
Di dalam mobil Alex melihat Nayla lewat spion depan.
"Memang wajahnya sangat mirip dengan Non Ayu, tapi non Ayu lebih lembut, sedangkan Nayla terlihat sangat bar bar. " Kata Alex dalam hati
Nayla tau kalau Alex melihatnya dari spion.
"Ngapain pak curi curi pandang?"
"Saya cantik ya?!! Awas ntar jatuh cinta loh!"
Kata Nayla dengan pedenya
Sementara Alex yang ketahuan melihat naa, jadi salah tingkah. Dan mencari alasan untuk menutupi rasa malunya.
"Enggak, saya tadi lihat itu mobil belakang kok"
"Oh ya pak, emang kenapa saya di bawa ke kota?
"Terus kuliah aku gimana? "
"Tadi bapak belum jawab pertanyaan saya, bapak sudah memaksa saya untuk masuk. "
"Apa Ibu sudah naik jabatan ya pak?"
"Jangan bilang sayang harus menikah dengan orang tua kaya? "
"Apa jangan jangan saya di jodohkan dengan majikan ibu ya?? "
Mendengar pertanyaan Nayla yang beruntung Alex jadi bingung harus jawab yang mana, Alex memilih diam tidak menjawab pertanyaan Nayla.
"Ini orang kok bawel banget ternyata. Selain tingkahnya yang sedikit bar bar juga sangat bawel." gerutu Alex dalam hati sambil geleng-geleng kepala.
Melihat Alex yang diam tak menjawab pertanyaan pertanyaannya, membuat Nayla kesal dan memukul pundak Alex.
"Pak!!" Bentak Nayla sambil memukul Alex. Membuat Alex kaget dan mengerem mendadak.
Ssssttt!!!!!!! Suara mobil berhenti mendadak, membuat Nayla terjatuh ke depan.
"Auw!!!!" kepala Nayla terbentur kursi sopir
"Ada apa sih pak, kok nerem mendadak? "
"Gak ada apa apa non, cuma saya kaget saja, jadi ngetem mendadak. "
"jadi karena aku kagetin tadi, Hahahaha" Suara tawa Nayla memecah keheningan dalam mobil
__ADS_1
"Abisnya bapak dari tadi pertanyaan ku tidak ada yang di jawab sih...Kirain bapak melamun"
"Bukan melamun non, cuma saya gak tau harus jawab yang mana dulu. pertanyaan non Nayla sangat banyak. saya jadinbingung mau jawabnya. "
"jadi saya harus bertanya satu satu gitu?!! "
"Iya non, "
"Brati bapak kurang canggih. Ibarat komputer, sudah ketinggalan jaman. "
"Hah?!!! "
"Buset,, baru kali ini otak aku di sepelekan sana cewek. bukan otak aku yang kurang canggih, tapi pertanyaan mu yang beruntung kayak sepur. "
"Kalau bukan anak Tuan Mahendra udah aku maki maki kamu. " Gerutu Alex dalam hati.
"Jadi kenapa saya kok di suruh ke kota?!! "
"Biar nanti Tuan mahendra atau bu minah yang menceritakan. "
"Tuan mahendra?! Siapa dia? "
"Tuan Mahendra adalah bos saya, majikan bu minah?! "
"Terus apa hubungannya dengan saya?!! "
"Tidak non,, "
"Kalau tidak terus apa donk, masak kamu jadi asistennya gak tau."
"Tidak non"
"Terus kuliah saya gimana?!! "
"Tenang non, anak buah saya sudah mengurus semuanya. Nanti non pindah kuliah di kota. "
"Hah?!! Pindah kuliah??? Emang segampang goreng tempe apa??!! "
Mendengar jawaban Nayla Goreng tempe, Alex menahan tawa.
"Di kota, Universitasnya milik Tuan Mahendra non, "
"Waaah,,, Tuan Mahendra tajir banget. Real Sultan!!"
"Non, kalau Non jadi Sultan, hal apa yang Non akan lakukan. " Tanya Alex
__ADS_1
"Stop stop stop!!!!" kata Nayla meminta agar mobilnya berhenti.
Alex meminggirkan mobilnya, dan berhenti.
"Ada apa non?" Tanya Alex menengok kebelakang, ternyata Nayla turun dari mobil. Alex dan anak buahnya kaget. Mereka langsung turun dari mobil, mengira kalau Nayla akan kabur. Ternyata Nayla hanya mau pindah duduk di depan. Nayla membuka pintu mobil depan, dan duduk di samping Alex.
"Non, apa yang non lakukan?" Melihat Nayla yang duduk di sampingnya.
"Aku hanya mau duduk di samping bapak, biar ngobrolnya lebih seru "
"Kan gak boleh Non,duduk di samping sopir, saya sopir Non, jadi Non gak boleh duduk di depan. "
"Gak papa pak, semua sama aja. Gak enak duduk di belakang sendirian, hihihi"
Mereka melanjutkan perjalanannya,
"Pak, tadi bapak tanya apa??Kalau aku jadi Sultan ya pak? " Sambil menoleh ke Alex
"Iya Non, "
"Emmm, kalau aku jadi Sultan,Aku pengen mendirikan pantai asuhan dan pantai jompo pak. "
"Kenapa harus pantai asuhan dan pantai jompo non, kenapa gak mall atau apartemen"
"Karena aku ingin berbagi kepada yang membutuhkan pak, Kalau mall dan apartemen hanya untuk orang kaya, memang sih,, menghasilkan uang, tapi kan kalau udah Sultan buat apa lagi coba, kalau gak di bagikan pada yang benar benar butuh. "
"Tuh pak, lihat di bawah lampu merah itu. " Nayla menunjuk ke beberapa gerombolan anak anak yang lagi ngamen di bawah lampu merah.
"Bayangin deh pak, kalau mereka punya tempat tinggal yang kayak, pendidikan yang kayak, pastinya mereka gak akan jadi seperti itu. "
"Kalau kita bisa menyediakan wadah yang baik buat mereka, dan mereka berhasil, berapa coba pahala kita, sampai mati pun masih mengalir pak "
"Non Nayla, Non Nayla, mulia sekali hatimu. Sama seperti tuan Mahendra, keluarga yang sangat baik. Andai kamu bukan putri Tuan Mahendra Non, pasti sudah aku pinang Non, Non, "
"Walaupun sari luar kamu terlihat bar bar,tapi dalamnya sangat lembut." Batin Alex sambil senyum senyum sendiri dan memegang dagunya sendiri.
"Kenapa pak, kok senyum senyum gitu? Ada yang lucu ya? Apa aku terlihat ada yang aneh? " Sambil bercermin dan menggelembungkan kedua pipinya, Membuat Alex tambah tertawa berbahak bahak.
"Gak Non, gak ada yang aneh" Jawab Alex
"Masih jauh ya pak?"
" lumayan Non, "
"Gak usah panggil pak, Non, panggil Saya Alex saja. "
__ADS_1
"Gitu ya,, Tapi ibu mengajarkan aku untuk menghormati yang lebih tua pak. "
"Hah??!!! " Alex memandang Nayla kaget