
Acara pernikahan, sudah di mulai, semua tamu undangan hadir di acara sakral itu, hanya tamu undangan tertentu yang di undang.Karena pernikahan yang masih dirahasiakan. Dekorasi yang sangat mewah dan elegan.Dinda dengan gaunnya yang indah, gaun putih dengan ekor yang panjang, rambut di sanggul moderen, di tambah aksesoris rambut yang membuat Dinda tampil sangat cantik. make up dari para profesional menambah kecantikan yang sempurna.Di sampingnya, Satya yang sangat tampan dengan setelan jas putihnya, lengkap dengan dasi mewahnya, membuat para tamu undangan iri dengan keserasian mereka. Mahendra dan Siska sebagai orang tua dari Dinda Ayu juga gak kalah kerennya, begitu pula dengan Hartono dan mery, sangat kompak dengan pakaian coupel mewahnya. Di depan penghulu, dan di saksikan para tamu undangan, mereka mengucapkan janji suci yang sangat sakral.
"Saudara Dinda Ayu Mahendra apa kamu merasa keberatan dengan pernikahan ini?" Tanya penghulu
"Tidak" jawab Dinda
"Apa kamu mencintainya Satya Ivan Hartono?!!"
"Ya"
"Apa kamu akan selalu menemani suamimu, dalam keadaan apapun?!! "
"Ya"
"Saudara Satya Ivan hartono, Apa kamu mencintai Dinda Ayu mahendra?! "
"Sangat mencintai"
Apa kamu bersedia bertangung jawab atas istrimu?!
"Ya"
"Apa kamu akan selalu bersamanya, dalam keadaan apapun?! "
"Ya"
"Baik mari kita mulai! "
"Saudara satya Ivan Hartono, saya nikah dan kawinkan dengan saudari Dinda Ayu Mahendra Binti Roy Mahendra dengan mas kawin emas seberat 200gram dan uang tunai sebesar Rp 20.022.000 dibayar tunai!! "
"Saya Terima nikah dan kawinnya Dinda Ayu Mahendra binti Roy Mahendra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai! "
"Bagaimana para sanksi, sah?!! " Tanya penghulu
"Sah!! " jawab semua tamu undangan. Di ikuti tepuk tangan yang meriah.
"Alhamdulilah,," jawab satya dan Dinda bersamaan.
Kemudian penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai.
__ADS_1
Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. pasangan yang harmonis bahagia sampai tua.
"Amin... "
Setelah semuanya selesai, Para tamu undangan memberikan ucapan selamat untuk satya dan Dinda
Acara pun dilanjutkan dengan pesta aneka kuliner, dari yang kuliner kaki lima, hingga kuliner bintang lima.
Hartono dan Mahendra sangat bahagia, akhirnya rencana mereka berhasil,untuk menikahkan putra putri mereka. Mereka berkumpul sambil bercanda tawa dengan para pembisnis lainnya, di sebelah kirinya terdapat beberapa ibu ibu sosialita yang saling memamerkan kekayaannya.
di ujung ruangan ada Adit dan Sani yang sedang duduk berdua, sambil menikmati menu yang tersedia. Ternyata selama ini mereka diam diam saling memendam perasaan. Tinggal menunggu waktu saja, maka mereka pasti akan menyusul Dinda dan Satya bila perasaan itu sudah terungkap. Entah mau sampai kapan mereka akan bertahan dengan ego mereka.
Acara sudah selesai,para tamu undangan sudah bubar, kini saatnya Satya dan Dinda pulang ke apartemen mereka.
" Pah, Mah, kami pulang duluan ya,, " kata Satya pada keluarga Mahendra dan keluarga Hartono
"Hati hati di jalan ya, " Iya pah
"Satya, jangan lupa pesan papa kemarin! " kata Hartono
"Pesan?!! pesan apa pah? "
"Tuh kan kamu udah lupa, "
"Eits eits jangan lupa juga pesan mama! "
"Mama ingin cucu perempuan! "
"Iya pah, tenang aja,, satya bikinin cucu laki laki dan perempuan. " Kata satya melerai orang tuanya
Dinda yang dengar langsung syok, matanya terbelalak. Sementara Mahendra yang dengar keributan itu malah tertawa terpingkal pingkal melihat aksi kocak keluarga Hartono.
Melihat reaksi Dinda, Satya juga menenangkan Dinda.
"Udah sayang jangan dengerin mereka" bisik satya di telinga Dinda
"Kamu ingin aku mengandung kembar?! "
"Udah,, gak usah dengerin,, kalau aku gak bilang begitu sampai besok mama dan papa bertengkarnya gak kelar kelar"
__ADS_1
"Hah!! " Ayu kaget dengar penjelasan suaminya
"sampai segitunya kah mereka menginginkan cucu"
"Iya, tiap hari mereka ribut soal cucu. "
"Tugas kita adalah tiap hari bikin cucu" Goda Satya pada Dinda
Dinda yang di goda begitu sangat malu, dan mencubit perut satya
"Aduh aduh sakit,, tuh kan pah lihat sendiri, Aku di cubit,singa betinanya garang"
"Siapa singa betina?!" tanya Mahendra
"Emh enggak ada pah,, singa betina di kebun binatang garang" jawab satya berbelit
Tadinya Ayu yang di bilang singa betina sudah melirik dengan lirikan tajamnya, seperti singa mengawasi mangsanya, berubah jadi ketawa terbahak bahak melihat reaksi suaminya di tanya papahnya. Seperti buaya hilang giginya, nyalinya ciut.
"Kayak buaya hilang giginya, gak ada nyali" bisik Ayu sambil meledek suaminya
"Awas kamu nanti di rumah! Habis di makan buaya ganas. "
"Gak takut!! "
"Ngapain kalian malah bisik bisik sendiri, sudah sana segera istirahat, kalian pasti capek kan?! "
"Baik pah, kami pamit dulu"
Satya dan Dinda pergi ke mobil nya, menuju apartemen mereka,
"Alex hati hati nyetirnya. jangan ngebut ngebut "
"Baik tuan"
"Kalau pengantin ya pengennya ngebut pah, pengen cepat sampai." Kawan Siska
sontak mereka tertawa mendengar penjelasan Siska yang masuk akal itu.
"Sat, jangan lupa makan yang banyak, kalau perlu minum suplemen dulu biar tenaganya strong terus!" teriak papahnya yang konyol itu.
__ADS_1
Satya yang di teriaki tidak menjawabnya, hanya memberi kode oke dengan tangannya.
Di dalam mobil satya geleng geleng kepala dan tersenyum mengingat tingkah kedua orang tuanya, yang super konyol itu.