
Terserah loe deh,,, gua sih gak yakin yah... cibir Sela sambil meningalkan Rudi.
Rudi mulai mencerna kata kata sela. Bener juga gak mungkin mobil semewah itu buat Grap. Terus siapa dong... masak ayu main di belakang ku,, masak iya Ayu seperti itu.. dalam hati kecilku aku percaya Ayu, tapi realita nya membawa bukti yang kuat.
Ya Tuhan,, aku harus bagaimana? Siapa yang harus aku percaya?? Tapi kenapa rasa sakit hati ini muncul melihat semua foto itu. Rudi jadi sangat terpukul dan murung. Ingin rasanya dia teriak untuk melepaskan banyaknya pertanyaan dalam hati.
Ivan datang menghampiri Rudi,
"Hei brow, belum pulang? "
"Belum"
"Loe kenapa? muka kucel kayak baju belum di setrika gitu. "
"Gak papa"
"Camon,, cerita lah,, loe udah gak percaya gua lagi? "
"Van, selama loe berteman sama Ayu, pernah gak loe lihat dia bersama pria lain. "
Rudi mulai terbuka sama Ivan
"Emmmm,,,, sepertinya gak." Ivan sambil berpikir.
"Emang ada apa? "
"Tadi Sela melihat Ayu masuk ke mobil mewah,dan dia mengira kalo mobil itu selingkuhan Ayu. yaa, gua sih gak percaya, tapi foto itu membuat gua terus kepikiran. Menurut loe gimana? "
"Siapa loe sebenarnya Ayu." Ivan mengguman walau masih terdengar kurang jelas oleh Rudi.
maksudnya apa???
__ADS_1
"Gak papa. Gak jadi. "
Ivan mulai ingat dulu emang pernah ada beberapa kejanggalan. mulai dari jam tangan mewah, tas mewah, henfon mewah, dan beberapa pakaian dengan merk mewah.
#FLASHBACK ON
Suasana mall sangat ramai, Ayu dan Ivan sudah lelah keliling keliling mall. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sambil makan di sebuah resto yang ada di mall tersebut.
"Gue ke tolitet bentar yak,", kata Ayu sambil meninggalkan tas nya di samping Ivan.
Ivan melirik samping tas Ayu, ada sesuatu yang janggal. Ivan memperhatikan tas nya,sepertinya itu tas mahal, tapi kok gak ada merk nya, kemudian henfon Ayu di dalam tas berbunyi,mana sih Ayu, lama banget, dari tadi henpon berbunyi, angkat gak angkat gak angkat gak. Tapi kasian yang telfon, kayaknya penting bgt, dari tadi bunyi terus. Ivan pun mengambil tas nya, dan membuka tas Ayu.Ivan melihat ada henpon ber merk sangat mahal berbunyi dan ternyata tas nya pun ber merk sangat malah. terlihat pada vendor di dalam tasnya.
Hah tas brended, henfon mahal, dari mana Ayu mendapatkannya, dan kenapa dari casing semua terlihat biasa biasa aja. siapa sebenarnya dia. Pikiran Ivan terus bertanya tanya. Pada saat Ivan memegang tas Ayu, Ayu kembali dari toilet, dan melihat Ivan masih memagang tas Ayu.
"Kenapa bawa tas aku van, "
Oh ini dari tadi henfon lo bunyi terus, takutnya ada hal yang sangat penting. Elu nya lama banget di toilet, napa sih,,
"Belum. kan lo udang datang. "
"Oh,,,," Syukurlah kalo begitu. kalo Ivan sampe buka tas gue, mampuslah gue. batin Ayu
Ayu membuka hanfonnya, tertera nama Adit yang memanggil. Adit menelfon sampe 3 kali, pasti ada hal yang sangat penting.Ada apa kira kira ya, mau telfon takut Ivan semakin curiga. kemudian Ayu kirim pesan ke Adit.
"Ada apa dit, aku lagi gak bisa Terima telfon"
"Perusahaan dalam masalah bos, ada karyawan mencoba memanipulasi data keuangan."
"Kok bisa, brani sekali dia. "
Dia tidak bekerja sendiri bos. Ada orang yang main di belakangnya.
__ADS_1
"Tetap pantau orang itu, jangan sampai lengah.
Nanti kita meeting di tempat biasa. "
"Baik bos"
Ayu menutup obrolannya dengan Adit.
Disisi lain, Ivan masih memperhatikan Ayu.Dari cara memandang,terlihat Ivan sedang mengintrogasi.Merasa diperhatikan dengan intens, Ayu jadi salah tingkah.
"Kenapa lu lihat gue kayak gitu. Kayak lihat maling aja. " kata Ayu.
"Tuh henfon siapa? " tanya Ivan.
"Oh ini, henfon gue, dapat dari give away. "
"Oh" saut Ivan sambil meyunggingkan bibirnya dan terlihat cuek, tapi dalam hati Ivan masih tetap tidak percaya. Rasanya ingin cari tau semua tentang Ayu, tapi melihat dari semua cara Ayu menyembunyikan identitasnya dengan rapi, membuat Ivan jadi mengurungkan niatnya. Toh selama ini Ivan juga menutupi identitasnya, biar masalah ini jadi rahasia masing masing. Pasti ada sesuatu di balik semua ini, tapi ini bukan urusanku.Yang terpenting dia tetap berada di dekatku yang membuat aku bahagia. Masalah siapa dia, itu pikir nanti, suatu saat pasti dia akan cerita sendiri kalo urusannya sudah kelar.
Setelah selesai makan, Ayu pamit pada Ivan, kalo dia gak perlu di antar, karena ada urusan mendadak dengan temennya. Ivan pun mengiyakan nya, walupun sebenarnya agak sedikit keberatan. Ayu langsung naik angkot dan menuju sebuah cafe tempat biasa Adit dan Ayu membahas masalah rahasia.
#FLASHBACK OFF
"Rud, gue tanya sama lo deh. lo sebenarnya sayang gak sama Ayu "
"Ya sayanglah, kalo gak sayang gak bakalan gie jadiin pacar. Emang pernah seorang Rudi mempermainkan perempuan, main gonta ganti cewek. "
"La terus"
"Maksudmu apa sih Van, "
"Ya itu,,, loe bilang sayang, cinta sama Ayu, tapi loe gak percaya sama Ayu, apa itu yang dinamakan sayang? Apa itu cinta? coba lo pikir, kalo itu terjadi pada posisi loe, Ayu lebih percaya orang lain dari pada loe, kira kira loe sakit hati gak?! " tanya Ivan bertubi tubi, membuat Rudi terdiam dan memikirkan semua kata kata Ivan dan memang seharusnya percaya pada Ayu sangat kekasih, daripada Sela.
__ADS_1