
Ayu dan Ivan sampai di apartemen, seharusnya malam ini jadi malam pertama buat mereka,malam yang sangat spesial,tapi apa boleh kata,takdir berkata lain.karena suatu kejadian maka malam ini bukan malam pertama lagi buat mereka.
Setelah sampai mereka langsung membersihkan diri masing masing. Ivan memakai celana pendek dan kaos oblong, sementara Ayu memakai piyama.
"Kamu tidur gak pakai piyama mas? "
"Gak ah, gini aja" sambil melemparkan badannya di ranjang dengan tangan dan kaki terlentang.
"Gak makan dulu? "
"Nanti aja, " ivan memejamkan matanya.
Melihat hal itu Ayu berdiri diam memandangi Ivan yang tidur terlentang.
Ivan membuka matanya ternyata ayu masih berdiri mematung.
"Kamu kenapa gak tidur sayang? "
"kalau kamu tidurnya kayak gitu, dimana aku mau tidur? "
"Tidur disini" Ivan menepuk dadanya,
Ayu mendekat, dan menyingkirkan tangan Ivan,kemudian ivan menarik kedua tangannya ke belakang dan di jadikan bantal. Ayu merebahkan badannya di kasur, merilexkan badannya yang terasa kaku kaku akibat kecapekan seharian memakai sepatu hak tinggi.
Karena merasa kakinya sangat pegal, ayu bangun duduk dan memijat mijat kakinya, ivan merasa iba melihat istrinya kecapekan, Dan membantunya untuk memijit.
"Sini aku bantu pijitin, kamu tiduran aja"
"Beneran? "
"Iya,, tapi nanti gantian ya, aku pijitin juga"
"Boleh, "
Ivan memijit kaki ayu, karena ke enakan Ayu tertidur
"Yah malah tidur, " kata Ivan kesal.
"Aku kerjain aja" pikir Ivan senyum senyum sendiri
Ivan memijit kaki ayu, tapi semakin naik mijitnya, hingga ke paha, melihat ayu tetap tak ada respon Ivan membuka piyama ayu, Ivan melanjutkan mijitnya, dan semakin naik hingga memijit gunung kembarnya, Merasa hartanya ada yang meremas,kaki ayu spontan naik dan menyepak muka Ivan. Ivan yang di sepak merasa kesakitan.
"Aduh,," pekik Ivan sambil menegang pipinya.
Ayu yang mendengar Ivan kesakitan langsung tersadar dari bangunnya, dan melihat Ivan masih memegang pipinya.
"Maaf maaf mas, gak sengaja"
__ADS_1
"Sakit tauk, masak suaminya di sepak sih"
"Ya maaf, aku kan reflek. habis kamu pijitnya ke lain lain. tadi cuma mijit kaki tapi malah ke yang lain lain. "
"Abisnya kamu yang dipijit malah tidur sih,, "
"Ke enakan dipijit jadi tidur, " jawab ayu nyenggir
"Yaudah sini aku pijit lagi yang lebih enak, kamu tiduran aja. "
Ayu ngikutin kata Ivan, ayu tidur dan Ivan mulai memijit dengan pelan pelan tapi seperti tadi semakin naik semakin naik, Ayu yang merasa dipijit sampai pahanya merasa geli.
"Mas kok sampai situ sih geli tauk"
"Udah kamu diem aja, " Ivan masih memijit. semakin lana pijatan itu semakin pelan dan berubah menjadi sebuah rabaan. Ivan metaba raba tubuh ayu, hingga kemana mana. sementara ayu yang merasa dirangsang hanya memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan sentuhan Ivan. Ivan mulai membuka semua pakaian ayu dan kembali dengan aktivitas nya, kini Ivan akan mulai berpetualang menaiki bukit bukit dan menyusuri hutan rimba.
Bahkan Ivan sudah siap dengan pedangnya, di khawatirkan di tengah perjalanan ada hal yang tidak di inginkan.
Saat Ivan ingin berperang di hutan rimba, dan ingin menancapkan pedangnya, tiba tiba suara henfon berbunyi.
Ternyata papanya Ivan yang telfon. Ivan dengan terpaksa menghentikan perangnya, dan mengangkat telfon.
"Halo pah, "
"Halo Ivan," jawab papahnya dengan panik.
"Ada apa pah, kok panik gitu"
"kok bisa?!! Sekarang dimana? "
"Papah bawa ke rumah sakit"
"Baik pah, Ivan segera ke sana." Ivan menutup telfonnya,
"Ada apa mas? ada apa dengan mama? " Tanya Ayu
"Mana jatuh dari tangga, sekarang di rumah sakit. "
"Apa di rumah sakit? "
"Iya. Sekarang aku mau ke sana. kita cencel dulu permainannya yah" Kata Ivan sambil mengecup kening dan pipi ayu kemudian mengambil pakaiannya .
"Aku ikut ya?!"
"Ya, ayok siap siap. jangan lama lama ya"
"Ya mas"
__ADS_1
Ivan dan Ayu pergi ke rumah sakit, sampai di sana Ivan melihat Feri yang masih di luar.
"Bagaimana keadaan mama Fer? "
"Nyonya sedang di tangani dokter Bos"
"Apa kondisinya parah? "
"Belum tau tuan, tapi tadi nyonya sampai pingsan."
"Sekarang papa mana ? "
"Tuan Hartono ada di dalam"
Ivan langsung masuk ke dalam menuju ruangan mamahnya dirawat. Di Sana Ivan melihat papanya sedang termenung duduk sendirian dengan menopang kan tangannya di pahanya,sangat terlihat kalau papanya sedang khawatir dengan menunggu dokternya keluar.
Ivan langsung nenghampiri papanya,
"Bagaimana keadaan mamah pah? "
"Masih nunggu hasilnya, dokter masih menanganinya"
"Bagaimana kronoliginya, kok mama sampai bisa jatuh"
"Papa sendiri juga kurang paham, tiba tiba aja mamah kamu sudah tergeletak di lantai dalam kondisi pingsan "
"Papa yang tenaga ya, mamah pasti baik baik saja. "
"Papa takut terjadi sesuatu sama mama kamu."
"Mudah mudahan tidak terjadi apa apa pah, " jawab Ivan sambil menepuk lengan papanya
Dokter pun keluar, dan membacakan hasil pemeriksaannya,
" Bagaimana kondisi mamah dok? " Tanya Ivan
"Bagaimana kondisi istri saya dok? " tanya Mahendra
"Dari hasil pemeriksaan, Tidak ada luka yang serius dengan nyonya mery, tulangnya juga tidak apa apa, mungkin tadi pingsan karena kepalanya terbentur lantai, tapi untungnya tidak ada maslah yang serius pada kepalanya. Mungkin hanya butuh istirahat dan di kasih vitamin,"
"Syukurlah kalo begitu"
"Boleh kami masuk dok,"
"Oh ya silahkan silahkan, kalau begitu saya pamit dulu "
"Makasih dok, " ucap Ayu
__ADS_1
"Sama sama, nanti kalau ada apa apa langsung panggil saya saja. "
"Baik dok" Ivan ayu dan Hartono masuk ke ruangan itu, mamanya masih terlihat pucat, dan terbaring di kasurnya.