Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 7


__ADS_3

Van, Ivan teriak Ayu memanggilnya. Ivan menoleh ke sumber suara. Ternyata Ayu yang memanggilnya.


"Ada apa yu? "


"Kemana aja sih, aku cari dari tadi gak ketemu."


"Van, tau gak,,aku lagi... "


"Lagi bahagia? " jawab Ivan


"Kok kamu tahu,, " Ayu cengar cengir memamerkan giginya yang putih.


"Ya taulah,, orang kalo lagi bahagia jadi lupa temen. Seakan dunia milik berdua, yang lain ngontrak." jawab ivan kesal.


"Kok ngomongnya gitu,, mana ada aku lupa. Orang dari tadi aku nyariin kamu, kamu nya yang main ngilang ngilang gak jelas. "


"Bukannya ngilang, cuman aku gak mau nganggu kamu. ntar pacar kamu tuh cemburu, kamu masih deket deket sama aku. "


"Ya enggak lah,,, mana mungkin cemburu sama kamu. kamu kan sahabat terbaik aku. hihihihi "


"Alah gak percaya gue!! "


"Idiiih... udah main loe gue sekarang.. "


"Emang kenapa,, katanya sahabat, masak gak boleh panggil loe gue. "


" Kalo sama pacar gak boleh loe gue, bolehnya aku kamu "


"Berati kemarin anggap gue pacar donk, kan pangil aku kamu"


"Iya" jawab Ivan keceplosan


"Haaah!!!"


"Apa loe bilang"


Maksudnya, iya loe temen cewek gue satu satunya maksudnya. kan aku gak pernah punya temen deket cewek,kemarin juga masih terbawa dari awal kita kenal."


jawab Ivan ngeles, karena udah keceplosan. Ivan gak mau kalo Ayu sampae tau kalo sebenaranya Ivan punya hati pada Ayu karena Ayu sudah memiliki kekasih untuk saat ini.


"Aku terlambat Yu, terlambat mengungkapkan perasaan ini. Kini kamu telah jadi kekasih orang yaitu sahabat gue sendiri." Kata Ivan dalam hati.


#FLASHBACK ON


"Van,panggil Rudi. Ajarin gue nembak cewek donk."


"Nembak cewek??"


"Iya"


"Emang siapa yang mau loe tembak?"


Mahasiswi sini juga sih, Namanya Ayu. Orang nya biasa aja sih, ,sederhana tapi cantik.

__ADS_1


"Ya, loe langsung ungkapin aja perasaan loe, di ajak makan kek, jalan ke tempat romantis, ya pokonya bikin dia tuh nyaman sama loe. "


"Wah bener juga kata loe. Besok aku cari waktu tepat dech, thanks ya,, loe emang sohib gue." Rudi merangkul Ivan.


"Emang seperti apa sih wajahnya, penasaran gue. "


"Nih fotonya," terlihat foto Ayu yang lagi tersenyum sangat cantik.


"Ayu??!!! "


"Loe kenal??!! "


"Ya kenal lah, itu temen gue."


"Tapi loe gak naksir kan? "


"Ya ya ya enggak lah. " jawab Ivan gelagapan karena bohong.Ivan berbohong karena Rudi sudah sangat bersemangat ingin menembak Ayu.


Gue rela mengalah demi loe Rud. Asal lo dan Ayu bahagia, udah cukup bagi gue. jawab Ivan dalam hati.


"Apa Ayu udah tau siapa sebenarnya loe?? "


Belum. Dan gue harap lu jangan membocorkan apapun ke Ayu tentang gue.


"Iya iya,, bawel, katanya temen, kok tetap gak boleh tau sih. "


"Masih tetap berlaku tuh, misi cari bini yang sederhana, setia, dan gak matrealistis.


terus harta loe mau buat apa,??? "


Mending lu gagalin aja tuh misi lu itu yang gak masuk akal. Mana ada hari gini cewek gak matre,, gak ada!


"Terus,,, lu anggep Ayu matre juga??!" Ivan sudah mau mulai mau emosi.


"E e e e tunggu dulu,,,, gue belum kelar ngomongnya, masih ada pengecualianya. Kecuali Ayu. "


"Brati ada kan???


"Ya ada sih,,, cuma 1:1000 cuma ada satu. " Dan itu yang akan jadi miliku. Jawab Rudi sambil senyum senyum sendiri.


"Good luck " kata Ivan sambil menepuk pundak Rudi, kemudian Ivan pergi.


Dari kejauhan Rudi masih melihat punggung Ivan, sambil geleng geleng kepala,Rudi berkata "Van, Van,yang lain berlomba lomba memamerkan kekayaannya, malah elu menyembunyikan kekayaannya. Moga berhasil deh, sesuai harapan lu.


#FLASHBACK OFF


"Van, tapi lu dukung gue kan? kalo gue sama Rudi,," kata Ayu


"Iya gue dukung, yang penting kalian berdua bahagia."


"Gue selalu suport elu. "


"Makasih Van, " Ayu memeluk Ivan dari samping saking senengnya. Hati Ivan menjerit, ya Tuhan,, kuatkan hati ini menghadapi semuanya. Seseorang yang aku sayang harus menjadi bersama sahabatku sendiri.

__ADS_1


"Yu, Van!!" panggil Ica


"Kalian disini" dari tadi gue cariin kalian pada.


"Kenapa" tanya Ayu


"Ke kantin yuk. Udah laper, kasian nih cacing dari tadi disco terus." Kata Ica sambil mengelus ngelus perutnya


"Hari ini aku yang traktir deh. Kalian boleh makan sepuasnya "


"Beneran Yu?? " Suer???!!! " Ica masih belum yakin.


"Iya suer wer wer wer! "


"Yes!!! makan gratis. "


"Emang ada acara apa, tumben baget lu traktir kita Yu"


"Ayu jadian sama Rudi. " jawab Ivan


"What??!!!!" Ica kaget bukan main.


"Rudi yang jurusan kedokteran itu?"


Ivan mengangguk,


" Rudi yang tajir itu? "


Ivan mengangguk,


"Rudi yang ganteng itu. "


Ivan mengangkat kepala dan melotot syok.


"Gantengan juga gue."


kata Ivan tak mau kalah.


Gantengan Rudi lah, dia kan idola kampus. Tajir lagi.


"Dasar mata duitan. " kata Ivan sambil menjitak kepala Ica.


"Aduch!! Sakit tauk!" Ica mengelus elus kepalanya.


"Biar elu sadar. Gak kebanyakan halu. "


"Yee.. siapa juga yang halu, emang bener kok.


Tapi tunggu deh,, temen Rudi semuanya tajir, dan dia juga sahabat elu Van, kalo elu juga tajir mungkin elu jadi idola ke 2 setelah Rudi." kata Ica sambil menepuk pipinya dengan jari jarinya.


"Ica apa apaan sih... " Kata Ayu, yang merasa gak enak dengan Ivan.


"Maafin Ica ya Van, otaknya emang agak geser."

__ADS_1


"Gak papa kok. Udah biasa kalek..


Udah jadi makanan tiap hari. " kata Ivan tersenyum.


__ADS_2