
Mata Ayu berkaca kaca dan menundukkan kepalanya,,
Rudi memgang kedua pundak Ayu, sambil berkata,.
"Aku akan selalu melindungimu, "
Ayu mengangkat kepalanya dan melihat kedua mata Rudi, terlihat keseriusan dimatanya. Akhirnya Ayu menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Tapi Rudi masih belum yakin dengan jawaban itu, dan menanyakan maksud dari anggukan Ayu.
"Jadi ja jadi kamu menerima cinta aku Yu,? "
"Ya, aku menerima cinta mu, "
Tapi Ayu langsung menundukkan kepalanya, karena masih malu.
Tanpa pikir panjang Rudi langsung memeluk Ayu dengan kencang saking bahagianya. Rudi memeluk dan mengangkat Ayu, sampi kaki Ayu terangkat selutut, dan memutarkan Ayu sambil terus memeluknya.
πͺπππ ππππ ππππ, π‘ππ€π₯π π€πππͺπ¦π π€πππͺπ¦π π€πππππ£π, ππππͺπππππ πππππ¦ ππππ ππππ πΈπͺπ¦ πππ βπ¦ππ. π π π
ππ¦π₯ππ π£ ππ¦ππ π€πππ, π
π€ππππππππͺπ ππππ₯π ππ₯π¦ π€ππππππ π€πππππ£ππ π π π
Ayu berteriak.
"Rudiiiiii,,, turunin" sambil menepuk nepuk bahu Rudi. Turunin nanti jatuh. Lihat tuh, bawah jurang. Kalo jatuh kesitu gimana. Aku gak mau mati konyol. Aku belum nikah Rud! "
Ayu terus mengomel kayak emak emak lagi ngomelin anaknya. π
Jadi kamu udah pengen mau nikah, ayo kita nikah hari ini juga.Sambil menarik tangan Ayu untuk mengajak pergi.
Tapi Ayu menempis tangan Rudi,
"Siapa yang mau nikah sekarang?? kan aku bilang aku gak mau mati konyol karena belum menikah. Aku masih pengen ngrasain nikah punya keluarga, punya anak,, gitu calon pak dokter yang paling ganteng,,,,, "
Ayu mengatupkan giginya karena saking gemes dan jengkel.
"Apa???Tadi kamu bilang apa??
Pak dokter yang,,yang apa??aku gak denger. kayaknya kuping aku ini bermasalah." Goda Rudi sambil senyum senyum.
" Auk ah, lupa!"
__ADS_1
"Tadi gak ngomong apa apa."
"Kalau gak salah, dokter yang ganteng gitu ya,,,
Yah,,, emang aku dokter yang ganteng, kamu baru percaya kalo aku ini emang ganteng."
Dengan percaya dirinya Rudi menyombongkan diri sambil menggoda Ayu.
Karena malu, Ayu membalikan badannya dan memalingkan pandangan. mencari cari untuk bahan pembicaraan.
Rudi membalikan tubuh Ayu, Ayu tertunduk, dan Rudi mengangkat dagu Ayu, dengan jarinya dan mata mereka saling berpandangan.
Ayu memejamkan matanya, seperti memberi kode siap untuk di cium.
Akhirnya Rudi mencium bibir Ayu, dan Ayu membalas ciuman Rudi. meraka seperti di hipnotis.Saat tangan Rudi mulai bergerilya, Ayu tersadar dan melepas ciuman Rudi. Ayu menundukkan kepala karena merasa takut dan merasa gak sepantasnya ciuman itu terjadi. sementara Rudi, merasa bersalah, karena baru beberapa menit yang lalu di janjikan untuk melindungi Ayu, tapi Rudi sudah kelewatan kepada Ayu. Sekalipun itu masih di batas wajar untuk orang berpacaran.Rudi merasa bersalah.
"Aku minta maaf, aku aku khilaf. maafin aku Yu"
Ayu tersenyum, dan mengalihkan pembicaraan.
"Eh sini deh, kita duduk sini. Coba lihat itu, kayaknya itu kampus kita."
Sambil menujuk sebuah gedung yang memangg terlihat besar di antara bangunan samping sampingnya.
"mana rumah kamu? apa terlihat? "
"Enggak. kan kamu belum pernah mengajak aku ke rumahmu.
"Besok aku ajak ke rumah, sambil aku kenalin kamu ke mama papa aku. "
"Aku akan kenalian kalo kamu pacar aku. orang yang selama ini aku cintai. "
"Hah!!! " Ayu spontan menoleh ke Rudi karena kaget.
"Kok kaget gitu,,, kamu takut ketemu orang tua aku? "
"Ya gak gitu juga sih,, cuman aku belum siap aja. "
"Tenang, mereka pasti setuju kok. "
"Emang rumah kamu yang mana? "
Ayu meneropong pake tangan nya.
__ADS_1
"Itu.. "
Rudi juga meneropong pake tangannya, dengan mengahdap ke Ayu
"Mana? "
"Kok aku gak lihat,, "
sambil menoleh ke arah Rudi. Ternyata Rudi meneropong ke arah Ayu.
"Kok kamu meneropong ke arah aku? "
Rudi menunjuk dan menyentuh dada Ayu dengan telunjuknya.
"Di sini rumah aku, tempat paling nyaman ada di dalam situ, di hatimu dan di hatiku.(menyentuh dadanya sendiri) Rumah kita, cinta kita.
Ayu terdiam, mencerna kata kata Rudi.
Ayu melengkungkan tangan nya membentuk setengah hati. Kemudian Rudi juga melengkungkan tangannya membentuk setengah hati. mereka menyatukan tangan mereka sehingga membentuk sebuah hati yang utuh.
I LOVE YOU AYU
I LOVE YOU TOO
FOREVER
sahut mereka secara bersamaan.
Hari udah mulai mendung, mereka memutuskan untuk turun kebawah. Tapi sesampai dijalan, tiba tiba hujan lebat. Rudi ingin mempercepat laju kendaraannya, tapi jalanya berkelok dan curam. Akan sangat bahaya bila dengan kecepatan tinggi.Terlihat ada sebuah gubug kecil.
Mereka berteduh di gubug tersebut.
"Kita berteduh dulu ya, aku lupa gak bawa jas hujan"
"Iya"
Hujan menguyur sangat deras, baju Ayu sudah basah kuyup.
Terlihat Ayu sangat kedinginan.Rudi melepas jaketnya di berikan kepada Ayu. Melihat Rudi juga kedinginan, Ayu berinisiatif memakai jaket dari depan untuk menghalangi angin dari arah depan, dan Rudi duduk di belakang Ayu.
Rudi memeluk Ayu dari belakang supaya agak hangat.mereka berdua sama sama kedinginan.Tapi Ayu tidak tahan dengan rasa dingin yang dirasakan. Hingga akhirnya Ayu pingsan.
"Ayu Ayu bangun, jangan pingsan."
__ADS_1
sambil menepuk nepuk pipi Ayu.
Rudi bicara dalam hati, pasti ayu tidak tahan dengan dinginnya udara sini,dia sakit Karena bajunya juga basah. Rudi ingin memberikan kehangatan dengan cara skin to skin tapi tempat tidak memungkinkan. kalau ada yang lihat, pasti dikira mesum. Rudi menghubungi sopir pribadinya, tapi tidak ada sinyal. Aduh ayu, bangun dong yu,,,jangan bikin aku kuatir. Akhirnya Rudi melepas pakaian Ayu yang basah untuk memakaikan jaketnya Rudi.