
Ivan dan Ayu mencari Ibrahim di sepanjang pulau Bali. Saat badan sudah letih, mereka istirahat sejenak sambil menikmati es kelapa muda. Ayu bertanya pada pemilik es kelapa barang kali kenal dengan pak ibrahim.
"Maaf Pak, Apa bapak kenal dengan orang di foto ini? " Ayu mmeperlihatkan foto pak ibrahim.
"Kayaknya enggak deh mbak, " Tapi bapak penjual itu masih tetap memperhatikan.
"Beneran pak, belum pernah liat? "
"Tunggu tunggu deh mbak,, Ini seperti pak ibrahim ya,, tapi kok penampilannya begitu,ber jas dan rapi gitu ya,,Pak ibrahim yang saya kenal penampilannya biasa aja, sama seperti saya gini mbak,, tidak pernah pake jas. "
"Kalo boleh tau alamatnya dimana pak? " Tanya Ivan
"Oh gak jauh dari sini kok mas, Dia seorang pengrajin souvenir. "
"Bisa gak,bapak antar saya kesana, tenang aja, tentang jualan bapak, ini semua es kelapanya saya borong. Jadi bapak tidak rugi waktu. "
"Beneran mas?! "
"Iya Pak. Berapa semuanya. "
" Rp 1.500.000 "
"Ini uangnya pak " Ivan memberikan uang 3juta rupiah.
"Ini kebanyakan mas, "
" Gak papa Pak,saya ganti bapak 2 kali lipat. "
"Nanti kalo orang itu beneran yang saya cari, bapak saya kasih bonus lagi. " Kata Ayu.
"Wah,, rejeki nomplok ini.Yaudah ayuk, mari mari saya antar mas mbak, "
Mereka menelusuri jalan setapak menuju rumah pak Ibrahim. Sampai lah di sebuah rumah sederhana milik pak Ibrahim. Sebuah rumah dengan desain minimalis dan unik, tapi sangat indah. Pak Ibrahim menjadi pengrajin souvenir, setelah dipecat dari perusahaan Matoya.
"Pak Ibrahim, ada orang yang cari bapak."
Kata penjual es kelapa
"Selamat siang Pak, " kata Ayu
Pak Ibrahim melihat Ayu dan Ivan terasa asing, karena memang belum pernah lihat.
"Mas,mbak saya permisi dulu ya,," Kata penjual es kelapa
"Oh ya pak, terimakasih sudah antar saya, Ini buat ongkos jalannya pak." Ayu memberikan uang 1juta rupiah pada penjual es kelapa.
"Makasih mbak,, Mari,,," Penjual itu pergi meninggalkan mereka bertiga
__ADS_1
"Siang, Siapa ya?! " Tanya Ibrahim
"Perkenalkan nama saya Ivan, dan ini Ayu putri bapak Mahendra Pak." Ivan memperkenalkan diri di ikuti anggukan Ayu.
"Putri Tuan Mahendra?!! " Ibrahim kaget dengan kedatangan Ayu. Ia berusaha untuk melarikan diri dari hadapan Ayu, tapi kalah cepat. Ivan sudah menangkap pak Ibrahim lebih dulu.
"Pak pak, tunggu,, tenang pak,, kami datang kesini tidak ada niat jahat." Kata Ivan
"Tapi,,,"
"Kami sengaja datang dari jauh, hanya untuk mencari bapak, kami butuh informasi dari bapak. "
"Tapi saya tidak punya informasi apapun. "
"Kalo bapak tidak punya informasi ataupun masalah, kenapa bapak ingin melarikan diri?? "
Ibrahim terdiam, Ia melihat ke kiri ke kanan, takutnya ada orang yang sengaja me mata-matai dia.
"Ayo kita masuk, kita bicara di dalam. " Kata Ibrahim, mempersilahkan Ayu dan Ivan masuk.
"Silahkan duduk mas, mbak. "
"buk,, buatkan minum buat tamu"
"Eh,, ada tamu,, " tanya istri Ibrahim.
"Ini putri tuan Mahendra bu, " Kata Ibrahim
"Urusan?!! "
"Maksud ibu apa ya,, saya tidak mengerti" Jawab Ayu.
"Sudahlah bu, nanti biar bapak yang jelaskan, mbak Ayu ini belum tau permaslahannya, ibu buatkan minum dulu saja"
"Ya pak, saya ke belakang dulu"
"Maaf Pak, sebenarnya maksud istri bapak tadi apa? Dan kenapa bapak keluar dari perusahaan ketika perusahaan mengalami kekacauan? Apa bapak tau tentang sesuatu? "
Ibrahim menarik nafas dalam, dan menyandarkan punggungnya di kursi. Ibrahim mulai cerita kronologinya
"Sebenarnya, Waktu itu aku mengetahui rencana jahat pak Raka, Dia ingin mengambil alih perusahaan itu Atas namanya. Dia sengaja membuat perusahaan hancur, sehingga harga saham anjlok, dan dia ingin menguasai sahamnya 100%. Tapi Aksinya yang sudah terlanjur aku ketahui, dia menyuruhku untuk memindahkan sebagian pendapatan perusahaan di rekeningnya, Karena ingin membeli saham sepenuhnya. Kalau saya tidak mau, dia akan memfitnah saya,dengan tuduhan sengaja penggelapan uang perusahaan.
Waktu itu saya sangat bingung, saya tidak mau melakukan hal itu, tapi di sisi lain, saya juga tidak mau di penjara. "
"Kalau bapak tidak salah kenapa takut di penjara? "
"Karena Dia sudah membayar akuntan handal untuk memanipulasi data"
__ADS_1
" Terus kenapa bapak bisa sampai kesini, "
"Saya sengaja melarikan diri kesini, dari kejaran anak buah pak Raka. Mereka mengancam saya kalo sampai membocorkan rahasia ini. Keluarga saya yang jadi sasarannya."
"Tungu pak, siapa sebenarnya pak Raka? kenapa dia ingin sekali dengan perusahaan itu?" Tanya Ivan
Pak Ibrahim melirik Ayu, takutnya Ayu tidak Terima dengan pernyataannya. Dan Ayu merasa kan hal itu, di langsung bilang.
"Gak papa pak, bilang saja. Biar semua permasalahan ini tuntas. Keamanan bapak saya yang jamin."
"Dia bilang, dia kakak nyonya Siska."
"Tapi mana Anak tunggal Pak,"
"Saya tahu, karena saya beberapa kali melihat mereka berdua an bukan seperti kakak adik. melainkan seperti pacar. "
" Mama Selingkuhan??!!! Ayu mengepalkan tangannya."
"Maaf mbak, kalau saya cerita yang semestinya tidak di ketahui. sebenarnya. Waktu itu saya sempat memergoki mereka keluar dari hotel, ketika saya habis meeting. Saya sengaja mengikuti mereka, karena kelihatanya ada yang mencurigakan.
Ternyata benar, mereka sedang berdebat tentang sesuatu. Mereka melihat saya, dan mengetahui kalau saya sudah tau semuanya.Sehingga menyeret saya dalam permasalahan mereka. "
"Apa semua ini ada hubungannya dengan kematian ibu aku? " Tanya Ayu
Pak Raka adalah saingan bisnis tuan Mahendra waktu masih muda, Dia kalah saingan sehingga bangkrut. Kemudian, Siska dan Raka merencanakan pembunuhan kepada istri Tuan Mahendra, dengan imbalan 20% saham perusahaan Mahendra, dan itu akan di berikan ketika Siska sudah menjadi istri tuan Mahendra. Kini tiba saatnya Raka menagih janji Siska, dan mereka bermain dengan sangat rapi, dengan cara menghancurkan perusahan sehingga harga sahamnya anjlok, kemudian bisa di kuasai Raka sepenuhnya. "
Ayu merasa geram mendengar semua penjelasan pak Ibrahim.
"Oh,, jadi dia yang di bilang saudara mama, ternyata srigala." kata Ayu
"Raka itu,menjabat sebagai apa di kantor pak? "
Tanya Ivan.
"Manager di bidang suplayer, Dia memegang kendali penuh suplayer di 3 perusahaan anak cabang Mahendra group"
"Terjawab!! " Kata Ivan
"Apa maksud kamu?" Tanya Ayu
"Dia sengaja tidak mengirim barang, sehingga perusahaan tidak bisa ber produksi. Alhasil kebutuhan barang menjadi berkurang, harga di pasaran naik 100%, sehingga membuat konsumen tidak mau membelinya.Itu yang membuat perusahaan gulung tikar, karena berhenti berproduksi, dan perusahaan tidak mendapat pemasukan uang karena konsumen yang enggan membelinya.Dan Dia akan mengirim barang dengan harga yang jauh lebih mahal, sehingga memberatkan perusahaan. "
"Tapi van, bagaimana kamu bisa menyelesaikan semua masalah di perusahaan dengan masalah serumit ini. "
"Satya yang membantunya, dia membeli setengah saham perusahaan itu dengan harga yang sesuai, dan aku mencari suplaiyer yang lebih sportif. "
"Satya?!! Putra Hartono?!! "
__ADS_1
Ivan mengangguk.
"O M G. . . " Ayu lemas mendengar penjelasan Ivan, dia menyandarkan badannya di sofa pak Ibrahim