
Ayu dan ivan menuju tempat camping, Sesampainya di sana Ayu langsung di sambut oleh Ica.
"Yu, bagaimana kabarmu? Maafin aku gak bisa menolong mu"
"Seperti yang kamu lihat, baik baik saja kan? "
"Aku menyesal membuat ide untuk berpencar, seandainya kita bersama sama terus, pasti kejadian ini tidak akan terjadi. "
"Udahlah,, gak usah di pikirkan lagi. yang penting aku sudah selamat kan? "
"Oh ya yu, kemarin Rudi sangat cemas padamu. dia mencari mu"
"Rudi mencari ku?"
" Iya, karena rudi lihat aku di antar oleh teman teman ivan, jadi menimbulkan pertanyaan darinya"
"Terus kamu bilang apa"
"Ya... aku bilang kalau kamu di hilang.
Dia langsung panik. "
"Tapi aku bilangnya hanya pada Rudi saja, karena aku pikir dia mantanmu, jadi perlu tau"
"Van, gimana kabar Ayu? " Tanya iqbal
"Udah membaik, makasih ya udah membantuku kemarin. "
"Iya sama sama Van, "
"Oh ya, acara api unggun nya udah selesai? Ayu ingin mengikuti api unggun nya.
Bisa gak kamu usahakan lagi"
" Yaudah besok kita kan udah mau pulang, nanti malam kita adakan lagi aja, buat acara penutupan. "
"Aku koordinasi dulu sana para panitianya. "
"Oke makasih ya, "
"Oh ya, Nih ada Uang 50 juta, buat dorprize nanti malam. "
"Tapi jangan bilang kalau dari aku. "
"Oke,, siip,,, "
"Bay the way, Roman romannya, lagi heppy?!! Ada apa? Kamu di villa melakukan.....
Ivan membungkam mulut Iqbal, Takut ada yang dengar
"Kamu kalau ngomong jangan keras keras. Nanti ada yang denger"
"Jadi beneran?!! "
__ADS_1
Ivan hanya menjawab dengan senyuman.
"Berapa ronde?!! "
Tiba tiba Rudi datang menghampiri Ivan dan Iqbal.
"Apanya yang berapa ronde?!" Tanya Rudi pada mereka.
Spontan mereka kaget karena Rudi datang tiba tiba, takutnya mendengar Percakapan mereka.
Emmmh,, anu itu... Iqbal menggaruk nggaruk kepalanya yang tak gatal. Binggung mau jawab apa
"Tinju" Jawab Ivan asal
"owh.. " Jawab Rudi
"Aku denger kemarin Ayu hilang."
"Apa kamu udah menemukannya? "
"Udah,Sekarang dia di tenda"
"Bagaiaman keadaanya? " Rudi begitu panik terlihat dari berapa pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan tiada henti. membuat Ivan menatap Rudi dengan intens, karena cemburu
"Dia baik baik saja"
"Apa kamu belum bisa melupakannya? "
Rudi tidak menjawabnya, tapi malah pergi untuk mencari Ayu di tendanya
"Udahlah van,Biarin aja"
Cemburu Ivan semakin membara ketika melihat Rudi menuju tenda Ayu.
"Ngapain dia ke tenda Ayu? "
"Mungkin dia ingin melihat keadaanya"
"Kan aku udah bilang kalau baik baik saja. Kenapa gak percaya sih"
"Tenang tenang brow,, gak usah emosi"
"Tenang gimana, dia mau nemuin istriku! sementara dia adalah mantannya.Kamu bilang tenang?!! "
"Istri?!! "
" Kapan kamu nikah? bukankah lagi calon?! "
"Aku nikah tadi malam karena kondisi darurat. Tapi baru secara agama, untuk secara hukum akan dilakukan 2 hari lagi"
"2 hari lagi?! terus bagaimana kuliah kalian"
"Kuliah ya tetap kuliah, "
__ADS_1
"Terus kamu mau umumkan tentang pernikahanmu? "
"Belum saatnya. kalau sudah saatnya aku akan adakan pesta besar. "
" kenapa?? " ivan melirik Iqbal
"Gak papa " Jawab Iqbal cengengesan.
Sementara di sana Rudi langsung menemui Ayu di tendanya
"Ayu, bagaimana keadaan mu?" Tanya Rudi sambil memeluk Ayu
Ayu yang di peluk Rudi sangat kaget dan takut kalau Ivan suaminya melihat kejadian itu.
Ayu melepaskan pelukan Rudi,
"Aku baik baik aja" Jawab Ayu
"Bagaimana kamu bisa hilang di hutan? "
"Kamu beneran gak papa kan?!! Aku takut banget kamu kenapa napa." Kata Rudi kembali memeluk Ayu
"Maaf Rudi, gak usah peluk peluk aku, Aku takut ada yang salah paham. Di antara kita sudah gak ada apa apa. " Ayu kembali melepaskan pelukan Rudi
"Maaf maaf, Aku lupa." Rudi jadi salah tingkah
"Aku merasa kalau kita belum putus. Aku belum bisa melupakanmu"
"Sudahlah,, lupakan masa lalu kita, kamu juga akan menikah kan? "
"Iya" jawab Rudi lesu.
Yu, bolehkah aku bertanya?!?
"Apa?! "
"Apa kamu mencintai Satya?! "
"Apa kamu yakin pernikahan mu itu akan membuat mu bahagia?!!"
"Ayu tidak menjawabnya, dia menundukkan kepalanya"
"Kalau kamu tidak bahagia, katakan ayu, Aku bisa membawamu lari. Kita pindah ke luar negri"
"Aku sudah mulai membuka hatiku untuk Satya Rudi, ku harap kamu bisa melupakanku.
Aku harap kamu juga bisa membuka hatimu untuk calon istrimu. " Kata Ayu
Tak terasa Rudi meneteskan air matanya, Hatinya terasa sakit, Dia mencintai Ayu, pujaan hatinya yang selalu diharapkan untuk jadi istrinya. Tapi takdir berkata lain. Sementara di luar Ivan mendengar semua percakapan Ayu dan Ivan. Dalam hati Ivan sangat cemburu, tapi kenyataannya dia tak bisa apa apa, karena di samping Rudi mantannya, dia juga sahabatnya.
"Maafkan aku Rudi, Aku merebut Ayu dari kamu, Tapi sebelum aku merebutnya, kamu duluan yang menyia nyiakannya. jadi jangan salahkan aku."
Ivan bicara dalam hati, Sambil menyeka matanya yang mulai basah. Sungguh rumit dan sangat menyakitkan memang, cinta segitiga.
__ADS_1
Rudi meninggalkan Tenda itu, dan kembali berkumpul dengan teman temannya.