
Hartono Dan Ivan pergi ke rumah Mahendra, mereka ingin menjenguk Mahendra yang sedang sakit.Sedangkan mery, mananya Ivan sedang ada acara sendiri, Dia sedang mempersiapkan kado untuk Helena.
Bagaimana kabar kamu hari ini. Apa sudah ada perubahan? Tanya Hartono pada Mahendra
"Ya,, seperti yang kamu lihat sekarang ini,sudah sedikit ada perubahan suh,, tapi belum bisa bekerja kembali " Jawab Mahendra
"Udahlah,, gak usah kamu pikirin tentang kerjaan dulu, yang terpenting kesehatan kamu "
"Ya kan kamu tau sendiri, Aku kerja keras sendiri, anak juga perempuan. "
Terus selama kamu sakit siapa yang mengehendel perusahaan?
"Untuk sementara aku serahkan dulu pada Siska, dan di bantu oleh Alex. "
"Siska istri kamu? "
"Iya,, siapa lagi? "
"Kenapa gak Dinda aja? "
"Ini kemauan Siska, yaudah gak papa, lagian kalo ada apa apa siska langsung bilang sama aku. "
Hartono manggut manggut mendengar penjelasan Mahendra.
"Kamu gak usah terlalu berat mikir kerja dulu, yang penting sehatkan dulu badan kamu. Ivan akan bantu kamu mengurus perusahaanmu"
"Apa kamu tidak keberatan nak Ivan? "
"Saya sudah bekerja di perusahaan Matoya Om, anak perusahaan Mahendra group. Dan sekarang ada kabar baik Om"
"Kabar baik?!! "
"Iya Om, sekarang sudah semakin meningkat perkembanganya. Bahkan hargai saham nya melonjak. "
"Ini sebuah kabar yang luar biasa, tapi bagaimana kamu bisa kerja disana. Bukanya Dinda juga di sana? Apa kamu sudah kenal Dinda Sekarang? "
"Iya Om, Ternyata Dinda yang di maksud adalah, Ayu kekasih saya Om. "
"Kekasih kamu?!! "
"Iya Om, tapi Dinda belum tau kalo yang akan di jodohkan adalah saya,Makanya saya juga mau kasih suprise pada Dinda. "
"Oke oke, saya setuju pada kamu"
"Makanya kamu cepat sembuh, biar kita segera bisa melangsungkan pernikahan anak kita. " Kata Hartono menyemangati Mahendra
"Kamu betul Har, aku harus segera sembuh. Sebenarnya aku sudah banyak perkembangannya, , cuma aku ingin melihat kelanjutan dramanya"
__ADS_1
"Maksud kamu? "
"Ini semua ulah Siska"
"Aku sengaja di kasih obat hewan, sehingga aku sampai seperti ini. "
"Astaga,,, kenapa istri kamu tega sekali "
"Aku sendiri kurang tau, kenapa dia tega melakukan ini. Makanya aku sengaja masih pura pura sakit, ingin tau kelanjutan dramanya."
"Kenapa gak lapor polisi saja? "
"Belum saatnya, Dinda melarangnya, dia masih ingin mengumpulkan bukti bukti lain. "
"Oh ya Om,, Ivan mau tanya. Sebenarnya siapa saudara tante Siska yang sering ke perusahaan Matoya"
"Saudara Siska?! "
"Iya Om, karyawan bilang saudara tante Siska yang pernah menghendel perusahaan itu, makanya sampai terjadi kekacauan kemarin, karena ulahnya. Bahkan dia tak segan segan memecat karyawan yang tidak mau menurut perintahnya. Seperti Pak ibrahim"
"Jadi ibrahim di pecat?! "
"Iya Om, pak Ibrahim di pecat karena tidak mengikuti perintahnya, Dia lebih memilih untuk jujur dari pada mengikuti perintahnya, akibatnya dia di pecat. Dan aku dengar dia sekarang tinggal di bali.
Dinda bilang, pak ibrahim mengetahui tentang kematian almarhum ibunya"
"Saya kira juga begitu, Ibrahim kerja denganku sudah sangat lama, Mungkin saja dia mengetahui sesuatu, sehingga dia di pecat dan di asingkan . Tapi kalo saudara Siska, sepertinya tidak ada. Siska adalah anak tunggal"
"Ya, saya percayakan padamu.Demi kebaikan perusahaan itu, lakukanlah apa yang terbaik.
"Terimakasih Om, atas kepercayaanya. Saya pastikan yang terbaik buat Om.
saya juga mau izin Om, besok saya dan Dinda mau ke Bali. Ingin mencari pak ibrahim"
"Baiklah, mudahnya segera ketemu. Tolong jaga Dinda"
"Baik Pak, "
"kalo begitu,, kami permisi dulu ya Dra, kamu baik baik saja dirumah." Kata Hartono sambil menepuk bahu Mahendra
"Terimakasih kalian sudah datang kemari"
____________
Ivan dan Ayu sudah siap menuju Bali, tampak Ivan sangat tampan dan Ayu sangat cantik.Mereka naik pesawat kelas VIP. Sampai di Bali, Ayu menarik koper kecil, karena yang di bawa yang hanya beberapa potong pakaian saja.
"welcome to bali" Kata Ivan sambil memakai kacamata hitamnya,
__ADS_1
Mereka menuju ke hotel,berbintang yang terletak di tepi pantai. Karena pemandangan yang sangat indah, dan hotel itu juga sangat mewah, tak heran kalo hotel itu di tuju banyak turis dan wisatawan untuk menginap selama berwisata.
"Selamat sore tuan, nona,Bisa kami bantu"
"Kami mau memesan 2 kamar untuk 3 hari. "
"Baik tuan, tapi maaf, kebetulan kamar di hotel ini tinggal satu kamar itupun kelas VVIP. "
"Tinggal satu kamar." Ivan mengangkat kedua pundaknyan dan memandang Ayu, dengan tatapan pertanyaan persetujuan.
Ayu pun memberi isyarat menyetujui, karena hari sudah sore.
"Baiklah kami ambil mbak"
"Ini kartunya tuan"
"Terimakasih" Ivan mengambil kartu kamarnya,Mereka menuju kamar yang di maksud dengan di antar pelayanan Hotel.
"Ini kamarnya Tuan? "
"Terimakasih "
Mereka masuk ke kamar, terlihat kamar sangat besar lengkap dengan sofa dan ruang tamu.
"Nanti malam Kamu tidur di sofa, aku tidur di ranjang. Awas kalo macem macem" kata Ayu
"Baiklah,, Aku mau istirahat dulu. Capek! " Ivan merebahkan badanya di kasur yang empuk
"Kan aku dah bilang kamu di sofa?!!"
"Bukankah tadi bilangnya nanti malam?!! ini masih sore, Udahlah,, aku gak bakal macem macem. Biarkan aku istirahat sebentar"
Ivan memejamkan matanya.
"Kan aku juga mau istirahat,"
"Yaudah sebelahan sini aja, " Ivan mempersilahkan Ayu Rebahan di sebalahnya dengan menepuk nepuk tempat di sebelahnya masih dalam keadaan mata tertutup.
Ayu rebahan sebentar, kemudian membereskan barang barangnya, Terlihat Ivan sudah tertidur pulas.
"Kamu benar benar kecapekan ya,, sampai pulas begitu tidurnya. " Senyum Ayu
"Mumpung Ivan lagi tertidur pulas, Aku mandi dulu aja deh, gak ada yang nganggu mandiku. Huh gerah!!"
Ivan terbangun dan Melihat jam tanganya, ternyata sudah jam 7 malam. melihat sekeliling kosong, Ivan mengira Ayu sedang keluar. Ivan melepas kaosnya, tinggal memakai celana pendek dan menyambar handuk.
Ivan langsung masuk kamar mandi, yang kebetulan tidak di kunci oleh Ayu.
__ADS_1
Ayu mandi di bak mandi,sementara Ivan masuk langsung mandi menyalakan shower,
"Haaaaaaaaaaaa " Teriak Ayu melihat Ivan yang sedang mandi berdiri tanpa pakaian.