
Di Perusahaan Matoya
Adit memberikan laporan pada Ivan tentang kondisi perusahaan yang sudah semakin membaik. Bahkan kini perusahaan semakin berkembang pesat, tentunya ini sebuah kabar gembira bagi Ivan dan Ayu, karena perjuangan mereka selama ini tidak sia sia.
"Ini laporan perkembangan perusahan akhir bulan ini pak, " kata Adit
"Terimakasih, " ivan membuka berkasnya,betapa terkejutnya dia melihat grafik yang dia baca, perkembangannya sangat signifikan.
"Benarkah semua ini Dit,? "
"Benar pak, Kami semua sangat senang pak, berkat bapak perusahaan ini kembali normal, bahkan lebih maju dari sebelumnya. Harga saham pun kini menjadi lebih tinggi dari harga sebelumnya. "
"Panggilkan Ayu suruh kemari Dit, Aku akan kasih dia surprise. "
"Baik pak" Adit pergi menemui pimpinan ayu, untuk memanggilkan ayu.
"Ayu,kamu disuruh keruangan pak Ivan sekarang. " kata pimpinan Ayu.
"Baik Pak, Tapi kira kira ada apa ya pak? "
"Ya saya ngak tau, Emangnya Kamu bikin masalah apa lagi? "
"Saya gak bikin masalah apa apa pak," Jawab ayu sedikit bingung
Biasanya kalo gak ada masalah Ivan panggil aku lewat WA aja, tapi kenapa ini lewat pimpinan segala sih. kayaknya kerjaan ku beres semua
Ayu menuju ruangan Ivan,
Tok tok tok ayu mengetuk pintu
"Masuk"
Ada apa kamu memanggil ku lewat pimpinanku? Apa kerjaanku ada yang salah lagi? "
Ayu melihat expresi Ivan sangat murung,menyandarkan badannya di kursi kebesarannya dan tampak beberapa berkas di hadapannya.
"Apa ada masalah serius lagi Van, Kamu kok murung gitu? Katakanlah, apa yang bisa aku bantu"
Ivan berdiri dan mengambil berkas itu memberikannya pada Ayu. Ivan bersandar di meja kerjanya, memasukan tangannya di saku celananya.memberi kesempatan Ayu membaca berkas itu, Betapa terkejut melihat hasil laporan itu. Ayu menutup mulutnya dengan tangannya,
"Ini maksudnya apa van,"saking senengnya
Ivan melentangkan kedua tangannya,
"SURPRISE!!!!!! "
"WUAAAA..... Makasih van,,"Ayu menjerit saking senangnya dan memeluk Ivan.
Tanpa sadar lipstiknya menempel di kemeja putihnya Ivan.
__ADS_1
"Kita harus rayakan keberhasilan ini" kata Ayu
"Baiklah,,, Gimana kalo kita berwisata bersama semua karyawan. Bagaimanapun juga berkat semangat mereka kita bisa sukses. " kata ivan
"Baiklah,, aku ngikut kamu aja."
"Waktu dan tempat biar di atur oleh Adit. "
"Kalau begitu aku kembali ke tempat kerja ya"
"Silahkan"
"Oya, nanti malam kita makan malam di apartemen aja ya
"Kamu bisa masak? "
"Bisa lah.. kamu meremehkan aku ya,,"
"Ye,, biasanya kalo singa betina bisanya cuma makan"
"Awas kamu ya,, ngremehin aku. "
"Aku kembali ke tempat ku dulu,, bay,, " Ayu melambaikan tangannya
"Eh.. Ada yang ketinggalan." kata Ivan.
"Apa"
"Ya ampun,, sorry gue tidak sengaja. "
"Tanggung jawab dong, kamu mau aku keluar dengan lipstik di baju ini? "
"Oke oke aku bersihkan dulu. Buka bajunya aku cuci dulu. "
"Kamu mau nyuci baju ku? " Ivan menatap Ayu dengan intens
"Iya,, makanya lepas dulu bajunya. "
Ivan masuk kamar pribadi di ruangan kerja itu, dan melepaskan bajunya. Ayu menyusul di belakangnya untuk mencuci baju Ivan di kamar mandi kamar tersebut
Ayu melihat Ivan melepaskan bajunya, Ayu terpesona melihat body Ivan yang atletis dengan perutnya yang sixpack.Melihat ayu yang bengong, Ivan menyadarkan lamunan Ayu.
"Hai "
Ivan melambai lambaikan tangannya
Ayu tersadar dari lamunannya, dan segera membawa baju Ivan ke kamar mandi
Setelah Ayu selesai mencuci bajunya, ayu ingin keluar dari kamar itu, tapi Ivan menarik tangan Ayu. Menjatuhkan Ayu di ranjangnya, Ayupun terjatuh terlentang.Ivan menungging di atas Ayu, dengan posisi telanjang dada.
__ADS_1
Detak Jantung Ayu tak beraturan, kini jantungnya terasa mau lepas, Ayu memejamkan matanya dengan nafasnya dengan nafas tak beraturan.
Tapi Ivan tidak apa apain Ayu, dia hanya memandang Ayu saja. Ivan tersenyum melihat Ayu yang seperti orang pasarah.
"Andai kamu sudah jadi istriku Yu, ku pastikan kamu tidak keluar dari ruangan ini, sampai malam." Senyum Ivan dalam khayalan.
Setelah lama Ayu membuka matanya,dan melihat Ivan yang ternyata hanya memandangi saja
"Kamu kenapa"
Mendengar pertanyaan Ivan, wajah Ayu menjadi memerah seperti tomat, karena malu.
Ayu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, karena malu.
Ivan membuka tangan Ayu, dan menahan di sampingnya dengan kedua tangannya.
"Kamu kenapa hem,, "
"Gak papa,, kamu yang kenapa di atasku, minggir sana" Aku mau kembali kerja Ayu memalingkan wajahnya
Ivan menyentuh wajah Ayu, menarik dagunya sehingga Ayu menghadap ke Ivan lagi.
Ivan mengecup keningnya, Ayu terdiam, sehingga Ayu melanjutkan ciumannya ke hidungnya ke bibirnya, dan ayupun merespon ciuman Ivan. Ivan melepaskan tangan Ayu, Mereka berdua terhanyut dalam suasana itu dengan tangan mereka yang sampai dimana-mana.
Tangannya Sampai jakarta bandung depok , pikiranya sampai ke awan yang biru kira kira gaesπ π π
"I love you Ayu, Aku mencintaimu sangat, maukah kamu menerima cintaku, menerima aku sebagai kekasihmu, bukan hanya sehari Dua hari, tapi selamanya." Tanya Ivan sambil mengusap usap rambut Ayu.
Ayu mengangguk tanda setuju.
"Aku tak akan memaksa kamu untuk melupakan Rudi hari ini juga, karena semua itu butuh waktu.Tapi aku akan membantumu untuk melupakannya,melupakan rasa sakit di hatimu."
"Perasaan ini sudah hilang semenjak aku melihat foto itu. Kini perasaan ini berubah menjadi kebencian dari sebuah kekecewaan. . Dan kamu yang telah menutup lubang hatiku semenjak kita ke danau waktu itu, Aku lebih nyaman dan bahagia saat bersamamu.
Aku sadar, Aku mencintai Rudi, bukan cinta, tapi sebuah kekaguman. Kekaguman dari seorang fans ke idolanya. Sedangkan kamu beda, aku rela menyerahkan apapun untuk mu, tapi kamu selalu menolaknya dengan alasan menjagaku. Itu yang membuat aku semakin mencintaimu. I love you too Ivan.
" Maukah kamu berkomitmen bersamaku? "
"Apakah kamu mau menerima aku apa adanya?!"
"Aku menerima kamu apa adanya. Bagaimanapun latar belakangmu, aku tak peduli."
Ivan tersenyum mendengat pernyataan Ayu. "Cepat atau lambat kau akan menjadi istri ku"
Ayu melingkarkan tangannya di leher Ivan.
"Serius?? "
"Seribu rius" Ivan mengecup bibir Ayu.
__ADS_1
Kemudian Ayu kembali ke tempat kerjanya, dan beberapa karyawan memandang Ayu dengan tatapan aneh