
"Kita istirahat dulu.Aku sudah pesan agar Feri membawakan pakaian kamu kesini."
"Apa kamu mau beli yang baru aja, nanti aku telfon butik untuk mengirimkannya. "
"Gak ah, aku mau bajuku aja, "
"Kamu sayang pakaian lama kamu, atau sayang uangnya kalau buat beli pakaian. "
"Dua duanya. kita harus hemat. "
"Hanya untuk beli pakaian kamu, uang aku gak akan habis. " kata Ivan sambil mencubit hidung ayu.
"Ye... sombong sombong. "
"Bukan sombong, tapi realita. kan kamu sukanya pakaian pasar. kalau pakaian mahal ya uang aku langsung habislah,,, "
"Hemmmm,,, makanya kamu suka aku, karena aku beli suka yang murah murah ya, "
"Gak juga"
"Terus??!! "
"Aku suka kamu karena apa ya,,, " jawab Ivan sambil mikir
"Apa?? " Tanya Ayu
"Gak tau. Gak bisa sebutkan satu satu. Pokonya aku mencintai kamu semuanya. "
"Emang kamu kenapa suka baju yang murah?! "
"Ya,, karena aku suka hemat aja. pakaian mahal juga suka sih, tapi yang aku sering pake yang harga murah. karena aku tidak ingin terlihat menonjol di mata umum. "
"Owh... "
"Mas kamu tau gak, aku pernah lo bawa uang 100 juta, naik angkot tapi aman aman aja"
"Masak?!! "
"He em. Aku taruh ke tas jelek aku. Copet pun gak akan menyangka kalau aku bawa uang banyak, karena aku berpakaian biasa aja. Tas yang aku bawa pun terlihat jelek. mana ada penjahat yang mau jambret tas jelek. Hahaha"
"Kamu tau gak bahwa selama ini ada Penjahat yang incar kamu. "
"Masak?!! Mas tau dari mana? "
"Ya tau lah,,, orang yang ngincar itu aku. "
"Hah?!! Kan Mas Ivan juga kaya, ngapain incar aku"
"Bukan harta kamu yang aku incar, Tapi hatimu" Kata Ivan sambil mencubit dahulu Ayu yang lancip. Ayu yang di gombalin tersipu malu.
"Brati dulu Mas Ivan udah suka aku sejak aku berpacaran sama Rudi donk"
"Sejak pertama aku bertemu sama kamu, "
"Hah?!!! Kenapa gak diam aja? "
"Dulu aku pas mau mengutarakan udah keduluan Rudi, yaudah aku mundur aja. Kali jodoh gak akan kemana. Buktinya sekarang kamu jadi istriku." Kata Ivan sambil memeluk Ayu dari belakang.
"Makasih ya mas, kamu selalu ada untuk ku, di saat aku butuh sandaran, kamu selalu ada buat aku. "
"Iya sayang,, " Ivan mencium tengkuk Ayu dari belakang.Dan tangannya pun mulai nakal bergerilya kemana mana.
"Mas, mulai deh,, "
"Udah halal sayang, kita lanjutkan permainan kita yang tertunda kemarin."
__ADS_1
"Tapi kan belum mandi mas,, Aku mandi dulu ya" Ayu beranjak bangun dan meninggalkan ivan sendiri, ayu segera ke kamar mandi.
"Yank, yank,, tega banget sih"
"Mandi dulu mas,, Gerah "
"Mandi nanti juga bisa kan yank,, sekalian gitu mandinya. Gak bolak balik mandi" Kata ivan menunggu di luar kamar mandi sambil bersandar di pintu
"Kamu juga mandi dulu mas, Abis dari rumah sakit itu mandi dulu"
"Yaudah bukain donk,, aku mau ikutan mandi. "
"Gantian mas, aku bentar aja kok"
"Barengan napa, orang kamar mandinya juga luas, buka pintunya sayang. " Kata ivan sambil kedor kedor pintunya. Sementara ayu yang terus di kedor kedor terus merasa risih karena berisik. Ayu menuju pintu untuk membuka kan pintu. Tiba tiba Ayu terpeleset jatuh,dan kakinya keseleo.
Auw!!!! jerit Ayu dari kamar mandi
"Kamu kenapa sayang" Tanya Ivan
" Sakit"
Ivan yang mendengar jeritan Ayu langsung mendobrak pintunya. Terlihat Ayu yang duduk di lantai dengan memegang kakinya. Ivan menggendong Ayu dan membawanya ke tempat tidur.
Di kamar,mery dan Hartono sedang istirahat, mereka rebahan di kasurnya. Tiba tiba muncul ide jail dari mery.
"Pah,, kita ke atas yuk"
"Ngapain mah"
"Kita dengerin Ayu dan ivan"
"Maksud mama"
"Kita dengerin mereka bikin cucu, "
Yaudah kalau papa gak mau, biar mama sendiri aja." Mery beranjak dari tidurnya dan pergi ke kamar Ivan. Melihat istrinya pergi, Hartono mengikuti dari belakang.
Mereka menuju lantai atas, dimana lantai tempat kamar tidur Ivan. Di dalam kamar terdengar Ayu menjerit njerit kesakitan.
"Auw sakit,, sakit mas" teriak Ayu dari kamar
Serahkan di luar mery dan Hartono malah cekikikan sendiri mendengar Ayu menjerit kesakitan.
"Aduh,, Ivan pasti mainnya kasar, terlihat Ayu kesakitan gitu." kata mery
"Sssst!!! jangan berisik mah, mama sabar aja, bentar lagi pasti gak kesakitan, bentar lagi pasti ******* yang kita dengar" Kata Hartono bisik bisik
Mery dan Hartono kembali menempelkan telinganya di pintu kamar Ivan.
"Tahan sayang, tahan ya tahan,, "
Tiba tiba "KREK!!!" suara kaki Ayu di puntir oleh Ivan.
"Auw!!!!! Sakit!!!!" Ayu kembali menjerit lebih keras, kemudian menangis.
"Tuh kan, pah,,, Ivan kasar banget. "
"Masak sampai kayak gitu ya mah, coba ingat ingat deh mah, dulu mama sampai kesakitan gitu gak pas kita malam pertama?"
"Emmh,, sakit sih pah,, tapi kan mama gak sampai kesakitan kayak gitu. "
"Brati bener,ivan mainnya kasar. "
"Kita dengerin lagi pah, "
__ADS_1
"Gimana sayang masih sakit?! " Tanya Ivan
"Enggak mas,," Ayu mencoba mengerak gerakan kakinya. Kemudian berdiri dan berjalan.
"Gak sakit mas,, kamu memang jago jadi tukang urut"
"Enak aja, tukang urut. Kamu suamimu ngurut kaki perempuan lain?"
"Enggak lah,, hihihi" Jawab Ayu meringis
"Bentar aku ambilkan minum dulu,Kamu di sini aja, sambil nunggu Feri bawakan pakaianmu. Tapi kalau mau, bisa pakai pakaian ku dulu di lemari"
Ivan pergi menuju pintu, untuk mengambil minum buat Ayu. Ketika membuka pintu,
"Gedebug!! " Mery dan Hartono terjatuh karena pintunya di buka oleh Ivan
Melihat hal itu Ivan terheran, Ivan memandang kedua orang dan bertanya
"Mama sama papa ngapain di sini?!! "
"Em em,," Mery dan Hartono bingung mau cari alasan.
"Tadi cincin mama jatuh di area sini. " Jawab mencari alasan.
"Cincin mama jatuh?! Kok bisa jatuh disini? Tanya Ivan semakin bingung.
Mery memandang ke dalam, terlihat Ayu sedang duduk di sofa dengan berpakaian masih lengkap
"Loh kok,," Mery menunjuk ke Ayu.
"kalian tadi gak sedang... " Mery mengatupkan ngatupkan kedua telunjuknya
"Apa?!! "
"Oh,,, jadi mama sama papa sedang menguping ya?! "
Mery dan Hartono tersipu malu ketahuan aksinya oleh putranya.
"Apa salahnya sih van,, kita kan pengen cepet punya cucu"
"Terus tadi ngapain Ayu teriak teriak kesakitan, kalau kamu gak lagi,,,,,k*kk*k"
"Tadi Ayu terpeleset dan kakinya keseleo, Ivan mengurut kaki Ayu. Makanya Ayu teriak kesakitan. "
"Terpeleset, kok bisa,, terus sekarang gimana masih sakit?" Mery langsung menyelonong ke dalam.
"Mana yang sakit sayang?!! "
"Udah sembuh kok mah, tadi udah di urut mas Ivan. "
"Beneran udah sembuh?!! "
"Udah mah,, udah bisa di gerakkan kok. "
"Syukurlah,,, kamu istirahat dulu ya, mama panggilkan bibi buat buatin minum kalian. Pengantin baru gak boleh terlalu capek, pokonya segera buatin mama cucu. Okey?! "
Ayu tersenyum dan mengangguk dengan ragu ragu, sementara Ivan menarik nafas dalam dalam mendengar permintaan orang tuanya.
"Mah,, kalau mama dan papa disini terus, kapan Ivan mau bikin cucu?!! Mama mau nonton langsung?!!"
"Iya iya mama dan papa pergi sekarang. Ayo pah kita pergi dulu" Mery menarik tangan Hartono, Mereka pergi dari kamar Ivan.
Bik, bibik!! Teriak Mery
"Iya nyonya,, "
__ADS_1
"Buatin minum bawa ke kamar Ivan. "
"Baik nyonya"