Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Janji Nayla


__ADS_3

Nayla pulang dari kampus,melihat papanya sedang asik membaca koran,tak lupa di temani dengan secangkir kopi di ruang tengah.


"Hai papah,," Sapa Nayla pada Mahendra


"Tumben papah udah pulang"


"Iya,, papa pulang awal.tadi cuma meeting bentar dengan claien." jawab Mahendra


"Kamu juga udah pulang jam segini? "


"Iya,hari ini banyak jam kosongnya, jadi Nayla pulang aja. "


"Oh iya pah,,, ngomong ngomong gimana dengan kak Ayu. Udah ada kabarnya belum. "


Tanya Nayla sembari duduk di dekat papahnya.


Mendengar pertanyaan itu, Mahendra menaruh korannya, kemudian merebahkan punggungnya dan menarik nafas panjang. sudah seperti orang yang sedang putus asa.


"Sampai sekarang belum ada kabar, semua anak buah papa sudah di kerahkan, tapi belum ada tanda tanda sama sekali.


Bahkan mama kamu juga menghilang begitu saja, belum ada jejaknya. "


"Nayla juga sering gali informasi di kampus si, cuma masalahnya,,, " perkataannya tiba tiba dipotong gak diteruskan.


"Masalahnya kenapa Nay?! "


"Kamu sudah menikam titik terang tentang Ayu?"


"Sedikit sih pah,, tapi belum berani eksekusi, tapi semua bukti belum valid. "


"Bilang ke papa apa masalahnya, biar papa bantu."


"ya,, ini sih cuma dugaan Nayla aja sih pah,,, makanya Nayla masih cari kebenarannya. "


"Maksud kamu, kamu udang mencurigai seseorang di balik semua ini?"


Tanya Mahendra semakin penasaran


"Iya pah"


"Siapa? "


"Jadi gini pah, di kampus itu ada sekelompok cewek, yang membentuk sebuah geng, entah itu apa namanya, yang menurut Nayla sih norak banget, tapi meraka itu menghalalkan segala cara untuk mencapai apapun yang mereka inginkan. "


"Maksud kamu??"


"Papa gak paham deh apa maksud kamu"


"Jadi, mereka itu sering membully, menghina, bahkan menindas Ayu kalau di kampus. Karena mereka pikir Ayu adalah orang miskin, yang tak selevel dengan para mahasiswa di sana. Di antara mereka juga ada yang suka sama Ivan, jadi mereka gak Terima kalau Ayu deket deket dengan Ivan. makanya mereka mencoba menyingkirkan Ayu" Nayla menjelaskan panjang lebar pada ayahnya. sementara ayahnya masih mengangguk nganggukkan kepalanya serasa paham dan masuk akal penjelasan dari putrinya.


"Masuk akal juga, tapi dari mana kamu tau semua itu"


Kan aku belakangan ini nyamar jadi Ayu papa, jadi meraka taunya Ayu udah ketemu dan selamat dari kecelakaan itu.


"Pernah suatu ketika Nayla di kunci di toilet kampus. "


"Hah?!!"


"Di kunci di toilet kampus?! "


"Iya, Ayu juga pernah digituin. sampe malam bahkan. "


"Kok kamu gak bilang sama papa"


"Tenang aja pah,,mereka gak tau sedang berhadapan dengan siapa? sambil membisikkan di telinga papanya


"Nayla di lawan. " sambil menyombongkan diri


"Tunggu tunggu tunggu "


"Kamu di kunci di toilet, terus kamu keluarnya gimana?"

__ADS_1


"kok bisa keluar"


Ya,, belum sampe di kunci sih pah, cuman Nayla tau itu rencananya.


"Sebelum mereka mengunci Nayla, Nayla kunci duluan. Biar mereka tau rasa, gimana rasanya didalam toilet yang bau dan banyak kecoak itu. "


"HAHAHAHAAHA' Nayla dan papanya sama sama ketawa.


"Iya iya iya,, pokoknya papa percaya sama kamu, jangan lupa kalau ada apa apa bilang papa."


"Semoga segera ada titik terangnya"


"kita bisa kumpul bareng bareng lagi"


"Kalau gitu Nayla ke kamar dulu ya pah," Nayla beranjak dari duduknya dan hendak pergi. Sementara papanya mengangguk sambil senyum senyum karana bangga dengan Nayla


Melihat Nayla yang hendak pergi, tiba tiba papanya memanggil lagi.


"Nay, "


"Apa kamu gak punya baju yang agak panjang dikit gitu,, " papanya melihat pakaian yang di kenakan Nayla kurang sopan


"Emang kenapa pa? "


"Itu pakaian kurang bahan kok di pakai? "


"Itu rok kamu itu,cocoknya buat anak SD, masih juga kamu pakai. Nanti kalau di goda para hidung belang gimana? "


"Papa tenang aja, ntar hidung belangnya aku cat lagi biar gak belang. " saut Nayla asal dan segera pergi. takut papanya ceramah tambah panjang


sementara papanya hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan si Nayla.


"Anak kembar memang beda karakter. "sambil ngomong sendiri.


Setelah mandi, bersih bersih badan saatnya santai.Nayla melemparkan badannya di kasur.


Nayla Berbaring di kasurnya, sambil membaca komik.


Nay, ntar sore ikut aku ya


Kemana?


Aku ajak kamu ke puncak


Tumben?


Bete aku di rumah


pasti lagi berantem lagi ya


Tau aja kamu


gimana mau gak?


boleh


oke ntar aku jemput kamu.


jangan lupa bawa bekal


Bawa bekal?


Emang mau camping


Iya, kita camping di puncak


Gak berani?


oke,, siapa takut


sore harinya Nayla dan Rudi pergi ke puncak berdua.Rudi tampak sangat ganteng sekali pakai setelan celana jins dan kaos oblong di luarnya jaket warna hitam. tak lupa topi warna hitam bermerk Dior sebagai Pelengkapnya. menambah pesona bagi pemakainya, ditambah wajah udah tampan dari sononya, kulit yang putih dan bersih. pokoknya bikin klepek klepek para wanita. tak heran kalau Rudi menjadi salah satu idola kampusnya. Siapa yang tak ingin miliki laki laki setampan Rudi,kalau orangnya aja se keren itu.

__ADS_1


Sedangkan Nayla kali ini memakai pakaian agak sopan, yaitu celana panjang dan lengan panjang,tapi tidak mengurangi kecantikan Nayla. Rambut yang di kuncir tinggi dan body yang slimming membuat Nayla tambah cantik dan enak di pandang.


sampai di puncak, mereka turun dari mobilnya. Rudi memikirkan mobilnya tidak jauh dari tempat mereka mendirikan tenda.


Mereka mendirikan tenda di tempat yang sangat indah.


Waktu pun telah petang, tenda baru saja selesai di rakit, kini saatnya istirahat sambil minum kopi. mereka duduk di depan tenda sambil menikmati pemandangan yang luar biasa.


Rudi menyandarkan kepalanya di pundak Nayla. Nayla membiarkan Rudi bersandar mungkin dia sedang kacau hatinya.


"Rasanya aku ingin seperti ini terus, rasanya aku ingin waktu berhenti begini saja." Kata Rudi dengan nada lembut


Nayla mengusap kepala Rudi dan menaruhnya di pangkuan Nayla.Nayla terus mengusap usap kepalanya seperti seorang ibu yang mencoba menenangkan anaknya


"Dua hari lagi kamu bertunangan dengan Rina. itu artinya ini malam terakhir kita kencan. "


"Pastinya besok kamu udah sibuk menyiapkannya acara mu." Kata Nayla


"Siapa bilang malam terahir, ini malam pertama dan malam seterusnya untuk kita"


"Maksud kamu? "


"Aku mau mengajak kamu lari jauh dari sini"


"Jangan ngacok kalau kamu"


"Emangnya kamu gak mau hidup bersamaku?"


"Ya mau lah,, tapi bukan begitu juga caranya. Aku juga masih mau cari kakak ku dulu.


Lagian aku gak yakin kalian sampai ke pernikahan. "


"Kok kamu bisa ngomong gitu? "


"Aku curiga deh, dengan Rina, kenapa dia ngebet banget pengen segera nikah sama kamu. "


"Apa jangan jangan ada sesuatu di belakangnya.'


"Maksud kamu" Rudi tiba tiba bangun dari pangkuan Nayla


"Gini aja dech,, aku sih gak masalah kamu mau tunangan dengan siapa. yang penting hati kamu tetap buat aku"


Kok kamu jahat banget jadi cewek


"ya bukannya jahat sih, ,, kan itu bukan kauan kamu? "


"kecuali itu kemauan kamu sendiri"


"Kalau keinginan ku sendiri kamu gak papa?!"


"Ya gak papa, mau gimana lagi. kalau itu keinginan kamu, berati kamu gak cinta sama aku. buat apa aku perjuangkan kalau yang diperjuangkan gak cinta. "


"itu namanya bodoh "


"Lama lama aku pusing deh ma kamu. " sedikit bete Rudi


melihat Rudi sudah ngambek, Nayla tersenyum.


" Gini lo sayang,,, kamu ikutin aja paa kemauan nyokap kamu, kamu di suruh tunangan sama Rina, jalanin aja. tapi jangan sampai menikah dulu"


"Maksudnya?!! "


"Ya ulur ulur aja pernikahannya, sampai semuanya terbongkar."


"Tapi janji kamu gak akan pergi dari aku. "


"Kamu juga harus janji jangan sampai jatuh hati dengan orang lain, termasuk Rina. "


"Iya aku janji" Rudi dan rian melingkar kan kelingkingnya sebagai janji mereka berdua.


"Aku takut kehilangan kamu. karena Hatiku begitu besar kepadamu."

__ADS_1


"I love you Nayla" sambil mengecup tangan Nayla kemudian mengecup keningnya. membuat pemandangan tambah romantis di malam itu. Dua sejoli yang sedang memadu kasih di bawah terangnya sinar rembulan dan background lampu kelap kelip di kejauhan


__ADS_2