
Hari ini hari pertunangan Rudi dengan Rina. Semua persiapan sudah dilakukan beberapa hari lalu, kini tinggal hari H nya. Ketika suasana sudah sangat ramai di luar, para tamu undangan pun susah pada hadir. Tampak semua orang sangat menikmati acara tersebut yang terselenggara dengan mewah. Di luar orang orang sangat bahagia terlihat dari cara mereka yang sedang ngobrol satu sama lain. candaan candaan terlontar membuat senyum dan ketawa meramaikan ruangan tersebut.
Namun hal demikian tidak terjadi pada Rudi. Rudi yang masih tampak termenung di kamarnya, dengan wajah sayu, rambut acak acakan. Ternyata Rudi belum siap siap sama sekali.
"Astaga Rudi,,, dari tadi mama tunggu ternyata kamu belum mandi juga. Udah jam berapa ini?!! " Helena marah marah karena anaknya belum siap sama sekali.
"Buruan siap siap, ntar kita terlambat"
"Ya,, kalau terlambat tinggalin aja gak papa mah,, "
"Tinggalin gimana??? "
"Para tamu udah pada nunggu kamu,,, malah kamu belum apa apa"
Rudi masih tetap terdiam, belum mau beranjak dari tempatnya. melihat hal itu mamanya mulai melunak,
"Ayo nak,segera siap siap ya, mama tunggu di bawah. kamu memang anak mama yang paling mama sayang. " Rayuan mamanya mulai keluar.
Mendengar ibunya sudah melunak Rudi kemudian mengajukan permintaannya.
"Mah,, Rudi mau bertunangan dengan Rina, asal ada syaratnya. "
"Hem?!!" helene menanggapi sambil mengernyitkan matanya.
"Apa itu? "
__ADS_1
"Rudi boleh bertunangan dengan Rina, tapi jangan harap Rudi bisa melakukan Rina selayaknya tunangan Rudi"
"Apa maksudmu? "
"Tunangan ini hanya sebatas formalitas saja, dan hati Rudi tidak akan pernah buat orang lain kecuali Nayla. Jadi mama jangan mengharapkan ataupun menuntut Rudi untuk bisa mencintai Rina"
"Iya iya terserah kamu. yang penting acara hari ini jangan sampai gagal. mau taruh mana muka mama kalau sampe gagal pertunangan ini. "
Dalam hati Helena bilang "ntar lama lama kamu juga bakal mencintai Rina."
Setelah kesehatan itu di buat, akhirnya Rudi mau mandi dan siap siap menuju acara itu.
Di sepanjang jalan Rudi hanya terdiam di dalam mobil,papa maupun mama Rudi tak berani menghakimi bicara, kerana merak tau suasana hati Rudi yang sedang kacau. Sesampai di tempat tujuan, mereka turun dan di sambut antusias oleh keluarga rena
"Apa ini?" tanya Rina.
"Surat perintah janjian"
"Perjanjian?? "
"Iya"
"Tanda tangani perjanjian itu kalau kamu mau bertunangan dengan ku. kalau gak mau tanda tangan jangan harap acara ini akan berlangsung."
"Kamu mau menggagalkan acara kita? "
__ADS_1
"Ya itu semua ada di tangan mu. "
Membuat Rina menjadi panik, takut kalau acaranya gagal dan dia tak jadi bertunangan dengan Rudi. Akhirnya tanpa pikir panjang Rina menandatangani perjanjian itu. Kemudian menyerahkan lagi ke Rudi.
"Kamu tidak mau membaca dulu apa isi di surat ini? "
"Enggak."
"Yang penting aku bertunangan sama kamu,aku gak mau menanggung malu kalau sampai acara ini gagal"
Rudi pun keluar ruangan itu dengan senang karena Rina sudah mau menandatangi perjanjian itu. sesampai di pintu Rudi membalikkan badannya lagi, dan melihat ke arah Rina.Dia melihat ada perubahan fisik yang agak aneh dengan Rina.
Rudi menatap Rina dari atas sampai bawah,tampak perut Rina yang sedikit membesar, karena baju yang dia kenakan sangat ketat membentuk setiap lekukan kelihatan. kemudian berkata " kamu memakai gaun itu kelihatan sedikit gendut, gak segampang biasanya." Kemudian dia melanjutkan langkah kakinya
Mendengar pernyataan itu, rena jadi kaget, hatinya pun jadi campur aduk.Antara gak pede maupun ketahuan Kebohongannya terbongkarnya sia sia.
Acara telah dimulai kedua mempelai saling bertukar cincin, Rina sangat senang sekali. akhirnya apa yang selama ini dia impikan tercapai. semua para tamu undangan bertepuk tangan gemuruh tak terkecuali teman teman Rina yang selalu mengabadikan moment tersebut. berbeda di sudut ujung yang menatapnya dengan sinis dan sedikit menitikkan air matanya. Nayla bersama teman teman Rudi datang di acara itu, karena undangan dari Rina. Rina sengaja mengundang mereka karena Rina ingin menunjukkan pada Nayla kalau dia lah pemenangnya. Sementara sela juga masih ada dendam karena Ayu selalu dekat dengan Ivan.
"Kini akhirnya Rudi bertunangan dengan Rina, lantas pastinya Dia (Ayu) pasti bakal mendekati Ivan lagi." kata Sela dalam hati.kekawatiran sela mulai muncul lagi. sekalipun di tempat kerja Sela selalu bersama Ivan namun kekawatiran itu tak bisa di elak lagi karana Ivan dan Ayu memang selalu dekat. dan Sela tau hati Ivan masih untuk Ayu.
Di sisi lain, Mahendra sedang memperhatikan sela dari kejauhan, karena mahendra juga golongan atas, maka dia juga dapat undangan itu. Sebenarnya bagi Mahendra acara itu buang buang waktu, tapi mahendra hanya ingin melihat sosok sela dan teman temannya sebagaimana yang talah di ceritakan oleh Nayla.Mahendra juga tidak ingin kalau terjadi apa apa dengan anaknya yang datang di acara pertunangan kekasihnya dengan orang lain.
"Selidiki orang itu" perintah Mahendra ke anak buahnya
"Baik bos"
__ADS_1