Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 30


__ADS_3

"Makasih nak,, " Kata Mahendra


"Sama sama Om. "


Kamu temennya Dinda ya".tanya Mahendra


"Perkenalkan Ini Rudi pah, Temen Dinda, di kampus, dia ambil jurusan Kedokteran, dan sekarang udah magang di rumah sakit WARAS."


"Rumah sakit WARAS?"


"Iya Om,Kebetulan itu rumah sakit keluarga saya om."


"Oh,, Jadi kamu putranya Faisal Surya? "


"Om kenal dengan papah saya? "


"Faisal teman bisnis saya, saya juga nanam saham di sana. Bagaimana kabar faisal sekarang. Sehat kan? "


"Sehat om, tapi papa sedang di liat negri. mengurus Bisnisnya yang ada di luar negri om."


"Ya ya,, Dinda, ajak temanmu makan dulu, bik minah siapkan makanan buat mereka. "


"Baik tuan"


"Ayo kita ngobrol di luar aja, biar papa kamu istirahat."


Ayu dan Rudi keluar, mereka ngobrol di taman milik Ayu.


"Kenapa kamu menyembunyikan identitasmu dari ku Yu? Kenapa??!! "


"Karena aku punya misi rahasia. "


Misi rahasia?!! Tapi tak seharusnya kamu juga berbohong pada ku.


"Maaf, " Hanya Satu kata yang di ucapkan Ayu, sambil menunduk


"Aku sangat mencintaimu Yu, Aku menerima apapun keadaanmu. "


"Lupakan semua itu"


"Kenapa?!! Aku hanya mencintaimu"


"Terlambat Rud, kamu sudah di jodohkan oleh orang tua kamu, aku pun juga demikian"


"Kamu di jodohkan?! "


"Iya"

__ADS_1


"Dengan siapa?!"


"Baiklah aku akan bilang ke papa, biar mama mau membatalkan perjodohan ini, Papa pasti merestui hubungan kita. " kata Rudi


"Tidak mungkin Rudi, Papa aku menjodohkan aku dengan seseorang yang bisa mengelola perusahaan papa, dan rasa aku untuk mu juga sudah hilang saat aku melihat foto kamu dan Rina. Mungkin kita memang di takdirkan untuk jadi teman, bukan pasangan. "


"Maafin aku Yu, aku telah menghianati cinta kita. Sebenarnya kejadian itu tidak seperti yang kau bayangkan. Hari itu aku berdebat dengan Mama, dan gara gara itu, aku frustasi, aku pergi ke sebuah bar, aku minum alkohol, minuman yang selama hidupku aku hindari, aku hanya minum beberapa gelas aja, aku mabok dan rina memanfaatkan keadanku. Aku tak sadar dengan apa yang terjadi, tapi Aku melihat rina seperti aku melihat mu, karena efek alkohol.


Mungkin kalo aku gak pergi ke bar, kejadian itu tak akan terjadi. "


Rudi menceritakan kejadian itu panjang lebar, Ayu merasa bersalah telah menyudutkan Rudi terus menerus.


"Maafkan aku Rud, Tak Seharusnya aku bersikap acuh dengan mu" Ayu merasa, menyesal


"Semuanya telah berlalu,, mungkin itu akan menjadi masa lalu kita..Tapi perlu kamu tau, sampai kapanpun aku selalu mencintaimu. " kata Rudi sambil menggenggam tangan Ayu.


Saat itu juga, bu minah datang,


"Makanannya udah siap Yu, "


"Baik bu,, "


"Makan dulu yuk, "Ajak Ayu


Saat makan, Ayu menceritakan siapa sebenarnya dirinya, dan juga bu minah. Rudi terheran dengan semua itu,


___________


Di Perusahaan Matoya,


Seperti biasa Ayu membuatkan kopi untuk Ivan, karena itu emang udah jadi kebiasaan Ayu, mulai saat hukuman itu terjadi.


Ayu masuk ke ruangan Ivan dan memberikan kopi itu,,


"Pagi sayang,, hemm aromanya enak sekali. " kata Ivan


"Aroma kopi, apa aroma parfum ku? "


"Emh,, kopi apa kamu ya,, coba mendekat,kayaknya hidungku agak bermasalah"


Ayu mendekat, kemudian Ivan menarik ayu duduk di pangkuannya. Ivan memeluk Ayu dari belakang, dan mencium rambut panjangnya, Ivan menyibakkan rambutnya terlihat leher Ayu yang putih dan jenjang. Ivan mengirup aroma parfumnya, dan mencium leher Ayu bagian belakang. Ayu mengeliat karena geli.


"Ivan udah ah, geli tauk"


"Geli apa suka? "


"Geli, "

__ADS_1


"Kan aku cuma mau menghirup aroma apa tadi, kopi apa kamu. "


"Sekarang udah kan?! "


"Belum"


"Udah turunin aku, masih pagi juga, ntar rambut aku berantakan. " Ivan nurunin Ayu dan di dudukkan di sampingnya. Ivan menyeruput kopinya, dan membuka permen mint untuk dimakannya.


Van,kita jadi kan ke Bali?! kata Ayu sambil merangkul tangan Ivan


"Mau Kapan?? "


"Lusa bisa??? "


"Siap tuan putri,,, " kata Ivan sambil mencuit dagunya Ayu


"Maksih sayang,," Mungkin ke Bali adalah hari terahir kita bersama van, setelah itu aku tidak bisa lagi dekat dekat denganmu. Aku akan segera di jodohkan, dan aku akan menjadi milik orang lain. Batin Ayu, sambil meneteskan air mata


"Kamu kenapa sayang" Tanya Ivan pada Ayu


"Gak papa, senyum Ayu sambil mengusap air matanya


"Jujur padaku, Ada Apa. Aku tau kamu bohong"


Hiks hiks hiks Ayu semakin menangis menjadi, "Aku gak mau berpisah dengan mu van, Aku gak mau"


"Siapa yang mau berpisah?!! Apa maksud kamu? "


"Aku aku telah di jodohkan van, Aku ingin menolaknya,tapi aku tak bisa.Bahkan Papahku sedang sakit, " Isak Ayu tak henti


"Papa kamu sakit?! "


Ayu mengangguk.


Aku tak bisa berpisah denganmu van, Aku ingin hidup bersama mu,,


"Ivan tersenyum dalam hati, Kalo kamu melihat orang yang di jodohkan sama kamu, kamu pasti akan menerimanya"


"Tidak.Hatiku tetap untuk mu. "


"Keinginan orang tua itu adalah hal yang harus kita penuhi, walaupun kita merasa berat. "


Beberapa hari lagi keluarga Hartono dan putranya akan melamarku, Aku harap kepergian kita ke bali, bisa menjadi kenangan kita yang terakhir sebelum aku menjadi milik orang.


Baiklah,,, Aku penuhi permintaanmu.


Ivan memberi pesan kepada ayahnya kalo nanti malam akan menjenguk Mahendra, memastikan kalo mahendra sudah membaik kesehatannya,Maka acara lamaran akan segera di langsung kan, sambil akan memberikan surprise kepada Ayu.

__ADS_1


__ADS_2