
Hujan telah reda, dan Ayu pun sudah siuman.
"Ayu akhirnya kamu bangun juga. Aku sangat kuatir padamu. "
"Rudi, " kata Ayu sambil memegangi kepalanya yang masih agak pusing,Efek pingsan.
"Kamu gak papa kan Yu,, "
"Aku gak papa kok. Hanya sedikit pusing aja.
kok baju aku ada disini? "
Ayu tersadar kalo dia hanya pake daleman dan jaket aja. Ayu memeluk tangannya sendiri, dan terlihat wajahnya kuatir.
"Tenang Ayu,, aku gak apa apain kamu. Aku tadi cuma ganti in baju kamu, karena kamu basah kuyup jadi kamu pingsan karena kedinginan.
Makanya aku ganti baju kamu "
Ayu melotot antara percaya dan tidak.
"Jadi kamu udah lihat dong"
"Lihat apa? "
"Ya lihat aku gak pake baju? "
Dengan santainya Rudi menjawab
"Udah"
"What!!!! "
"Cuma lihat doang, aku juga gak pegang pegang. "
"Hah??!! "cuma liat, kenapa kamu lihat lihat. kamu pasti ambil kesempatan ya"
"Enggak,, beneran... gimana gak liat, orang aku yang gantiin kamu baju. Kalo gak liat gimana, masak ganti in baju sambil merem, kalo merem diraba raba dong. "
"mau?? "
"Enggak! " teriak Ayu.
"Kamu jahat, udah liat aku ga pake baju. awas ya kalo sampe bilang bilang. " ancam Ayu
"Ya enggak lah,,, masak pacar sendiri di sebarin. Emang aku laki laki brengsek apa?!
Kamu merasa rugi, mau juga lihat punya aku? biar kita sama sama melihat"
goda Rudi.
__ADS_1
"iiiih... kamu jorok. "
sambil mendorong Rudi. Rudi pun tertawa terpingkal pingkal melihat Ayu.
"Pulang yuk, udah reda hujannya.
kamu langsung aku antar pulang aja ya,, apa mau kemana dulu"
"Pulang aja."
"Siyap tuan putri,,, " jawab Rudi.
Mereka melanjutkan perjalanan kurang lebih 1 jam. Hingga akhirnya sampai di rumah Ayu.
"Kamu gak masuk dulu Rud, "
"Gak usah. aku langsung pulang aja. "
"Hati hati " Ayu sedikit menaikan volume suaranya, karena Rudi sudah agak menjauh.
Sampai di dalam, Ayu masih senyum senyum sendiri. Membayangkan kejadian tadi di puncak. Bu Minah keluar dari kamarnya mau ke dapur, melihat Ayu lagi senyum senyum gak jelas.
"Ayu kenapa ya,, kok senyum senyum sendiri gitu. Apa jangan jangan dia kesambet ya??!"
Bu Minah menghampiri Ayu,
"Yu,,, yu." Ayu tidak menjawabnya, pikirannya masih terbayang bayang saat bersama Rudi.
"iiiih Ibu, kok teriak teriak sih.Sakit kuping Ayu ni,, "Ayu mengucek ngucek kupingnya
"Abis dari tadi Ibu teriak teriak kamu gak dengar. Malah senyum senyum sendiri gak jelas. kayak kesambet aja. Serem deh.. "
"Ayu gak kesambet bu,, tapi Ayu lagi bahagia." Ayu memeluk bu minah
"Hah bahagia??! "
"Iya," karena Ayu lagi bahagia hari ini, bu Minah aku kasih bonus. Nih ibu mau ambil berapa terserah."
Ayu mengeluarkan ATM goldnya.
Tapi bu Minah menolaknya, dan mengembalikan ATM itubke tangan Ayu.
"Ibu gak mau yu, kalo kamu mau kasih ibu, kasih aja. Tapi kalo harus ambil di ATM ibu gak mau "
"Baiklah,, "
Ayu masuk kekamar, mengambil uang di brangkasnya.Kemudian keluar dengan membawa uang 50juta.
"Ini buat ibu. "
__ADS_1
"Kok banyak banget nak"
Gak papa bu, itung itung buat anak ibu yang di kampung.
"Alhamdulillah ya Allah,, makasih ya nak.. "ibu akan kirimkan uang ini ke anak ibu.Biar bisa beli motor baru, buat kuliah. Gak papa kan? "
"Iya bu, gak papa. " senyum Ayu
_______________
Sela and the genk nya lagi sibuk memoles pipinya, entah berapa kali mereka memoles wajahnya.
Datanglah Ivan pake motor buntutnya,
"Tuh pujaan loe, datang." celetuk rina teman sela
"Beneran loe sel, masih tetap setia menanti Ivan. "
"Iyalah. kenapa???!!! "
"Idih... kalo aku mah ogah. Cowok the miskin kayak dia, gak level gue lah. cakep sih cakep,, tapi mau makan apa??? "
Heh,,denger ya,, walaupun dia miskin, gue kan kaya.Gak pusing gue mau makan apa. Duit gue masih banyak. orang tua gue tajir,,, 7 keturunan gak abis." jawab sela dengan raut wajah yang kesal
"Yeee,,, tuan putri marah" jawab rina dan teman
temanya sambil tertawa berbahak bahak.
Rudi datang bersama Ayu, mereka berboncengan dan Ayu memeluk Rudi dari belakang. Setelah turun, Rudi menggandeng pundak Ayu, layaknya orang berpacaran. Ivan melihat dengan tatapan cemburu, karena selama ini Ivan mencintai Ayu, hanya saja Ivan belum sempat mengutarakan isi hatinya Ivan sudah di jodohkan.
Sela dkk(dan kawan kawan) gak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka saling melempar pandangan.
"O M G,,,, gue gak salah liat??!! kata sela
Si miskin itu bersama Rudi?!
Mereka pacaran??!! "
Rina melihatnya dengan tatapan emosi, karena Rudi pujaan hati Rina. Rina beberapa kali mengutarakan isi hatinya, Tapi Rudi selalu menolak dengan lembut.
"Apa mata Rudi juling ya,, gadis miskin kayak gitu jadiin pacar. Dilihat dari segi manapun tetap cantik gue." kesal rina
Sela tak tinggal diam, ini kesempatan emas untuk membuly sahabatnya itu.
Sambil tertawa sela berkata
" pangeran loe, di ambil orang? loe kalah dari Ayu.Brati dimata Rudi lebih cantik Ayu dari pada loe," sela tertawa berbahak bahak.
"Elo mbelain Ayu sih, yang sahabat loe itu gue apa Ayu." jawab rina kesal
__ADS_1
"Abisnya tadi loe menghina gue sih,, sekarang aku balas lah. " sela masih tertawa melihat rina yang masih manyun gak jelas.