Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 17


__ADS_3

"Ke apartemen aja" kata Ayu


"Tapi elu ijin dulu sama bu minah, agar gak khawatir nungguin loe, " pesan Ivan pada Ayu.


Iya, ntar gue telfon ibu


Ivan pun mengantarkan Ayu ke apartemennya, sebuah apartemen mewah yang menjulang tinggi.Mereka naik ke lantai 9,yaitu apartemen Milik Dinda Ayu.Ayu masuk, dan Ivan segera pulang.


"Gue pulang dulu ya, kalo ada apa apa telfon gue. Awas kalo sampe loe coba coba bunuh diri." Ancam Ivan


"Bunuh diri,, kayak gak punya iman aja bunuh diri. "


"Ya siapa tau loe gak kuat, terus bunuh diri. Terjun dari ranjang. "


Terjun dari lantai dodol, kalo dari ranjang namanya tidurnya jatuh


Hahahaha.. mereka tertawa terbahak bahak.


"Maksih Van, "


"Untuk"


"Semuanya" Ayu tersenyum


Apapun akan gue lakuin asal loe tetap tersenyum Yu, batin Ivan dalam senyuman


"Udah sana masuk,,, besok gue jemput loe. Awas kalo kesiangan. Gue dobrak nih pintu"


"Loe doprak nih pintu, loe langsung di tangkap security, Pe Ru Sa Kan!!! Nih gue kasih kode nya, gak usah main dobrak dobrak segaka." Ayu memberi kode kunci pintu apartemen.


Loe yakin,, kasih kode ini ke gue??


"Emang kenapa?! "


"Kalo gue bebas masuk apartemen loe, gue khilaf loe gue perkosa gimana?? mau??!!" Ivan menggoda Ayu, alis nya naik turun sambil senyum senyum jail.


Ya gue nikmatin ajah. Ayu mengetuk ngetik pipinya dengan jari jarinya, sambil melirik Ivan. Ivan pun kaget dengan jawaban Ayu, sampe dia melonggo antar percaya dan tidak.


"Jadi jadi jadi loe loe" belum sempat meneruskan kata katanya Ayu memotong kata kata Ivan.

__ADS_1


"Jadi loe orang pertama yang gue kasih kode pintu apartemen gue, dan loe juga yang pertama sentuh gue, dan gue jamin loe bakal di kejar bokap gue sampe ke ujung dunia. "


Ivan nyengir dan mengaruk ngaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kirain loe udah gak perawan, makanya gue kaget. "


"Sembarangan kalo ngomong." Ayu menjewer kuping Ivan.


"Aduh aduh aduh sakit"


"Makanya kalo ngomong jangan sembarangan"


"Emang loe dan Rudi Belum pernah,,,," Ivan mengatup ngatupkan kedua jari penunjuk nya.


Ayu menjitak dahinya Ivan,


Belum!! pulang sana! Lama lama disini pikiran loe tambah ngelantur. ayu mengusir Ivan dan mendorongnya agar segera pulang.



Saat Ivan menemukan ayu di sebuah taman, tampak Ayu kedinginan sambil menangis, Ivan memberikan syal kepada Ayu, agar tidak kedinginan.


"Yank! yank! Yu" teriak Rudi, tapi Ayu tidak menghiraukan Rudi.Ayu tetap berjalan menuju perpustakaan kampus. Rudi mengejar Ayu sambil terus memanggil Ayu. Akhirnya Rudi bisa menyusul Ayu, dia memegang tangan nya.


"Kenapa kamu terus menghindari ku?


Apa salahku? " Rudi bicara agak keras, sehingga pengunjung menoleh ke sumber suara.


pegawai perpustakaan memperingatkan Rudi agar tidak berisik karena bisa mengganggu konsentrasi pengunjung.


"Disini gak boleh berisik, kalo mau berantem di luar sana, jangan ganggu orang lain lagi konsentrasi. " kata pegawai perpustakaan


Akhirnya Rudi mengajak Ayu untuk keluar ruangan dengan paksa, dan mengajak di tempat yang agak sepi.


"Kamu kenapa sekarang selalu menghindari ku?Apa salahku?" Rudi menegang kedua lengan Ayu. Tapi Ayu menepis tangannya.


"Biarkan aku berpikir dulu Rud, "


"Apa maksudmu?!! "

__ADS_1


"Apa yang membuat kamu berubah? hemmm "


Rudi memperhatikan Ayu dengan lembut.


"Aku lagi pengen sendiri, jangan ganggu aku dulu"


"Maksudmu apa?!! Aku gak ngerti?!!! "


"Gak papa" Ayu meninggalkan Rudi, tapi Rudi berhasil menahan ayu. Rudi memeluk ayu dari belakang.


"Plisss Ayu,,, cemon,, jangan tinggalin Aku. Kamu lah semangat ku, aku gak bisa tanpamu. Aku sangat mencintaimu"


Ayu sudah tak sanggup membendung air matanya. Air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya.


"Sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini, aku gak mau merusak hubunganmu dengan Rina. "


"Rina??!!" Rudi melepaskan pelukannya dan mencoba memahami kata kata Ayu.


"Apa hubunganku dengan dia??!! "


"kamu kekasih ku? bukan dia!! " Rudi memutar badan Ayu sehingga mereka saling berhadapan.


"Tapi kamu akan menikah dengan dia!!! kenapa kamu masih dekati aku?? kenapa kamu menghancurkan hatiku?!!!" suara Ayu meninggi, tak kuasa mengontrol emosi, yang dari tadi sudah di tahan.


"Menikah? "


"Apa maksudmu?? Aku gak ngerti. "


Rudi mengangkat kedua tangannya karena merasa bingung dengan ucapan Ayu.


Gak usah pura pura lagi. biarkan aku sendiri membawa luka ini. luka yang amat dalam. Ayu menyeka air matanya dan pergi meninggalkan Rudi.


Rudi melihat punggung Ayu dengan perasaan masih kebingungan.


Apa sebenarnya yang diobrolin mama dan Ayu,saat aku di kamar? Kenapa tiba tiba Ayu menghilang dan sekarang Ayu bilang kalo aku mau menikah dengan Rina. Ada apa ini?!!! Rudi bicara sendiri


"Aku harus bertanya pada mama,, yah mama pasti tau soal ini. "


Tapi gimana kalo mama gak mau cerita,,, haahh,,, kenapa jadi rumit gini sih...

__ADS_1


__ADS_2