
"Silahkan duduk." mamanya mempersilahkan Ayu untuk duduk
Yank, kamu ngobrol sama mamah dulu yah, aku ke atas ganti baju dulu.
"Ya" jawab Ayu
"Kamu tinggal dimana? " tanya hilda dengan agak sombong.hilda adalah nama dari mamanya Rudi.
"Tinggal di kampung Asri tante," jawab ayu dengan sopan.
"Kampung Asri? owalah,,, gadis kampung toh." kata Hilda dengan nada menghina Ayu.
"Iya tante,, ada yang salah???!!" tanya Ayu dengan mimik agak bodoh. Sebenarnya Ayu tau maksud Hilda, cuman Ayu pura pura gak tau. Kini Ayu yang penasaran dengan keluarga Rudi, dimana keluarga calon mertuanya yang sangat sombong itu.
"Oh gak,,,gak ada yang salah...yang salah itu kenapa kamu bisa kenal dan jadi pacar putraku.
"Maksud tante apa"
Aku tau, kamu masuk Tunas bangsa pasti dari beasiswa kan??? kalo gak, mana mungkin kamu bisa masuk universitas kelas elit itu. Dan sepertinya kamu sudah bukan anak kecil lagi deh, jadi tante gak perlu kan jelasin ke kamu panjang lebar. jawab Hilda dengan sombongnya.
"Iya tante, saya paham maksud tante"
"Kalo udah paham,, so,, kenapa masih disini." Usir Hilda dengan memperhatikan kuku kukunya yang kinclong.
"Maaf tante, kalo begitu saya permisi. " Ayu berdiri dan hendak melangkah pergi. Rasanya sakit banget hatinya,harga dirinya di injak injak oleh calon mertua sendiri. Air mata Ayu pun mulai menetes, karena tak kuasa menahan sakit hati campur amarah.
"Pokoknya aku gak mau tau ya, kamu harus jauhin Rudi. karena sebentar lagi Rudi akan menikah dengan keluarga yang sepadan. "
Ayu berhenti. menghapus air matanya, dan Menoleh Hilda.Rasanya ada petir menyambar telinganya.
"Menikah??!! "
"Ya,, Rudi akan aku nikahkan dengan Rina,wanita dari kalangan yang sepadan dengan keluargaku. "
"Rina??!!Menikah dengan Rina?" rasanya hati Ayu tersayat sayat,, ya Tuhan, baru saja aku akan merasakan bahagianya cinta, kini aku harus di hadapkan dengan kenyataan yang sangat menyakitkan. Hati Ayu terasa menjerit dan air mata pun mengalir deras karena tak kuasa membendungnya,
"Kamu kenal kan dengan Rina, bagus donk. jadi tante gak usah repot repot ngenalin kamu dengan nya. "
__ADS_1
Ayu lari keluar dengan derai air mata yang terus mengalir. Terus berlari di sepanjang jalan. Rasa sakit hati mengalahkan rasa capeknya berlari. sampai di ujung jalan, Ayu berteriak kencang. meluapkan rasa sakit dan amarahnya. Dia terus menangis seorang diri.
Rudi turun dari kamarnya, melihat mamanya sendiri, Ayu sudah tidak ada.
"Loh mah, Ayu kemana? "tanya Rudi.
"Tadi buru buru pergi" jawab mamanya dengan drama quenya.
"Kok buru buru pergi, kan belum jadi makan malam mah,baru juga tinggal mandi dan ganti baju.Apa Rudi kelamaan ya "
"Ya,, mama gak tau. mungkin ada urusan mendesak kali"
Rudi mencoba menelfon Ayu berkali kali. Tapi panggilannya tidak di angkat.
"Ayu kemana sih,,, di telpon gak di angkat juga. Perasaanku kok jadi gak enak gini yah. "
Rudi menuju pintu mau mencari Ayu, tapi mamanya mencegah.
Eeeeh,, mau kemana kamu?? tanya Hilda
"Cari Ayu mah"
"Malam tante,, " sapa Rina
"Malam sayang,, " jawab Hilda sok sweet
"Hei Rudi, kamu mau kenana?"
"Rudi,, ini Rina datang, kok kamu malah akan pergi." kata Hilda mencegah Rudi agar tidak pergi. Tapi Rudi tetap kepikiran Ayu yang tiba tiba pergi. Rudi tak menghiraukan Rina, Rudi tetap pergi mencari ayu.
Wah,, apa ini tante? melihat bungkusan yang ada di meja. Kue pemberian Ayu yang tadi di taruh meja oleh Hilda.
Rina langsung membuka bingkisan itu, dan ternyata isinya kue yang sangat fantastis harganya.
"Kue Macaroons tante,, ini macaroons limited edition,,harganya juga sangat fantastis. wah,, selera tante tinggi banget." kata Rina takjub
Hilda kaget mendengar kalo isi bingkisan itu kue macaroons. Hilda membuka bingkisan itu ternyata benar kata Rina, ini kue termahal yang di buat oleh chief terkenal kelas dunia. Harganya 70juta perkilonya, Hilda seakan tak percaya dengan apa yang di lihat.
__ADS_1
Terdapat kue macaroons dua dus, dari kemasannya pun sudah sangat jelas kalo itu kue mewah ya,,
Dia pasti menguras uang Rudi untuk membeli kue ini. batin Hilda
Mana mungkin dia mampu beli kue semahal ini.Miskin miskin seleranya tinggi juga,benar kata Rina, kalo dia ingin jadi kaya instan.Pantas aja aja ndekatin Rudi, ternyata memang sudah rencananya mau jadi nyonya besar. Batin Hilda dengan rasa amarah, dan menambah kebencian nya pada Ayu.
"Tante,, tante gak bagi bagi ama Rina kue nya,," kata Rina karena ingin segera mencicipi kue termahal itu.
"Duh sampe lupa. silahkan silahkan sayang,,makanlah"
"Makasih tante,, tante emang baik banget. "
Rudi terus mencari Ayu, menelusuri jalan jalan. Tapi Ayu tak di temukan juga. Bahkan Rudi mencarinya di rumah Ayu, tapi kata bu minah Ayu belum pulang.
Rudi semakin kawatir dengan Ayu, takut terjadi hal yang tak di inginkan. Kemudian Rudi mencoba menelfon beberapa temen temen Ayu, mereka juga tak menemukan keberadaanya. Terakhir Rudi menghubungi Ivan,
"Halo van, kamu lagi bersama Ayu gak"
belum sempat di jawab halo, Rudi sudah bertanya panjang lebar.
"Gak tuh, bukankah lagi makan malam dengan keluargamu "
"Tadinya rencananya gitu, tapi Ayu pergi gitu aja, dari tadi aku cari gak ketemu.
"Rumahnya ada gak" Ivan ikutan panik
"Gak ada, kata ibunya belum pulang. aku telfon juga gak di angkat."
"Yaudah aku bantu cari. nanti kalo ketemu aku kabari kamu"
"Makasih ya Van,segera hubungi aku ya"
"Iya,, "
__ADS_1
Semoga aja gak terjadi sesuatu dengan Ayu, kemana kamu Yu,, Ivan mencari Ayu di sepanjang jalan, karena malam memang sudah larut dan Ayu belum di temukan.