
Sayang,,, aku pengen makan mangga muda" Rani merengek pada Rudi
"Mangga muda??! "
"Lihat jam berapa ini? "
"Mana ada orang jualan tengah malam gini" Jawab Rudi kesal
"Tapi aku pengen makan mangga muda gimana donk'
"Terserah kamu ah, sana cari sendiri"
Rani pun keluar kamar, dia hendak keluar ruma mencari mangga muda. Ternyata ibunya melihat Rani yang hendak keluar sendirian.
"Kamu mau kemana tengah malam malam gini? "
"Aku pengen makan mangga muda mah"
"Loh,, emang Rudi kemana? "
"Masak, perempuan hamil keluar malam malam, gak boleh"
Helena pun mencari Rudi, dia masuk ke kamarnya, dilihatnya Rudi tengah tertidur lelap, membuat Helena geram
"Rudi, bangun" Rudi dibangunkan Helena.
"Apa sih mah,,, masih malam juga"
"Kamu tau kalau ini masih malam, kenapa kamu tega teganya pada Rani membiarkan dia keluar rumah sendirian? "
"Tapi mah,,, "Rudi mulai ngeles
"Gak ada tapi tapian. "
"Cepat kamu keluar cari mangga muda!"
Dengan terpaksa Rudi pun keluar untuk mencari mangga muda.
Rudi mencari kesana kemari, tidak ada yang jual mangga tengah malam. Akhirnya dia mampir di sebuah warung kopi.
"Tumben malam malam Mas, "
"Iya pak, cari mangga gak ada yang jual"
"Mas mau makan mangga?! "
"Kok kayak orang hamil aja, tengah malam mau makan mangga.heheh"
__ADS_1
"Bukan saya pak, tapi saudara saya"
"Cuma di mintai tolong cariin gitu"
"Oh,,, kalau mas mau di belakang rumah saya ada mas"
"Boleh boleh pak saya mau"
Akhirnya penjual kopi itupun mengajaknya ke belakang rumah untuk memetik mangga
Akhirnya dapat juga mangganya, perasaan rudi senang. Dia membawa pulang banyak mangga
Awalnya Rudi cuma mau satu, namun penjual itu memberikan banyak mangga, sampai satu kantong plastik.
"Wah banyak banget ni pak"
"Gak pa pa mas, sekalian buat besok besok"
Rudi mengeluarkan uang beberapa ratusan ribu untuk di berikan pada si penjual. Namun penjual itu menolaknya
"Gak pas, gak udah bayar"
"Lah,, gimana sih pak,, saya kan mau beli"
"Tapi beneran, gak usah aja, saya ikhlas kok mas"
"Tapi ini kebanyakan mas"
"Gak papa pak, saya ikhlas kok"
"Makasih mas,, "penjual itu sangat senang. Niat dia mambantu orang, Tuhan membalasnya dengan kontan. Dia dibantu orang balik.
Karena penjual itu juga sedang bingung mau cari uang untuk bayar sekolah anaknya. Ternyata ditengah malam ada juga orang yang membantu dia.
" Terimakasih Tuhan" Kata penjual itu sambil menyeka air matanya. Tapi Rudi tidak tau kalau penjual itu mengeluarkan air matanya karena keadaan yang sedikit gelap.
Sesampai di rumah, Rudi memberikan mangga itu pada Rani, dan Rani langsung memakannya dengan lahap.
Melihat Rani makan dengan lahap, membuat Rudi penasaran dengan mangga itu, lantas dia mencicipinya. Dan betapa terkejutnya Rudi ternyata rasanya sangat asam sekali. Dia memuntahkan mangga itu sambil bergidik, karena sangat asam. Rani tertawa melihat Rudi seperti itu.
"Enak kan??? "
"Enak apanya?!! " Sambil melangkah pergi
"makasih papa,,, " kata Rani sambil mengusap usap perutnya, sementara Rudi yang di bilang begitu hanya menoleh aja.
Hari sudah pagi, Rudi hari ini tidak ke kampus, namun dia kerja di rumah sakit. sebagai seorang dokter juga mahasiswa dia harus bisa membagi waktunya. Rudi seorang dokter, namun dia melanjutkan kuliah S2 nya.
__ADS_1
Di rumah sakit, Rudi melihat seorang wanita yang sedang hamil.Dia duduk di kursi sambil memegang punggungnya, tampak sangat kelelahan. sementara suaminya di sebelahnya mengusap usap perut istrinya.
melihat moment seperti itu Rudi jadi teringat kejadian semalam, dia harus mencari buah mangga muda untuk orang hamil.
"kasihan juga Rina, rupanya seperti itu rasanya orang wanita hamil.memanh seharusnya ada support dari orang terdekatnya. " kata Rudi sambil tersenyum
"Pak Rudi, sudah di tunggu pasien di ruang 212." Kata suster si sebelahnya.
"Oh iya" jawab Rudi sambil melangkah pergi menuju ruangan pasien.
__________________
Hari ini Baskoro menginap di apartemen Rani, karena Baskoro mabuk berat, dan Rani membawanya pulang ke apartemennya.
dan malam ini adalah malam untuk mereka berdua, seolah olah mereka sudah menjadi sepasang suami istri. Tanpa menyadari di luar banyak mata mata suruhannya kakek Baskoro.
Hari telah pagi,Rani menyibakkan gordennya, tampak matahari sudah bersinar. Cahaya menembus kamar Melalui jendela, membuat Baskoro yang masih tertidur merasa terganggu karena silau oleh sinarnya yang mengenai mata.
Baskoro menutup matanya dengan tangannya, namun masih kurang nyaman. dia berusaha membolak balikkan badannya, mencari kenyamanan agar bisa melanjutkan tidurnya.
Melihat Baskoro, julia tersenyum, kemudian menutup lagi gordennya, dan membiarkan baskoro untuk melanjutkan tidurnya.
Sela menunggu baskoro di meja makan,sambil menyiapkan sarapan buat baskoro. Sementara baskoro bangun dari tidurnya, sambil melihat arlojinya. ternyata hari sudah sangat siang, dia terlambat ke kantor.
"Kenapa kamu tidak bangunkan aku? "
"Tadi kamu terlelap sekali tidurnya" sambil terus mengusap selai di rotinya.
"Mandi dulu sana, nih sarapan buat kamu"
Baskoro pergi mandi, tak lupa di menelpon asistennya, memberitahukan bahwa dia hari ini tidak berangkat ke kantor.
Hari ini Baskoro tidak berangkat kerja, sengaja dia mengajak julia kekasih tercintanya jalan jalan ke mall. Sesampai di mall Rani membeli barang barang mewah seperti biasanya, mulai dari tas, baju dan sepatu bermerk.
semua pengunjung mall tampak saling memandang julia dan baskoro. sepasang kekasih yang sanggup serasi, tampan dan cantik. ditambah julia yang memiliki body goals. membuat para lelaki tak memalingkan pandangannya.
Namun hal itu membuat baskoro menjadi cemburu. Baskoro melepas jaketnya kemudian memakaikannya untuk julia, agar tidak menarik perhatian para laki laki.
"kenapa sih,, " julia tampak tidak nyaman dengan jaket itu yang baginya sangat kebesaran membuat kecantikannya hilang. dan dia menolak untuk memakai jaket itu.
"Lihat itu, sia laki laki memandang mu. aku gak suka"
"ya biar aja gak papa kan, berarti kan emang aku cantik dan menarik. itu terbukti dari cara mereka memandangku. "
"Seharusnya kamu bersyukur lah, punya kekasih secantik aku,, "
Mendengar pernyataan dari julia membuat baskoro menjadi kesal. kemudian baskoro pergi meninggalkan julia di mall sendirian.
__ADS_1