Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 20


__ADS_3

Di Perusahaan MATOYA


Ivan sudah sampai ke kantor, tapi Ayu masih terlihat menyebrang jalan.Ketika Adit memperkenalkan Ivan sebagai bos baru dengan semua staf dan karyawan, tampak Ayu berlari kecil-kecilan karena sudah terlambat. Ivan melihat Ayu yang masih ngos-ngosan nafasnya karena berlari. Ivan tersenyum licik melihat Ayu, karena dia punya niat gokil untuk mengerjai Ayu. Para karyawan wanita sangat antusias melihat ketampanan Ivan. Ada yang senyum senyum sendiri, ada yang terpesona, ada juga yang menghayal.


"Perkenalkan ini pak Ivan bos baru di perusahaan ini." kata Adit.


"Selamat pagi semua, mulai hari ini saya yang akan memimpin kalian di perusahaan ini. Dan perlu kailan ketahui, saya orangnya paling tidak suka kalau ada karyawan yang terlambat. "


"kamu" Ivan menunjuk Ayu yang ada di barisan paling belakang dan masih mengatur nafasnya.


Ayu menoleh ke kanan ke kiri, tapi Semua orang memandang kebelakang dan melihat Ayu yang di tunjuk.


"Saya???!! " Ayu menujuk dadanya sendiri.


"Ya Kamu. Maju ke depan. "


Ayu maju ke depan. Dan Ivan pun mendekati Ayu, Ivan membungkuk,memandang dengan cara mendekatkan wajahnya ke depan muka Ayu, mungkin tinggal jarak berapa senti saja, wajah mereka akan menempel. Ayu mencium aroma parfum Ivan, aroma yang sangat kalem dan khas, sehingga membuat Ayu merasa nerves, Dag Dig Dug Dag Dig Dug Dag Dig Dug suara jantung Ayu berdegup kencang seperti mau loncat keluar, terdengar oleh Ivan.


Ivan merasa senang bisa mengerjai Ayu, terlihat dari raut wajahnya yang senyum senyum sendiri.


"Kenapa kamu telat? "


"Emm emm,,tadi macet pak. " jawab Ayu gugup sambil menunduk


Dari tadi saya sudah meetingkan, apa yang paling tidak saya sukai, apa kamu tau itu?


"Tidak pak. " Jawab Ayu


Tadi saya bilang apa? Tanya Ivan kepada salah satu karyawan lain.


"Tidak suka telat pak. " Jawab karyawan tersebut


"Kamu dengar itu?" Tanya Ivan pada ayu


"Ya pak. "


"Untuk kali ini saya beri toleransi, tapi lain waktu tidak ada toleransi lagi. kamu mengerti?!"


"Mengerti pak"

__ADS_1


"Sekarang kalian boleh mulai bekerja. Selamat pagi dan selamat bekerja. Kata Ivan. "


Pagiiii,,, jawab karyawan yang kemudian membubarkan diri untuk bekerja.


Sampai di meja kerja Ayu masih merasa kesal pada Ivan, karena telah mempermalukan dirinya di depan teman temannya.


"Bos Ivan sangat tampan sekali, sayangnya dia galak." kata Sani.


" Lagian kenapa sih kamu bisa telat."


"Aku telat juga gara gara dia!" Ayu keceplosan


"Gara gara pak Ivan?! Kok bisa?!!!" Sani tidak mengerti maksud Ayu.


Ayu pun tersadar kalau telah keceplosan.Sehingga mencari alasan lain yang di anggap masuk akal.


Eeemm,, Maksudnya Gara gara pak Ivan Meeting mendadak jadi aku terlambat, biasanya juga gak ada meeting." Jawab Ayu mencari alasan.


"Yu, ini berkas berkas yang harus kamu kerjakan." Kata salah satu karyawan sambil memberikan berkas berkas nya.


"Baik. Makasih,,, " jawab ayu.


Tok Tok Tok Adit mengetok pintu ruangan Ivan.


"Masuk" jawab Ivan


"Ini berkas berkas yang Anda minta pak." kata Adit sambil menyerahkan map pada Ivan.


Ivan mulai membaca hasil laporan tersebut, dan ternyata ada beberapa kesalahan dari laporan tersebut.


"Ini kenapa laporan ya seperti ini? " Panggil pimpinannya kemari. "


Adit memanggil pimpinan yang membuat berkas tersebut untuk di ajak ke ruangan Adit.


"Kenapa kamu membuat laporan seperti ini? "


Pantas saja perusahaan merugi terus!" Ivan marah melihat hasil laporan yang amburadul.


"Maaf Pak, itu kesalahan saya, tadi saya menugaskan kerjaan itu pada anak baru. "

__ADS_1


" Cari tau siapa yang mengerjakan ini."


"Ayu pak. Dia karyawan baru di sini, saya minta maaf untuk hal ini, nanti saya akan perbaiki lagi pak. "


"Panggil dia kemari. Biar dia yang mengerjakan sendiri. Kamu boleh kembali. "


"Baik Pak, Saya permisi." Pimpinan ayu membungkukkan badannya kemudian keluar dari ruangan itu dan memanggil Ayu.


"Ayu, kamu di panggil pak Ivan datang ke ruangannya. Kamu gimana sih,, bikin laporan kayak gitu aja bisa salah. "


"Salah gimana pak?"


"Tadi laporan kamu angka 0 (nol) nya kurang satu. Jadi nilai nominalnya bikin rugi perusahaan. Tadi pak Ivan sangat marah marah di ruangan. Sekarang kamu di panggil ke ruangannya.


Mampus gue!! Ivan kalo marah seperti apa ya,, kok pimpinan gue sampe setakut gitu.


Para karyawan lain pun ikut bergidik ngeri mendengar informasi dari pimpinan itu. Mereka tak bisa bayangkan kondisi Ayu nantinya seperti apa.


"Owalah Yu,, Yu,, Tadi pagi udah dapat masalah, sekarang kena masalah lagi, apes banget sih kamu hari ini." Kata Sani


"Tauk ah!!!" Ayu pergi menuju keruangan Ivan.


Tok Tok Tok. Ayu mengetok pintu ruangan Ivan.


Adit membukakan pintu untuk Ayu.


Ayu masuk dengan perasaan campur aduk, Ya takut ya bingung ya kesel campur jadi satu.


"Kamu boleh kembali keruangan kamu," kata Ivan pada Adit.


Baik Pak, saya permisi. Adit keluar dan menuju ruangannya sendiri.


Setelah Adit keluar ruangan, Ivan mengunci pintunya dengan remot yang ada di meja. Ivan sengaja tidak membuka pembicaraan untuk beberapa saat. suasana yang hening, dan dinginnya AC, membuat aura di ruangan itu berbeda,dan Ayu tak berani menatap Ivan, sang sahabatnya sendiri. Ayu yang masih berdiri mematung dan menunduk, terlihat sangat ketakutan.


Ivan mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu untuk beberapa saat, Kemudian meniup wajahnya, Sontak Ayu kaget dan menghadap ke atas. Padahal jarak antara mereka sangat dekat, akhirnya kening Ayu menempel di bibir Ivan.


Mereka berdua sangat kaget dengan hal yang terduga itu. Ivan maupun Ayu mematung pada posisi itu, seperti halnya seorang kekasih yang sedang mencium kening.


jangan lupa like dan votenya ya,, kritik dan saran yang positif bersifat membangun, akan membuat author lebih baik dalam berkarya dan menulis episode episode selanjutnya,,,

__ADS_1


Author nya masih dalam tahap belajar dalam berkarya, jadi di maklumi kalo kata katanya belepotan ya...😃😃


__ADS_2