
Rina di perkosa oleh beberapa pria tidak di kenal. Dan itu balasan buat Rina karena telah menculik Ayu dan menyuruh orang untuk memperkosanya. Ketika Nayla dan Rudi sudah sampai di depan ruangan itu, Ivan keluar dari kamar itu.
"Kamu disini?! terus dimana nenek Lampir? "
"Tuh didalam, lagi di makan biaya biaya lapar"
"Hah!!! Disini ada buaya?!! "
"Banyak, "
"Mana buayanya mana, aku pengen lihat?!! "
"Udah gak usah. nanti kamu dimakan. Ayo kita pergi"
"Maksud kamu apa van?! "
Sorry Rud, walaupun dia tunangan kamu, tapi aku harus lakukan itu untuk menolong dia. Sekaligus pembalasan atas apa yang pernah dia lakukan pada ayu"
"Pembalasan Ayu?!! Apa yang dilakukan Rina pada ayu?"
"Sebaiknya kita duduk dulu, " Kata Ivan mempersilahkan Rudi duduk
Dulu ketika kemping, Ayu di culik oleh segerombolan orang, dan itu atas perintah Rina. Bahkan Rina menyuruhnya untuk membawanya pergi jauh, ataupun dijual. penculik itu pun memperkosanya masal dengan cara memaksa Ayu untuk meminum serbuk perangsang dengan dosis tinggi.Dengan tujuan agar dia bisa melayani banyak pria sekaligus."
"Apa?!!! Ayu di perkosa masal"
"Tapi rencana mereka gagal, karena aku datang tepat waktu. Mungkin Telat 1 Menit saja dia sudah jadi makanan biaya biaya itu. Yang aku khawatirkan adalah mental Ayu kedepannya, kalau sampai hal itu terjadi. "
"Aku membawa Ayu pergi ke villa ku,tapi dia terus meronta ronta minta tolong. Aku datangkan dokter, ternyata jalan satu satunya adalah memberikan apa yang dia inginkan. Yaitu ****"
"Jadi kamu melakukan hal itu pada Ayu?!! "
"Kurang ajar kamu! Kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan" Kata Rudi sambil menonjok Ivan sampai berdarah
"Stop!!! "
"Jangan main pukul sembarangan. Dengarkan dulu dia" kata Nayla melerainya
__ADS_1
"Tapi dia sudah kelewatan! Dia mau lakukan **** dengan Ayu. " Kat Rudi yang sudah emosi
"Makanya, dengerin dulu penjelasannya, "
"Sorry rud, tapi aku melakukan hal itu jauh setelah kamu putus dengan Ayu. Jadi aku tidak merebut Ayu dari kamu. "
"Dan aku melakukannya dengan sah, karena malam itu juga aku langsung menikah siri dengan Ayu. "
"Menikah siri?!! "
"Ya?!! "
"Tapi itu sangat tidak adil. kamu menikahi dia tanpa cinta"
"Kamu salah. Aku mencintai Ayu. Jauh sebelum kamu jadian dengan Ayu. "
Dan Aku mengalah demi kamu. Tapi kamu yang menyia nyiakan Ayu dengan selingkuh dengan Rina."
"Tapi aku di jebak?!! "
"Aku tau kamu di jebak, tapi tidak dengan Ayu. Sakit hatinya sudah terlalu dalam melihat semua adegan adegan yang kau lakukan bersama Rina"
Mendengar pertanyaan itu, Ivan mengeluarkan KTP nya, dan menyodorkan pada Rudi.
Rudi terkejut membaca nama Di KTP itu, Di KTP tertera nana SATYA IVAN HARTONO
"Jadi selama ini kamu?!! " Tanya Rudi tanpa melanjutkan kata katanya
"Ya,,!! akulah Satya. Suami Dinda Ayu. Dan aku juga sudah menikah di KUA. Jadi kita sudah resmi secara agama dan negara. Walaupun kini Ayu sudah tiada."
"Jadi kalau kamu masih mau membela calon istri kamu silahkan, persahabatan kita selesai. Dan perlu kamu tau Bagaimana kelakuan calon istri kamu. Kamu bisa datang ke alamat ini." kata Ivan Sambil menyerahkan sebuah kartu yang ada alamatnya. Yaitu sebuah club malam yang sangat besar,
Ivan berdiri dan hendak pergi, tapi langkahnya terhenti ketika dia ingat Mamanya Rudi.
"oh ya, ajaklah mama mu sekalian, barangkali dia juga ingin bertemu dengan calon menantu kesayangannya?! "
Ivan pergi dengan menarik Nayla, sehingga Nayla berjalan setengah berlari karena mengimbangi langkah Ivan yang terlalu panjang langkahnya.
__ADS_1
"pelan pelan donk, jalannya, " Kata Nayla sambil sedikit berlari karena tangannya yang masih di tarik Ivan.
Ivan menghentikan langkahnya, sehingga membuat Nayla menabrak punggung Ivan
"Brough!!! Auw!! sakit, " Kata Nayla sambil menggaruk nggaruk jidatnya
Ivan hanya senyum melihat Nayla si mungil terbentur pundaknya.
"Kalau berhenti kasih kode donk,minimal nyalakan riting kek, jangan asal berhenti mendadak. Kan nabrak jadinya. "
"Emang, aku lagi gerak jalan, kasih kode?!! "
"Emang Aku kendaraan pakai riting?!! " Jawab Ivan gak mau kalah
"Dasar kutu kupret tengil. " Kat Nayla jengkel
"Dasar Beo!! "
"Yaudah lepasin tangan aku, ngapain juga pegang pegang!"
Ivan mengibaskan genggaman tangannya, yang memegang tangan Nayla. Kemudian melanjutkan langkahnya
"Hey, tengil!! kok kamu bisa gak mempan dengan serbuk yang kamu minum?! "
Tiba tiba Ivan memutar badannya, dan berhenti lagi, Nayla pun menabrak dada Ivan,reflek tangan Nayla memeluk perut Ivan. Sehingga mereka seperti orang yang sedang berpelukan.
"Ngapain kamu peluk peluk aku?! "
"Kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan?! " Tanya Ivan menggoda
"Enak aja,, kamu yang ambil kesempatan!!! "
"Coba lihat, siapa yang peluk?!! " Kata Ivan sedikit tersenyum.
Nayla tersadar, ternyata tangannya yang melingkar di perutnya. Nayla melepaskan tangannya dan memundurkan langkahnya sambil menunduk malu. Ivan melihat pemandangan itu sangat senang, dan di abaikan lewat ponselnya.
"Impas!! "
__ADS_1
"Kemarin aku peluk kamu, kamu bilang menodai keprawanan mu, sekarang kamu juga nodai aku . Karena aku tak pernah di peluk wanita lain selain Ayu. " Kata Ivan pura pura menarahi Nayla
"Apa kamu tau? Biasanya kamu kayak kaktus,tapi sekarang kamu kayak bunga yang layu. Hahahaha" Kata Ivan sambil tertawa terbahak bahak melihat aksi Nayla kalau lagi malu, seperti bunga yang layu. tak berani menampakkan wajahnya.