Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 48


__ADS_3

Mereka masuk ke butik itu, butik yang sangat besar dan terkenal sangat mahal. Desain yang sangat indah dan mewah,Tak heran kalau yang datang hanya orang orang kelas atas saja yang mampu beli di butik itu.


Security itu memperkenalkan pada salah satu karyawati di butik itu.


"Mbak Ani, ini ada customer. "


"Mas,mbak, ini mbak Ani ini salah satu karyawati di toko ini, mas mbak bisa bertanya tanya padanya," setelah memperkenalkan ani pada mereka, security itu kembali bekerja di tempat nya


"Selamat siang Mbak, Mas, ada yang bisa saya bantu? "


"kami mau cari gaun pengantin mbak, "


"Oh ya,, mari saya antar mbak, kalian bisa memilihnya. Kalau boleh saya tau, mbaknya mau pilih yang seperti apa?"


"Pokoknya yang sederhana, tapi elegan mbak, "


"Oh,, ada mbak,, mari ikut saya."


Ani mengantar Ivan dan Ayu keliling butik, memperlihatkan gaun gaun pengantin yang elegan sesuai permintaannya. Ketika Ayu memilih gaun pengantin, karyawati tadi melihatnya dan menghampiri Ayu.


"Kan udah di bilangin suruh pergi dari sini, kenapa kamu malah masuk?!!"


"Mbak Lina, mbak ini mau membeli gaun pengantin. " ternyata nama karyawati yang berdebat di depan tadi Lina.


"Kamu gak lihat penampilanya, Orang miskin seperti dia gak bakal mampu membeli gaun disini. "


"Tapi mbak,, kita kan harus melayani semua custumer yang datang. "


"Iya,, tapi lihat lihat orangnya. Jangan sembarangan orang kamu suruh masuk, dan pegang pegang disini. kamu tau harga harga gaun disini, semuanya mahal mahal. kalau sembarangan orang pegang gaun gaun itu, nanti bisa kotor. "


"Disini butik mahal, bukan pasar. "


Lina memarah marahi Ani yang sedang melayani Ayu. Melihat perdebatan itu, Ivan datang dan bertanya.


"Ada apa ini sayang, kok jadi ribut ribut lagi. "


"Tanya penjaganya tuh" Jawab Ayu sambil memonyongkan bibirnya


Oo... ini suaminya datang, tolong ya mas,, ajak istri anda pergi dari sini, disini bukan pasar, jadi plis deh,, jangan pegang pegang semua gaun disini nanti pada kotor.


"Apa kamu bilang?!! Kotor?!! Kamu pikir Istri saya kotor?!! "

__ADS_1


Kini emosi Ivan sudah memuncak.


Siapa manager kalian, suruh panggil kesini. Kini suara Ivan lebih meninggi. hingga menggema di ruangan itu. Bahkan Ayu pun baru kali ini mendengar Ivan marah, sangat menakutkan memang. Bukan seperti Ivan yang Ayu kenal. Seperti hari harimau mau menerkam.


Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam, tak ada yang berani berbicara. Kemudian manager butik itu datang, dan bertanya


"Ada apa ini ribut ribut?"


"Apa anda maneger disini?!! "


"Ya mas, ada yang bisa saya bantu?"


"Pecat dia sekarang!!" Ivan menunjuk Lina


Hei mas!! Emang siapa kamu berani pecat pecat saya!


Maaf mas, Tolong jelaskan pada kami ada masalah apa, dan kami tidak bisa memecat karyawan tanpa ada dasarnya.


"Ini buk, saya kan bilang ke mas dan mbak nya ini, untuk tidak pegang pegang semua gaun gaun disini, nanti kotor. kan di sini bukan pasar bu, semua boleh di pegang pegang. Tapi malah masnya ini marah marah." Lina menjelaskan di depan manager itu.


Manager itu melihat Ivan dan Ayu dari atas kebawah, dari bawah ke atas, dan membenarkan Lina.


"Maaf mas, mbak memang prosedur di toko kami begitu,"


"Apa kamu tau siapa pemilik butik ini?!! "


"Jelas kami tau, Mas"


"Bagus!! kalau mengerti kenapa kalian diam saja. Cepat layani istri saya! Apa kamu mau di pecat?! "


"Tapi apa hubungannya dengan pemilik butik ini dengan memecat kami?!! "


"Karena pemilik butik ini tidak suka orang sombong seperti kalian! "


"Hahaha tawa mereka langsung menggema di ruangan itu. "


"Dari mana mas tau kalau pemilik butik ini tidak suka sombong, emang mas nya kenal? "


Ketika perdebatan itu berlangsung, kebetulan Feri datang ke butik itu. Feri adalah asisten Hartono yang di tugaskan untuk mengecek semua laporan laporan perusahaan Hartono. Diantaranya butik yang sedang Ayu datangi, Yaitu SATYA BUTIQIU. Feri masuk ke butik itu dan sedang ada kerumunan orang, yang sedang berdebat.


"Ada apa ini kok pada berkumpul di sini?! " Tanya Feri

__ADS_1


"Siang tuan Feri, ini ada customer yang meminta untuk memecat Lina. " Jawab manager itu.


Feri melihat customer itu dan langsung kaget, ternyata tuan muda nya yang di maksud.


Feri melihat wajah Ivan yang memerah karena marah. Melihat hal itu pun Feri tau apa yang harus di lakukan.


"Penuhi perintahanya!! "


"Tapi tuan,, Lina tidak bersalah, Dia hanya menjalankan tugasnya. "


"Tugas apa? "


"Lina memperingatkan sama customer untuk tidak memegang semua gaun di butik ini, di khawatirkan kotor. "


"Siapa yang memberi tugas?! "


"Saya Tuan"


"Kamu juga Aku pecat!!"


"Apa salah saya kami tuan?! "


"kalau tidak di pegang,bagaimana customer bisa tau qualitas sebuah produk?"


Perlu kalian ketahui, customer ini adalah Tuan Satya, pemilik butik ini. Tuan Satya akan menikah besok dengan Nona Dinda, putri tuan Mahendra. Apa kalian mengenali Tuan Mahendra??? Aku yakin tidak ada yang gak kenal dengan Tuan Mahendra.


"Maafkan Kami Tuan satya, Nyonya Dinda, Sungguh Kami tidak tahu, Ampuni kami, Tolong jangan pecat kami, kami mohon Tuan,Nyonya,, "


Lina dan Manager itu memohon ampun.


Tapi Satya tetap tidak bergeming, Dia masih menatap ke luar tidak mau menatap kedua pegawai itu.


"Feri, siapkan pesangon buat mereka. "


"Aku gak mau ada pegawai saya yang sombong, dan tidak bisa melayani customer dengan baik."


"Baik tuan" jawab Feri


"Ampuni saya tuan, mohon jangan pecat saya"


"Bereskan ruanganmu dan Cepat pergi dari sini!"

__ADS_1


" Aku gak mau melihat muka kalian lagi!! "


__ADS_2