak orang yang ingin terlihat kaya, sementara kamu yang asli konglomerat malah ingin terlihat biasa aja."


"Tunggu tunggu ,,!! " Iqbal berhenti langkahnya.


"Jangan jangan Ayu juga seorang konglomerat?!!! "


Ivan menjawab hanya dengan senyum


"Jadi beneran?!! Ayu juga konglomerat?!!


Ya Tuhan,,, kalau emang jodoh ya, gaya kehidupan pun juga sama. Cuma aku heran sama otak kalian nih,, Ada yang salah kali ya,, "


"Salah?!! "


"Ya iya,,, kalian tidak bersyukur. Dikasih kaya minta miskin. kalau gak bersyukur apa dong namanya. "


"Bukannya gak bersyukur,, iqbal,,, cuma kita tak suka berfoya foya. Itu wujud syukur yang sebenarnya. Paham?!!! "


"Iy iya, paham,, terus nanti uang kalian mau buat apa, kalau kebanyakan. "


"Buat anak cucu, dan orang yang membutuhkan bantuan. Kamu butuh bantuan juga,, seperti yang di luar sana?!! Tanya Ivan dengan intens

__ADS_1


"Maksud kamu??? "


"Ya orang fakir miskin dan anak anak yatim. "


"Enggak enggak! Orang tua aku masih utuh, aku juga masih sanggup beli makan. Kirain kamu mau kasih aku, buat ke mall"


Ivan tersenyum mendengar penjelasan iqbal.


Sudah sore, tapi Ayu belum juga di temukan. Mereka terus menyusuri hutan yang semakin jauh dan berteriak memanggil Ayu.


Ayu!!! Ayu!!! kamu dimana?!!! Teriak Ivan dan iqbal


"Tolong!! Tolong!! " Terdengar suara orang minta tolong.


Meraka langsung berlari menuju sumber suara.


"Ica?!! " kata iqbal spontan melihat Ica yang terikat dengan pohon. Ica di ikat dengan pohon, dengan posisi duduk dan tangan di ikat di belakang dan mulut di ikat dengan kain.


Mereka langsung menolong Ica, yang masih ketakutan. Ivan memeluk iqbal, dan menangis


"Ayu dimana Ca? "


"Tanya Ivan"


"Ayu di culik. "


"Apa diculik?!! "


Ica menjawab dengan mengangguk sambil menangis dan ketakutan


"Mereka bawa Ayu kemana?!! "


"Ke arah sana" Ica menunjuk arah puncak.


"Puncak?!! "


"Iqbal kamu bawa Ica ke tenda dulu biar aku yang jemput Ayu. "


"Aku bantu kamu Van, Kalau terjadi apa apa gimana" Kata iqbal


Ivan memikirkan caranya sejenak, kemudian menemukan ide.


"Bentar aku cari sinyal"


Ivan pergi cari sinyal dan menelfon anak buahnya. Kebetulan Ivan menaruh anak buahnya di desa tempat parkir bus itu. Ivan meminta anak buahnya menyusul di hutan dengan membawa motor trail.


Beberapa anak buah Ivan datang dengan membawa beberapa motor trail.


"Kamu antar temen aku ke tenda" Baik bos

__ADS_1


" Ingat Ca, jangan bilang siapapun tentang penculikan Ayu. Aku tidak mau kalau mereka semua jadi panik dan menambah masalah." "Sampaikan saja kalau aku pulang karena ada urusan."


Ica mengangguk tanda mengerti. Ica di antar anak buah Ivan ke tenda. Sementara Ivan dan Iqbal pergi menjemput Ayu, di bantu beberapa anak buah Ivan.


__ADS_2