
"Ting tong" Suara bel rumah berbunyi
"Siapa malam malam gini bertamu? " Tanya Mahendra dari ruang makan.
Siska dan Mahendra sedang makan malam di rumahnya.
"Bik minah,,,tolong di cek siapa di depan. " Kata Siska. Karena yang terdekat dengan mereka bi minah. Yang sedang menuangkan minuman di meja makan itu.
"Baik nyonya"
Bu minah membukakan pintu, dan alangkah terkejutnya ternyata yang bertamu adalah polisi.
" Selamat malam bu, Apa benar ini rumah Tuan Mahendra Nyonya Siska?! "
"Benar pak, Ada apa ya pak?! "
"Apa Mereka ada di rumah?! "
"A e a ada pak, " Bu minah mulai gugup
Dari dalam Siska dan Mahendra mendengar ada percakapan antara bu minah dan tamu itu. Kemudian Mahendra keluar untuk memastikan siapa tamu itu.
"Siapa bik, kok tidak suruh masuk? " Tanya Mahendra keluar menuju pintu
Selamat malam pak,kami dari pihak kepolisian akan menangkap saudari Siska, atas laporan pembunuhan berencana.Ini surat penangkapannya pak.
"Pembunuhan berencana?!!! Apa maksudnya? "
"Saudari Siska telah merencanakan pembunuhan 13 tahun yang lalu,dan korban bernama Dewi Kumala. "
Apa?!!! Jadi Dewi di bunuh Siska?!!!
Kata Hartono setengah gak percaya, karena syok, membuat sekujur tubuh Mahendra kembali lemas. Dia Hampir jatuh, karena kakinya yang tiba tiba lemas, tak kuasa menopang tubuhnya. Untung bu Minah langsung menahan Mahendra, sehingga tak sampai jatuh.
Dari dalam Siska mendengar semua percakapan itu, dan Siska pun tak ambil diam. Siska kabur lewat pintu belakang, dengan membawa bareng berharganya dan beberapa dokumen dokumen penting.Ternyata Siska selama ini sudah mempersiapkan semuanya untuk kabur dari rumah itu.
Siska masuk garansi, dan menyalakan mobilnya. Ketika mobil hendak keluar gerbang, Mahendra melihatnya.
"Siska!!!! Mau kemana kamu!! " Teriak Mahendra
Siska yang mendengar teriakan Mahendra, langsung tancap gas.
"Kejar Dia!!" Teriak polisi
__ADS_1
Para polisi langsung mengejar Siska, dengan sirine berbunyi. Tapi Siska sudah terlalu jauh, dan memang sangat cerdik. Dia sudah sembunyi di tempat aman.
"Kemana buronan tadi??!! " Tanya polisi tersebut
"Kita kehilangan jejak"
Setelah sekian lama polisi mencari Siska dan tidak di temukan, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke markas.
"Kita kembali ke markas dulu. pencarian kita lanjutkan besok"
Di rumah, Mahendra masih sangat lemas dengan berita tadi.
Bu minah menelfon Ayu, untuk memberi kabar tersebut.
"Halo Ayu,," ucap Minah
"Halo bu, "
"Ayu, ibu mau kasih kamu kabar, kalau tuan Mahendra sekarang sakit"
"Hah,,, sakit apa bu? " Ayu mulai panik
"tadi ada polisi datang ke rumah, untuk menangkap nyonya Siska. Atas pembunuhan nyonya Dewi. "
"Ya bu,, aku segera pulang"
"Tuan, barusan saya telfon non Ayu, sebentar lagi non Ayu segera sampai. "
"Iya Minah,, terimakasih. "
"Aku gak papa kok, cuma syok aja mendengar pernyataan tadi. "
"sebenarnya aku tak percaya, kalau Siska yang membunuh Dewi tapi setelah tau kalau dia melarikan diri, aku jadi yakin, kalau memang Siska yang melakukan pembunuhan itu. "
"Aku tak menyangka saja, kalau Siska tega lakukan itu pada Dewi."
"Tuan, istirahat dulu saja, ini di minum dulu biar Tuan agak tenang. " Minah memberikan minuman pada Mahendra
"Minah, Apa ada hal lain yang kamu tau tentang Siska? "
"Em,, em,, anu tuan,, "
"Katakanlah! Gak usah takut"
__ADS_1
"Apa boleh saya tanya sesuatu Tuan? "
"Boleh. katakanlah"
"Apa non Ayu punya kembaran?! " Tanya minah agak takut. Sementara Mahendra kaget dengan pertanyaan itu.
"Punya. Tapi sudah meninggal waktu BAYI. "
"Apa mungkin Nayla kembaran non Ayu?"
"Apa maksud kamu??! "
Saya menemukan Nayla di jalan Tuan, waktu itu saya sedang kehilangan bayi saya. Bayi saya di nyatakan meninggal, tapi bayinya hilang. Pas saya pulang dari rumah sakit, saya menemukan ada bayi yang menangis. saya sudah cari tau siapa pemilik bayi itu, tapi tak ada yang tau. Akhirnya saya dan suami saya memutuskan untuk membawa pulang bayi itu, dan menggantikan bayi kami yang hilang. " Minah bercerita panjang lebar ke Mahendra.
"Sekarang dia ada dimana? "
"Dia ada di kampung Tuan, dan kami kasih nama Nayla Rahayu. "
"Nayla Rahayu?!! "
"Iya Tuan,"
"Kami membesarkannya, seperti anak kandung kami. dan sekarang dia sudah tumbuh dewasa dan cantik.
"Mana photonya,aku mau lihat dia?!! "
"Ini Tuan, " Minah menunjukkan foto Nayla
"Benar. wajahnya sangat sama dengan Ayu"
"Kenapa kamu tidak pernah bilang? Kenapa baru sekarang kamu bilang.? "
"Maaf Tuan, saya takut kalau Nayla di siksa oleh Nyonya Siska. "
"Apa maksud kamu?"
"Waktu saya mulai bekerja disini saya juga sangat kaget melihat non Ayu, karena wajahnya yang sama dengan Nayla. tapi non Ayu selalu diperlakukan kasar oleh nyonya Siska. Non Ayu tidak berani melawan ataupun mengadu ke Tuan. Non Ayu hanya menangis,saya hanya bisa menghiburnya, tanpa berani apa apa. Karena saya pikir non Ayu anak kandung nyonya Siska. Mulai saat itu non Ayu jadi dekat dengan saya, "
"Apa Ayu sudah tau tentang hal itu?! "
"Belum Tuan? "
"Aku sangat berdoaa sudah menelantaekan anakku"
__ADS_1
"Tuan tidak salah, ini sudah jadi takdir Tuan."
"Lusa kita jemput Nayla ke sini. Dia putriku juga. sudah selayaknya dia mendapatkan fasilitas sama dengan Ayu . "