
Pulang dari kantor, seperti biasa Ayu harus jalan kaki dulu sampai seberang jalan, dan ivan sudah menunggu Ayu di mobil. Ayu masuk mobil dan mereka melaju dengan kecepatan sedang. Ayu sangat kecapekan, dan akhirnya tidur di mobil. Melihat Ayu tertidur sangat pulas, ivan merasa kasihan pada Ayu. Ivan melepaskan jas nya, untuk menyelimuti badan Ayu.
Sampai di apartemen Ayu belum juga bangun. Ivan menunggu Ayu sampai bangun, tak tega mau membangunkan Ayu. Ivan merubah kursi mereka menjadi mode tidur. Tiba tiba ada security mengetok pintu mobil mereka.
"Tok tok tok, boleh keluar sebentar pak? " kata security tersebut
Ivan keluar mobil, dan terjadi perdebatan sedikit dengan security. security tersebut mengira Ivan melakukan mesum di dalam mobil. Kemudian ada security senior melihatnya dan mendatangi mereka. Seniornya kaget ternyata Ivan yang berdebat dengan anak buahnya.
"Pak Ivan?!! Ada apa ini pak?! " Tanya senior
"Tanya tuh anak buah kamu! "
Anak buahnya pun kaget karena sang senior mengenali Ivan.
"Ini pak, tadi saya melihat mas ini, berada di mobil dan tidak keluar keluar. Takutnya mereka melakukan hal hal yang tidak di inginkan. makanya saya meminta untuk keluar " kata security itu menjelaskan
"Apa kamu tahu, pak Ivan ini adalah pemilik apartemen ini. "
"Maafkan saya pak,, saya tidak tahu,, saya hanya menjalankan tugas pak, mohon jangan pecat saya pak." security itu memohon.
Baiklah, karena kamu memang menjalankan tugas saya tidak pecat kamu. Tolong ambilkan selimut untuk temen saya di mobil itu. Dan Jaga dia sampai dia bangun.
"Siap laksanakan pak."
"Saya mau pulang. "
"Baik pak. "
Ivan pulang masih dengan motor kesayangannya. Ivan memberi nama motor itu dengan sebutan Si Cantik. Di mana motor itu adalah motor peninggalan kakeknya. Dulu Ivan selalu naik motor bersama kakeknya. Dan kini motor itu jadi motor kesayangan Ivan, walaupun udah di modifikasi tapi nilai sejarahnya masih tetap ada. Dulu kakeknya suka sekali dengan motor itu, tiap pagi di cuci dan di lap lap sampai kinclong, setelah kinclong kakeknya pasti akan memuji,, udah cantik,, yuk jalan jalan.
Makanya sampai sekarang Ivan menamai si cantik.
Sampai di rumah, security membukakan gerbang buat Ivan. Ternyata mama dan papanya masih di depan tivi, Mereka sedang asyik nonton tivi sambil minum kopi dan beberapa cemilan.
"Pa,, andai kita udah punya cucu ya,, pasti rumah kita sangat ramai. Mama udah pengen menimang cucu pa"
"Papa juga ma,, papa juga pengen jalan jalan sama cucu cucu."
"Pa,,Mana pengen cucu 2"
"Perempuan semua ya pah, biar mama punya temen untuk ke mall."
__ADS_1
"Laki laki dong Ma,,, nanti bisa papa ajak sepak bola. "
Ivan mendengar percakapan mereka, Ivan geleng geleng kepala melihat papa dan mamanya. Ivan datang dan di sambut mamanya.
"Eh Van, nanti anak kamu permpuan ya,, biar mama punya temen ke mall.. dua ya van"
"Laki-laki Van,, biar kita bisa sepak bola. "
"Apa apa an sih,,, laki laki perempuan,,, "
"Orang nikah aja belum, udah main boking boking aja. "
"Makanya kamu cepetan nikah,, biar mama punya cucu. "
"Iya Van,, pokoknya papa bikinin yang laki laki."
"Ya udah sana mama sama papa bikin sendiri. Sepak bola sendiri"
"Mama sama papa udah tua, mana mungkin bisa punya anak lagi. kamu ini ada ada aja. " kata mamanya.
"Ivan ke kamar ya mah pah,," Ivan menuju kamarnya
"Kerja pah"
"Kerja??!!! Kamu kerja dimana"
"Di kantor temen Ivan "
"Kamu tuh ya,, di suruh bantuin papanya aja gak mau, kok malah kerja di tempat orang"
"Pah,, Ivan hanya bantu temen Ivan, dia lagi butuh bantuan Ivan gitu doang. Perusahaanya lagi kena masalah.Besok kalo udah clear ya udah,,,"
"Emang nama perusahaan punya temen kamu itu apa...siapa tau papa kenal"
"MATOYA"
"What?!!! MATOYA?!! "
"Iya pah,, papa bekerja sama dengannya? "
"Kamu kenal dengan pemilik perusahaan itu?!! Tanya papanya kegirangan.
__ADS_1
"Ya kenal lah pah,, orang temen Ivan, tapi kalo orang tuanya gak kenal. Dia orang nya sangat sederhana. Beda sama perempuan lain " Ivan menjelaskan.
"Maksud kamu?!! "
"Dia tuh sangat sederhana pah,,, tidak ada orang yang tau kalo dia orang kaya. Ivan saja tau baru baru ini, kemudian dia meminta bantuan Ivan. "
"Apa namanya Dinda Ayu mahendra??!!! "
"Maksud papa???!!! "
"Dia lah putra Mahendra. Calon istri kamu. "
"What?!!! " Calon Ivan Ayu??!!! "
"Jadi nama panggilan di luar Ayu?! Mahendra hanya memiliki satu putri.
"Baiklah pah,, kali ini permintaan papa dan mama Ivan penuhi. "
"Maksud kamu? "
"Mama dan Papa mau punya cucu kan?? Mau berapa pun Ivan turutin mah pah. "
"Benaran van??!! Kamu gak keberatan nikah sama Dinda? "
Dialah orang yang selama ini Ivan cintai pah, hanya dia.
"Paah,,, akhirnya kita akan segera punya cucu." Mamanya histeris
"Tapi mah,, mungkin kita tunda dulu pernikahannya, "
"Kenapa"
"Karena dia baru saja putus dengan pacarnya, dan untuk saat ini mungkin hatinya masih tertutup. Ivan mau menunggu hatinya terbuka lagi untuk orang lain. Jangan bilang dulu pada Ayu, tentang perjodohan ini. Biarkan kita ikuti arusnya seperti air yang mengalir. "
"Baik lah,, kamu tetap semangat!! Deketin terus dia, ambil hatinya, biar dia bisa menerima kamu di hatinya. "
"Makasih Mah Pah,, ternyata jodoh Ivan di depan mata"
Ivan masuk ke kamar nya dengan hati yang sangat gembira. Seperti dapat durian runtuh. Sakit donk.. seperti hujan bunga. waow.... amazing...
Duh... kira kira bang Ivan dapat tidur gak nih ya..... ikutin di episode selanjutnya ya... 😃😃
__ADS_1