
hemmm,,, masakan tante sangat lezat sekali" kata nayla sambil mengelus elus perutnya karena kenyang. sementara ibunya rudi juga terlihat ******* ***** perutnya sambil cengar cengir karena sakit perut Helena, ibu Rudi yang sengaja menaruh bubuk di minuman nayla tp malah diminum sendiri.
"kenapa tante? " tanya Nayla karena melihat Helena yang membungkuk sambil menganggap perutnya.
"Perut tante tiba tiba terasa gak enak. mungkin kepedasan kali ya jadi mules. " jawab helena
minum air putih tante,, Nayla memberikan air putih pada helena
makasih Ayu,, tapi tante mau ke belakang dulu, kata helena sambil lari ke belakang. Rudi melihat ibunya jadi bingung. menoleh ke arah nayla seakan akan menanyakan ada apa? sementara nayla menjawabnya dengan bahasa tubuhnya dengan menaikan kedua bahunya dan tangannya dengan kepala agak memiringkan kepalanya.pira pura tidak tau apa apa. padahal dalam hati dia sedang tersenyum puas.kamu tidak tau tante sedang berhadapan dengan siapa?aku bukanlah ayu yang sering kau tindas.kata nayla dalam hati.
selesai makan Nayla dan rudi keliling di rumah rudi yang sangat besar. nayla melihat foto foto yang terpajang di tembok rumahnya.
tiba tiba rudi memanggil, " Nay, kamu suka baca buku kan? nih aku punya komik keluaran terbaru."
Nayla menoleh ke arah Rudi dan pergi menghampirinya. dan melihat komik yang ada di tangan Rudi.
"kamu dapat dari mana?? ini kan komik edisi terbatas?" sambil merebut komik yang ada di tangan Rudi dan membukanya. ternyata ada tanda tangan dari pembuatan komik itu.Komik yang sangat di gandrungi para kaum muda.
"Waow,, ada tanda tangannya juga.Dapat dari mana ini." Nayla menatap takjub.
"Ada dech,,, mau tau aja".
" kamu suka?"
Nayla mengangguk sambil tersenyum
"Ambil kalau kamu suka. "kata Rudi sambil menuju pintu kamarnya. dan Nayla mengikuti dari belakangnya. Nayla melihat kamar Rudi yang sangat rapi.dia melihat sekeliling kamar Rudi yang terlihat sangat rapi. terdapat beberapa koleksi miniatur yang tertata rapi di raknya. tapi Nayla tidak melihat adanya komik ataupun majalah pria yang tertata di sana.
dalam hati bertanya, kalau dia pecinta komik seharusnya dia punya banyak komik si kamarnya, tapi tidak ada satupun komik yang aku temukan di kamarnya.
"Kamu sebenarnya gak suka komik ya? "
"Enggak"
__ADS_1
" kalau gak suka kok kamu bisa dapat komik ini. "
"Itu aku dapatkan dengan susah payah tauk. aku sengaja dapatkan untuk kamu."
Makasih,,,, Nayla senang.
Tiba tiba Rani datang dan melabrak Nayla yang sedang di kamar bersama Rudi.
Melihat Rudi dan Nayla yang sedang duduk di sofa,hati Rena meledak.bukan hanya makian yang dia lontarkan bahkan Rena mau mencekik Nayla.
"Dasar perempuan murahan! berani beraninya kamu menggoda Rudi,calon tunangan ku!" sambil melangkah menghampiri Nayla dengan tangan mau mencekik Nayla.
Rudi dan Nayla terkejut dengan kedatangan Rani. Rudi pun menarik badan Nayla dan menggeser di sebelahnya, sehingga agak jauh dari jangkauan Rani.
"Kenapa kamu masuk kamar ku tanpa mengetuk pintu?! " tanya Rudi sedikit emosi karena dia tidak suka dengan kedatangan Rani di rumahnya
"Seharusnya aku yang tanya kenapa Dia di kamarmu?! "
"Tapi kamu calon tunangan ku!"
"Jadi aku berhak untuk melarang mu! " satu Rani dengan nada tinggi
"Baru calon. Ingat!! Baru calon!"
"Lagian siapa yang mau tunangan sama kamu." tutur Rudi
Rudi!! Bentak Rani, sambil menahan emosi dan tak meneruskan kata katanya,
Nayla yang ada di samping Rudi tersenyum melihat Rani yang sudah pasrah menghadapi Rudi.kini giliran Nayla yang akan mencaci Rani
Cet cet Cet suara lidah Nayla sambil menggeleng kan kepalanya.
"Ran, Ran,, jadi orang jangan suka menghalau"
__ADS_1
"Jelas jelas Rudi gak mau sama kamu, kamu masih aja menghalau mau jadi istrinya. Itu yang namanya perempuan gak tau diri".
"Heh!!! jaga ucapanmu!! "
"uupppps aku salah ya,, " sambil pira pura menutup mulutnya
kalaupun kamu maksa Rudi jadi suami kamu, mungkin kamu juga cuma dapat badanya doang, enggak dengan hatinya. Itu artinya kamu punya suami yang kayak robot,miliki fisiknya gak miliki hatinya."
"Yaah,,,, kalau di terus terusin sih,,, jangan salahin dia kalau kamu tiap hari makan hati."
"Menurut aku lo ya,,, beda lagi kalau kamu mau nikah sama Dia karna ada tujuan laen." tutur Nayla panjang lebar sambil memandangi kuku kuku tangannya.
Rani tak Terima merasa di rendahkan oleh Nayla. "Awas kamu ya! " sambil pergi meninggalkan kamera Rudi.
Sementara di bawah Ibu Rudi masih merasakan sakit perut, dan beberapa kali keluar masuk toilet.
"Kenapa bisa jadi aku yang sakit perut sih,,dasar pembantu bodoh.kasih minuman gitu aja bisa keliru. aduh,,,, perutku,, "
"Bibiiiiik"
"Iya Nyonya."
"Kenapa kamu keliru kasih minumannya?!! " sambil terus pegangin perut
E,, e,, e,, maaf nyonya. tapi sepertinya tadi saya sudah bener kok nyonya.
"Sepertinya sepertinya"
"Cepat ambilkan penawarnya! "
"Kamu mau aku masuk rumah sakit??! '
"I I Iya Nyonya,, " Kata bibi sambil lari ketakutan dan menggambarkan obat untuk Helena.
__ADS_1