Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 42


__ADS_3

Ivan dan Iqbal sampai puncak , dimana markas para penculik itu menyandra Ayu.


Mereka menyusun rencana, dan menyelinap ke markas dengan sangat hati hati.


Di dalam markas Ayu terikat di sebuah ruangan dalam keadaan pingsan, karena pengaruh obat bius. Tangan dan kakinya di ikat, dan mulutnya di lakban, supaya tidak bisa teriak.


"Bos,, cantik juga Gadis itu. " Kata anak buah penculik itu


"Emang kenapa?! Kamu suka?! "


"Sayang lah bos, Gadis secantik dia di anggurin. Iya gak,, " katanya pada temen temen lain.


Gelak Tawa pun menyelimuti ruangan itu, Mereka merayakan keberhasilannya menculik Ayu, dengan pesta miras.


"Coba sibakkan rambutnya, aku ingin melihat wajah aslinya" Kata bosnya


Anak buah itu pun menyibak kan Rambut Ayu.


Dan ternyata memang cantik.


"Hemmm tidak salah kamu, dia memang sangat cantik. " Bos mendekati Ayu, dan mengusap wajah Ayu dengan lembut.


"Badannya juga Sexy,, Dia akan sangat mahal bila kita jual. Hahahaha "


"Tapi aku ingin mencoba dulu, sehebat apa permainan nya "


"Tapi dia belum sadar bos, "


"Tunggu sampai dia sadar, bawa dia ke ruangan ku. "


Para anak buah, membawa Ayu ke Ruangan khusus bos nya, ruangan yang sangat besar, dan terdapat ranjang yang sangat besar. Mereka menidurkan Ayu yang masih pingsan di ranjang tersebut,


"Buka pakaiannya, dan siapkan makanan dan minuman untuk nya. "


Mereka melucuti pakaian Ayu, sehingga tersisa pakaian dalam saja. Mereka memandang Ayu yang terlihat sangat menggoda,dengan sangat nafsu, Setiap lekuk tubuhnya yang sexy, dan kulit yang sangat mulus membuat mereka tidak bisa menahan birahinya, untuk bisa memerkosanya.


Namun ketika Mereka sedang ingin mencium Ayu, bos nya datang dan melihat aksi mereka.


Bos nya pun marah


"Hei!!! Mau Ngapain kalian!! "


"Enggak ngapa ngapain bos. " jawab salah satu anak buah dengan gugup


"Aku lihat kalian mau memerkosanya kan?!! "

__ADS_1


"Maafin kami bos,,jujur kami tidak tahan melihatnya. "


"Terus maksud kamu, aku harus mendapat sisa kalian?!!! "


"Enggak bos, Ampuni kami bos"


"Kalian tenang saja, nanti kalian akan dapat giliran masing masing, Setelah aku. "


"Beneran bos?!!! "


"Hemm,, suntikan ini ke dia. Biar mainnya semakin gila.Pasang Semua kamera di ruangan ini, Kita bisa untung berlipat lipat" mereka menyuntikan obat perangsang pada Ayu.


Saat Ayu sadar, Ayu melihat sekeliling ruangan yang sangat besar itu. Dua juga mendengar percakapan orang telfon di luar ruangan.


Saat dia melihat sekeliling, dia baru sadar kalau ternyata dia tidak berpakaian.


Ayu menutupi Dadanya dengan kedua tanganya,


"Dimana Aku?"


"Dimana pakaianku?!"


" Kenapa aku bisa begini?"


"Apa yang terjadi?" Ayu bingung apa yang terjadi. Tiba tiba Ayu merasakan panas mengalir di seluruh tubuhnya, Di ruangan seberang anak buah penculik itu, memperhatikan Ayu lewat monitor nya, Ayu yang sedang terangsang akibat obat itu, Ayu yang seperti wanita malam yang sedang menarik lawan jenisnya. Mereka tertawa berbahak bahak.


Bos masuk melihat Ayu yang sedang mengeliat liat di atas ranjang.


"Hei cantik,, Kamu sexy sekali malam ini "


"Siapa kamu?!! "


"Aku?!! Aku kekasihmu malam ini" bis itu mulai menyentuh tubuh Ayu


"Jangan sentuh aku!!"


"Pergi kamu! "


"Tolong! Tolong! "


"Kamu mau teriak teriak pun gak ada yang denger, Malam ini aku ingin dengar kamu berteriak karena n*km*t"Hahahaha


Berd*b*h!!! Pergi kau!!


"Yakin kamu ingin aku pergi?!!! justru aku ingin menolong mu dari siksaan yang menyerang mu cantik"

__ADS_1


"Tolong Tolong,, " Suara Ayu kini semakin melemah, efek obat itu.


"Baiklah aku akan menolong mu, terlepas dari siksaan ini. Aku ingin seberapa hebat cara mainmu, "


Ayu yang merasa sudah tidak tahan, ia melepas sisa pakaian yang ada. Kini Ayu polos seperti bayi baru lahir,


Na,, gitu dong cantik, pintar juga kamu, bikin aku tambah semangat.


Ketika Bos mulai mencumbui Ayu, Ivan Datang dan memukul kepala bos itu.


Kurang ajar!!Mereka saling baku hantam di ruangan itu. Akhirnya bos itu terjatuh kena pukulan Ivan. Melihat kejadian itu, para anak buah penculikan keluar dari ruangan, dan ternyata iqbal dan anak buah Ivan sudah menunggunya. Ivan yang melihat Ayu tanpa busana langsung menghampiri Ayu. Ivan menarik seprainya untuk menutupi tubuh Ayu, dan memakaikan jaketnya untuk Ayu.


Melihat kesempatan bagus untuk kabur, Bos itu melarikan diri. Anak buah Ivan mencoba mengejarnya tapi kehilangan jejak.


Ivan membawa Ayu ke villa nya, yang Letaknya tidak jauh dari tempat itu. Hanya beberapa kilometer dari markas itu. kebetulan Ivan memiliki villa di daerah tersebut, Karena memang perusahaan Ivan di bidang property.


melihat Ayu yang masih tersiksa dengan obat itu, Ivan langsung meminta anak buahnya untuk menjemput pemuka agama, agar bisa menikahkan Ayu malam itu juga secara sah.


Hanya dengan menikah secara sah aku bisa menolong Ayu. Ijab qobul dilakukan malam itu juga, sudah ada persetujuan dari pihak mahendra dan hartono tentunya. Setelah selesai, Ivan masuk kamar, melihat Ayu tang masih seperti cacing kepanasan.


"Van, tolong aku,, Tolong ini aku van, Aku sangat tersiksa"


"Aku akan menolongmu sayang,, Malam ini jadi malam pengantin buat kita berdua"


"Kita sekarang sudah sah menjadi suami istri, walaupun secara hukum belum. Minimal secara agama kita sudah sah. "


"Cepat bebaskan aku dari siksaan ini Van,, "


Ivan dan Ayu bergulat secara ganas, karena efek dari obat itu.


Mereka terbangun di pagi hari dan melakukan hal yang sama, hingga akhirnya Ivan kecapekan, Tapi Ayu masih belum bisa lepas dari siksaan itu.


"Kita makan dulu ya,, nanti kita ulangi lagi" kata Ivan dengan lembut


"Tapi aku masih tersiksa van,, "


Tapi kita udah melakukan berulang kali Yu, aku udah gak kuat.


"Tolongin aku Van,," Ayu menangis karena masih tersiksa pengaruh obat itu.


Ketika Ivan sudah kehabisan akal untuk menyelesaikan masalah itu, Ivan ingat pernah di kasih obat penawar untuk kasus itu, oleh temannya. Obat itu di peroleh Ivan dari temannya, saat perjalanan bisnis ke luar negri. Saat itu Ivan di kasih temannya, buat jaga jaga, supaya lawan bisnisnya tidak melakukan hal curang. Tapi belum di gunakan oleh Ivan, karena semua aman aman saja.


Ivan membuka dompetnya,penawar itu masih terselip di dompet, karena penawarnya hanya serbuk kecil, jadi Ivan menaruh di dompet, jika suatu saat di butuhkan, dan ternyata benar saat ini dia membutuhkannya.


Ivan membuka serbuk itu, dan mencampurkan di minuman Ayu.

__ADS_1


"Ayo minum dulu sayang, " kata Ivan


Ayu meminumnya, dan selang berapa menit tubuh Ayu mulai membaik. )


__ADS_2