
"Van, cepat turun nak, sarapannya udah siap." kata mama Ivan
ya mah,, jawab Ivan dari lantai atas.
Ivan turun dari kamar lantai 2 menuju ruang makan. Disana papa dan mamanya sudah menunggu di meja makan.
"Pagi pah, mah", sapa Ivan sambil menarik kursinya.
"Pagi, "Jawab papa dan mamanya Ivan.
Ivan mengambil roti dan menambah kan selai coklat, tak lupa pendampingnya minuman segelas susu.
"Van, kamu kapan libur kuliah." tanya papa Ivan
Besok Ivan libur pah. Kenapa?
Besok papa ajak kamu ke kantor. Kamu harus segera bisa menghandel perusahaan.
Haaa... mata Ivan terbelalak kaget.
"Kan Ivan belum lulus kuliah nya pah.. masak di suruh langsung terjun. "
"Ya ga papa, kamu bisa kerja sambil kuliah, dari pada keluyuran gak jelas gitu, kapan kamu mau siap.
Kamu tau gak, kalo anak perusahaan Mahendra sekarang dalam ujung tanduk."
"Kok bisa? "
Karena ada penghianat di perusahaannya, dan ingin menghancurkan Mahendra. Kasihan sekali dia, beberapa anak cabang sedang di kacau. Walaupun gak sampe bangkrut sih, karena langsung terdeteksi dari awal. Kemarin papa berkunjung ke kantornya Mahendra,kata dia,ternyata banyak sekali musuh musuh dalam selimut yang sengaja ingin menghancurkannya. Karena dia tak punya anak laki laki, Makanya dia ingin sekali mempercepat pernikahanmu dengan putrinya. Penerus tunggal perusahaan Mahendra. Dia sangat berharap kepadamu van, dan menjaga antar 2 perusahaan ini tetap aman.
dulu papa dan Mahendra merintis usaha dari nol, kita sama sama membangun usaha, dan akhirnya kita bisa seperti sekarang."
papa Ivan menceritakan panjang lebar
"Apa kamu pernah melihat putri Mahendra van," kata mamanya
__ADS_1
"Belum mah"
"Apa kamu merasa sangat keberatan jika menikah dengan Dinda? "
Ivan terdiam tak bisa menjawab pertanyaan ibunya
"Nak,, percayalah,, suatu saat kamu pasti mencintainya. Mama yakin. "
"Emang mama pernah ketemu? "
"Belum"
"Dinda kabur dari rumah, karena marah sama papanya, " Jawab papa Ivan.
kabur???!!! kata Ivan dan mamanya bersamaan.
Ya,, dia kabur dari rumah. Tapi semenjak ada masalah di kantor papanya ,dia baru mau pulang.
"Emang dia umur berapa pah, kok main kabur kabur segala". tanya mamanya ivan
Kurang tau sih, cuman dia itu masih kuliah. kayaknya universitas nya sama seperti kamu loh van.
"Iya"
"Kok Ivan gak pernah tau ya,jurusan apa pah? "
"Kurang paham papa. Coba kamu cari nama lengkapnya Dinda Ayu mahendra"
Dinda Ayu Mahendra
Dinda Ayu Mahendra
Seorang putri konglomerat, tapi kok gak terkenal ya... pikir Ivan berkali-kali
"Iya nak, mungkin kalo kamu bisa kenal dari awal kan gak canggung nantinya"
__ADS_1
"Ya mah"
Setelah selesai sarapan, Ivan pamit kepada papa dan mamnya untuk pergi kuliah.
"Ivan berangkat dulu ya pah, mah. " sambil mengambil kunci motornya yang ada di meja
"Kamu naik motor buntut itu lagi?
"Iya mah"
"Kan mobil banyak, kenapa motor itu masih dipakai? kamu gak malu tiap hari di ejek temen temen kamu? "
"Biarin mah,, yang penting Ivan heppy. masalah di ejek Ivan gak pernah pikirin." jawab Ivan sambil pergi
"Tuh pah,, Anak kamu,, tiap di bilangin keras kepala. Masak kuliah di tempat elite kok kendaraannya kayak gitu.Pakeanya tuh juga, yang mana beliin mahal mahal malah gak di pake. Kan malu pah kalo temen temen mama ada yang liat, putranya sendiri kayak orang miskin gitu. "
"Ya biarkan aja mah,,, orang yang ngejalaninya aja suka, nyaman kok mama malah mama yang repot. " jawab Hartono menenangkan istrinya
"Papa sama anak sama aja, sama sama keras kepala. " ucap mery karena kesal
Loh kok jadi papa yang kena?
"Abis kalian berdua sama sama keras kepala. Gak bisa memahami keinginan mama. "
"Ma, dengerin papa ya,,, kalo orang keras kepala itu tanya dia punya jiwa pemimpin yang tinggi, punya jiwa pengusaha yang kuat.Kalo masalah ingin tampil kaya di depan umum, itu masalah pribadi masing masing. Dia sudah dewasa, sudah bisa menentukan mana yang terbaik buat dia. Kekayaan tidak perlu di publikasikan, itu akan lebih aman buat diri sendiri dan keluarga. "
Mama Ivan terdiam mencoba memahami setiap kata kata suaminya.
Papa berangkat ya mah, udah siang. Hartono berdiri dan mencium kening istrinya
"Hati hati ya pah,, "
Mama nanti mau ke mall sama temen mama ya pah" mery minta izin suaminya
"Terserah mama"
__ADS_1
hufhhhh,,, dasar perempuan,hobbynya belanja. Baru ke mall kemarin, belanjaan belum juga di buka mau ke mall lagi.Mau buka toko apa gimana sih,,kalo iya, brati jiwa bisnisnya mulai berjalan. kata Hartono dalam hati sambil geleng geleng kepala.
______________________