Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 84


__ADS_3

Sekar kini terbebas dari tekanan jhonet dan anak buahnya. Yang semula sekar selalu disiksa oleh anak buah jhonet, kini sudah terbebas karena Baskoro.


"Kamu aku bebaskan." Kata jhonet


"Benarkah? " Tanya sekar sambil menyeka air matanya


"Ya.Aku juga gak mau punya anak buah cenggeng kayak kamu. "


"Untung Baskoro mau bayar mahal untuk menebus kamu.kalau gak aku bisa rugi karena pasti banyak yang komplain karena kamu! "


"Terimakasih kamu udah bebaskan aku"


"Berterima kasihlah pada Baskoro. "


"Dimana Baskoro sekarang? aku mau bertemu dia"


Sekar menemui Baskoro untuk berterimakasih karena telah membantu membebaskan sekar.


"Baskoro, terimakasih telah menolongku. Berkat kamu aku bebas" kata Sekar


Mendengar ucapan dari sekarang, Baskoro hanya tersenyum simpul.


"Ya, "


"Tentunya semua ini tidak ada yang gratis"


"Apa maksudmu? "


"Aku harus mengganti uang yang kamu bayar untuk menebus jhonet?"


"Tentu tidak, uang aku banyak. Aku tak butuh uang dari kamu"


"Terus apa maumu? "


"Kamu"


"Hah?!!!!! " Sekar terkejut mendengarnya


"Kamu harus ikut aku. Kamu jadi istriku"


"Gak mau"


"Terserah, kalau kamu gak mau aku gak maksa kok, Tapi kamu tau sendiri akibatnya. "


"Dan satu lagi jangan pernah menyesal dengan pilihanmu, jika keputusanmu yang akan membuat kamu semakin menderita"


"Aku akan kembalikan uang kamu yang sudah kamu keluarkan! "

__ADS_1


"Emang kamu punya uang?!! "


"Beri aku waktu 1 minggu"


"3 Hari"


"Hah cuma 3 Hari? "


"2 Hari"


"Kamu gila, aku nawar 1 minggu, kamu 3 hari, sekarang 2 hari"


"1 Hari, Masih kurang?!!" Kata Baskoro memberikan pilihan yang semakin sulit dengan waktu semakin sedikit "


"Oke oke oke,, Beri aku waktu 1 Hari. " Kata Sekar sambil mengambil nafas dalam dalam dan mengatur nafasnya,agar lebih rilexs, juga memutar otaknya bagaimana cara menemukan jalan keluarnya. Sementara Baskoro melihat jam tangannya, kemudian tersenyum simpul"


"Waktu habis!!"


"Haa???!! Apa maksudmu?!! "


"Coba kamu lihat sekarang jan berapa? " Tanya Baskoro sambil memperlihatkan jam tangannya pada Sekar. Ternyata sudah jam 12.01 malam.


"Sudah lihat kan, dan aku rasa kamu juga sangat pintar. So,,, aku sudah berikan kamu waktu satu hari. "


"Dasar licik!"


"Licik?!! Siapa yang licik?!! "


Melihat Expresi Sekar, senyum Baskoro merekah, dia meletakkan gelasnya, dan bangun dari duduknya untuk beranjak pergi.


"Sekarang terserah kamu, mau ikut aku atau tetap disini." Bisik Baskoro sambil merapikan jasnya, kemudian melangkah pergi.


Tanpa pikir panjang, Sekar langsung membuntuti Baskoro karena dia sangat takut melihat para hidung belang yang pada menatapnya, seperti binatang buas yang mau menerkam.


Sampai didepan club, mobil Baskoro sudah siap di depan. Baskoro masuk mobil, sedangkan Sekar hanya terdiam berdiri.


"Masuk cepetan"


"Gak mau!! "


"Gak sudi aku jadi istri hidung belang kayak kamu"


"Dasar licik"


"Yakin, gak mau masuk?!!"


"Gak! "

__ADS_1


"Oh,, ya udah. Jangan salahkan aku bila ada apa apa ya, " Baskoro mengemudikan mobilnya meninggalkan sekar sendirian di depan club.


Setelah mobil Baskoro menghilang, Sekar berjalan seorang diri, mencari taxi. Tapi tidak ada taxi yang lewat.


Tiba tiba datanglah segerombolan preman dan menggoda Sekar.


"Wuih,,!!! Bening nih!!"


"Malam neng,, kok sendirian. Abang temenin yah? "


"Gimana kalau kita senang senang dulu neng,, mumpung sepi,,, iya nggak? Kata salah seorang preman sambil mencolek Sekar


"Heh!! Apa apaan sih kalian!! "


"Awas jangan coba coba kalian. Atau aku akan teriak?!"


"Hahahaha teriaklah neng, Aku ingin dengar teriakanmu"


"Teriakkan nikmat."


"Hahahahha" tawa para preman


"Tolong!!!!! Tolong!!!! Tolong!!!! " teriak Sekar


"Aduh neng,,, percuma kamu minta tolong. gak ada yang dengar. Bila ada yang dengarpun mereka tak akan peduli dengan perempuan ****** sepertimu"


"Hati hati kalau omong!! Aku bukan wanita ****** Aku wanita baik baik "


"Ha,,, wanita baik baik??!!! hahahahahaha "


"Aduh neng,, mana ada wanita baik baik keluar jam segini? Pake pakaian kayak gitu lagi. "


Kata salah seorang preman ingin mencolek pipinya, tapi di tempur oleh Sekar.


Sekar memilih untuk kabur menyelamatkan diri, dia berlari. Tapi bisa di tangkap lagi oleh preman preman itu. Keadaan saat ini sungguh tidak mendukung. dia menyesal karena tidak ikut dengan Baskoro tadi, walaupun dia brengsek hidung belang, tapi setidaknya dia juga yang menyelamatkan dari kelamnya dunia malam.


Saat Sekar, sedang di tangkap oleh para preman, Baskoro datang dengan mobilnya. Ternyata tadi dia putar balik. Baskoro keluar dan menghajar para preman itu.


"Lepaskan dia!! "


"Apa urusanmu?! "


"Jangan ikut campur urusan orang! "


"Lepaskan atau kalian aku hajar. "


Tapi mereka tetap tak mau melepaskan, dan akhirnya saling pukul pun terjadi. Bakoro melawan para preman itu.

__ADS_1


para preman merasa kalah dan mereka memutuskan untuk kabur.


Baskoro masuk mobil lagi, tanpa bicara dengan Sekar. Melihat hal itu, Sekar langsung ikut masuk karena masih trauma dengan kejadian yang barusan dia alami.


__ADS_2